
"ibu sama, anak ibu, pergi meninggalkan ibu, dimana ibu masih butuh dia, tapi ibu tidak terlalu bersedih, karna dengan kejadian ini, ibu bisa membantu orang membutuhkan lainnya" jelas Lestari
"membantu?" tanya Sherla
Lestari menjelaskan ketika anaknya sakit sebelum meninggal, ia meminta agar ibunya berjanji memberikan seluruh organ nya untuk orang yang membutuhkan bantuan tanpa meminta ganti rugi atau uang sepeserpun
mulai dari jantung, paru paru, rusuk, dan semua organ yang dimiliki sang anak diberikan cuma cuma kepada orang lain yang membutuhkan tapi tidak mampu mendapatkan
termasuk mata, dimana mata itu ada pada Joana, mengoperasikannya, lepas operasi, dokter tidak menjamin akan membuat operasi berhasil membuat Joana melihat saat itu, karna melihat kondisi Joana sejak lahir mengalami kebutaannya
lalu Joana perlahan membuka matanya dan ternyata operasi yang dokter katakan akan ada kemungkinan 30persen berhasil itu benar benar berhasil
atas izin Tuhan dan kuasaNya juga lah, Joana mampu melihat hingga sekarang dan bisa menikmati indahnya dunia dan seisinya
jadi tidak heran jika kerap kali orang lain melihat hubungan Joana dengan Lestari bukan seperti art kepada majikan tapi seperti ibu kepada anaknya
begitupun Joana, yang melihat sosok Lestari sudah seperti ia melihat ibunya, tanpa mengalahkan peran sosok Melanie dihidupnya
sejak Lestari menjelaskan, Sherla me-ralate dengan apa yng diceritakan Joana dimalam sebelumnya, lalu kembali lagi me-ralate dengan yang benar benar terjadi pada Joana
"oh, pantesan, aku baru sadar memang bu, selama ini Joana selalu memakai kacamata setiap diluar, dan selalu menutup mata nya setiap ada debu dan lainnya" kata Sherla
"nah, itu, karna Joana berjanji padaku menjaga mata itu untukku"
"ahh"
mereka kembali terdiam, hingga beberapa menit kembali lagi Sherla dan Lestari bersamaan akan mengatakan sesuatu
"Sherla.." ucap Lestari
"bu Tari" ucap Sherla
"oh ibu dulu" kata Sherla
"kamu saja dulu deh"
"jangan lah, ibu yang lebih tua"
"ya ibu daritadi sudah bicara kan sekarang kamu bicara"
"hemm yaudah"
"ada apa?" tanya Lestari
"ibu mau tidak jadi ibu untukku?" tanya Sherla
seketika itu Lestari menoleh dan kaget...
"kenapa bu? ibu tidak mau ya?" tanya Sherla lagi
"bukannya tidak mau, ibu kaget, kamu mau bilang itu memang?"
"iya"
"tau ibu baru saja mau bilang apa"
"apa?"
"ibu mau tanya kamu mau atau tidak jadi anak ibu"
"wooh serius bu? ahh beneran?"
"serius, beneran dong, kamu may tidak?"
"ya mau lah bu, aku saja baru saja tanya ibu"
sejak itu mereka memutuskan menjadi seorang anak dan ibu pengganti keluarga mereka masing masing
yaa, mereka bersatu atas kekurangan mereka, mereka sama sama sebatang kara, tidak ada 1 orang didunia yang masih hidup menjadi saudara mereka
yang membuat keputusan dari keduanya menjadi saudara, ibu dan anak, adalah keputusan paling mulia karna nenyambung tali silahturahmi yang memutuskan mereka berkali kali pada masa sebelumnya
tak lama Joana sampai, melihat mereka berdua didepan rumah dan ia menyapanya
"waah lagi pada ngapain ini" sapa Joana
"eh Joana, sudah datang? kok cepat?" tanya Lestari
"iya buk, kan hanya kepengurusan buat kembali kuliah nanti"
"ahh"
mereka mengobrol bertiga disana siang itu, sorenya Joana mandi, siap siap dan akan pergi, saat keluar kamarnya, berpapasan dengan Sherla juga keluar rumah
"Joana, kau mau pergi?" tanya Sherla
"emm, aku mau ke toko buku, buat aku belajar nanti lagi, aku juga janjian sama penjaga toko nya hari ini"
"boleh aku ikut?"
"boleh, ayo"
Sherla masuk kamar bersiap siap dan saat keluar Joana kaget karna melihat Joana memakai baju super mini
"kamu yakin mau pakai baju itu Sherla?" tanya Joana
"ya gakpapa, kalau kamu nyaman"
"aku nyaman"
"ya udah ayo"
yang dimana Sherla memakai baju levis jaket keatas perut panjangnya tapi baju dalaman kaosnya memperlihatkan perut dan pasarnya, dan memakai rok mini levis
mereka pun keluar, berpamitan pada Lestari dan pergi
"ini kemana?" tanya Sherla
"ketoko buku langganan ku, aku janjian sama teman sekolahku"
"ahh"
"eh ya, nanti kalau ada kenalan, bilang kamu sepupu ku saja ya, biar mereka gak tanya panjang panjang soal kamu, jadi kita bisa simpan tentang privasi kamu" kata Joana
"okeh deh, makasih Joana"
"emm"
setelah sampai di toko buku...
"hai kak, selamat sore" sapa Joana
"soreee Joana, waah beneran datang? kapan datang?" kata Nandito, penjaga toko buku langganan Joana dan teman temannya
"3 hari lalu sudah kak, oh ya, Ello sama Vera sudah datang kah?"
"belum, katanya janjian disini sama kamu kan"
"nah itu, yaudah aku tunggu di meja biasanya kalau datang bilangin deh"
"iyaa"
Joana masuk berjalan ke meja biasa ia duduki diikuti oleh Sherla, sejak awal Nandito dibuat tidak bisa fokus dengan gaya penampilan gadis yang bersama Joana
yaa bagaimana tidak, penampilannya sangat cantik nan berani untuk berpakaian seksi
setelah Jaona duduk bersama Sherla..
"disini bisa pinjam buku kah? berapa harga pinjam baca?" tanya Sherla
"pinjam saja bebas disini selama bacanya disini"
"yaudah deh, soal nya aku lihat ada komik inggris jadi aku penasaran aja"
"okeh deh"
tak lama Vera datang..
"kak Nan" sapa Vera
"hai Vera, oh Joana sudah didalam"
"oh didalam? okeh deh"
"eh tapi Joana sama cewek, cuantik banget, mana seksi banget, emm wangi pula"
"oh ya? siapa?"
"gak tau, lupa tanya aku, gara gara terpesona"
"dasar ya, siapa sih, tunggu aku biar lihat" kata Vera
Vera mendatangi Joana dan menyapanya..
"Joanaaa" teriak Vera
"Veraa" sapa Joana
mereka berpelukan, saling melepaskan rindu selama berpisah 7bulan, bercerita sedikit hal, tapi sejak tadi Vera memperhatikan sekitar Joana
ia mencari dimana gadis yang dimaksud oleh Nandito tadi, ia tidak menemukan siapapun bersana Joana
"ahh kak Nan mengerjaiku pula dia" kata Vera dalam hati nya
karna memang Nandito sering menggodai Vera yang mengatakan Joana membawa pacar baru padahal tidak, mengatakan Ello bersama gadis lain padahal ya tidak, jadi Vera lali ini berpikir Nandito mengerjainya lagi
"awas saja nanti ku kerjain baik kau kak Nan" ucap Vera dalam hatinya
tak lama Ello datang, menyapa Nandito didepan, Nandito juga tidak fokus karna ada pekerjaan jadi tidak sempat mengatakan kepada Ello soal teman Joana tadi
"Joanaaa" sapanya
"Elloooo" sapa Joana
mereka berpelukan juga mengobrol bersama disana, beberapa menit mengobrol tak lama Sherla mendekati Joana
"Joana, ini bukunya bagus, aku bisa membawa nya pulang tidak?" tanya Sherla menggunakan bahasa inggris
"kamu mau beli itu?"