My Name JOANA

My Name JOANA
20



"Nero itu yang sering datang ke kelas Joana, yang anak nakal banget anak bandel dari perikanan dan keluatan, kalau michel kan pengawas utama kampus" bisik Ello


"oh"


setelah memgobrol, beberapa hari kembali masuk kuliah, Egar sering bersama dengan Joana dan dua teman Joana..


ketika Joana berpamitan ke toilet dan Vera menemani Joana karna takut kenapa napa


tinggallah di kantin hanya ada Ello dengan Egar


"Ello" sapa Egar


"emm ya kak"


"Nero sama Michel kamu kenal? mereka itu yang mana tau?"


"kenal, iya tau lah, kenapa?"


"mereka suka pada Joana?"


"seperti nya ia, kenapa" kata Ello


"gakpapa sih, mereka cukup dikenal kan? kalau kak Michel aku tau karna dia pengawas utama kampus yamg cukup killer dan dikenal murid karna itu, juga dengar dengar Nero cukup dikenal karna murid bandel tapi ada satu lagi deh lain dari mereka" kata Egar


"oh, siapa?"


"siapa lupa aku, dia preman banget, namanya ada yas nya"


"oh Elyas? iya itu juga seperti nya suka pada Joana"


"iya kah?"


"tapi dibanding kamu, aku sama Vera sepakat aku setuju pada kamu, aku tidak suka Joana dengan mereka" kata Ello


"oh ya? kenapa?"


"gak suka, mereka semua sama, butuh ke Joana aja kan baik sama aku dan semua teman teman dikelas, apa lagi kak Michel tuh, sama sekali tidak ada sapaan ke kami meskipun kami teman dekat Joana"


"ahh, jadi kamu dan Vera mendukungku dengan Joana?"


"gak dukung juga, ini perbandingan lah, lebih baik kamu maksudnya, bukan dukung juga"


"emm dasar"


mereka lanjut makan, karna mereka melihat Joana dan Vera telah datang..


tak lama mereka berkumpul berempat, seseorang memanggil Joana


"Joana.... didepan kamu dicari, ada urusan"


"oh ya, siapa?"


"waduh lupa aku tanya"


"iya deh makasih"


Joana pun pergi, dan tinggal Vera, Ello dan Egar


Egar pun terlintas dipikirannya mengingat apa yang dilihatnya saat pertama kali sampai dirumah Joana beberapa hari lalu


"eh iya, kalian sering kan ya main kerumah Joana?"


"sering, tiap sabtu sore, sampai malam, kadang kita kerumah Joana, juga kadang Joana kerumah ku atau Ello" kata Vera


"kalau gitu tau kamar siapa yang diatas samping kiri?" tanya Egar


"oh chat oren tua? itu kamar Joana lah"


"ada boneka kemaren lihatin aku"


"apaan" jawab Vera


"serius ver, ada, boneka, lucu sih, tapi aku ngerasa nih ada yang liatin aku dari kamar itu pas gue liat ya boneka itu dah, diantara boneka lainnya dan dia gerak" kata Egar


"ah, halu sih kerjaan mu" jawab Ello


"astaga serius gue, bener"


"ya kali boneka hidup" jawab Ello


"lagian lu liatnya di kamar Joana tuh, mana mungkin Joana mau tidur sana kalau memang ada boneka gerak?" tanya Vera


"liat apa?" tanya Joana tiba tiba muncul


"emmm itu, lihat, apa ya, ya gak ada lihat bioskop, minggu besok yok" ajak Egar


"jangan besok minggu, seninnya kelasku ujian harian" jawab Vera


"oh kalian ada ujian, padahal hari itu aku free"


"iya kamu"


tapi esoknya saat hari seninnya, ternyata Egar datang ke kampus bukan untuk kuliah tapi menyapa dan menemani Joana ketika ujian menjadi penyemangat sendiri


saat sampai di depan kelas, Egar melihat ada Joana bersama seorang lelaki.. ia tidak mengenali siapa tapi saat akan mendekati ia baru sadar itu adalah Michel


"kak Michel?" sapanya


"iya" sapa Michel


"saya Egar, temannya Joana"


"loh kak Egar kok disini? katanya senin free?" tanya Joana


"aku mau nungguin kamu disini, aku mau semangati kamu" kata Egar


"wooh bisaan dah kak" jawab Joana


"iya, kamu sudah siap? jam berapa mulai?" tanyanya


"satujam lagi kak"


"iya sudah"


setelah usai ujian, Joana keluar ternyata sudah tidak ada orang, ia berpikir pasti sudah pergi Michel dan Egar..


ia berjalan mengikuti arah jalan dua temannya


cerita di lain tempat..


seorang lelaki yang baru saja lulus S2 keguruan di luar negri, ia mulai mencari tau tentang kuliah yang berdiri atas nama ayahnya, juga bangunan atas nama ayahnya..


pak Dipo, dosen pengajar sekaligus ketua umum pengurusan perkuliahan, tak hanya itu, ia juga pemilik utama kuliah itu, anaknya yang kuliah di luar negri telah lulus..


Dipo memyambut anaknya dengan baik, meminta nya istirahat lalu malamnya makan bersama


"kamu jadi ke mana lanjut S3? ke amerika lagi?"


"gak tau pa, aku masih pengen jalan dan liburan"


"iya, itu betul, jangan langsung, kan kuliah gak membatasi usia" jawab istri Dipo


btw istri dari ayah Dipo adalah istri kedua, yang usianya sama dengan Joana, usianya bahkan dibawah anak Dipo sendiri


itu alasan Feris, sang anak tidak terlalu dekat dan tidak begitu suka berada dirumah, hari hari liburnya ini pun ia habiskan jalan berkeliling rumah teman teman lamanya


"Fer, lu gak lanjut S3 lu? gue sering liat lu di sini" kata Rozi salah satu teman dekat nya


oh ya, btw, Feris dan Rozi sama sama keturunan jakarta jawa ya


"mau, tapi belum pasti kapan, gue bakalan liburan banyak waktu dulu"


"kenapa lu gak coba di tempat bokap lo?"


"apaan kuliah, begitu, ya memang sih di perhitungkan juga karna lengkap dan besar, tapi enggak kayaknya, gaktau deh apa kata nanti"


esoknya setelah Dipo memastikan kemana akan dilanjutkan kuliah S3 anaknya itu, tapi anak Dipo masih memikirkan itu nanti, ia akan berlibur beberapa waktu cukup lama karna ia tidak terikat perkuliahan lagi


pagi papa nya pergi kerja, anak Dipo yang bernama Feris itu memutuskan pergi kerumah teman temannya, ia juga berkelana kemana mana selama di bandung..


ia pun juga melihat keadaan perkuliahan papanya..


seiring jalannya waktu Feris di kampung halamannya, ia mendengar beberapa nama dan salah satunya Joana..


ia mendengar beberapa berita tentang Joana di kampus papa nya.. ia melihat berita tentang gadis buta sejak lahir yang di masa mudanya mendapatkan donor mata dan melihat pertama kali dan gadis itu gadis yang sama dengan pemberitaan tentang gadis yang menjadi rebutan dua orang yang cukup di kenal di kampus papanya..


ia berjalan mengelilingi perkuliahan disana, tak lama ia bertemu seorang lelaki sedang duduk bersama seorang gadis dengan tatapan begitu tajam sembari senyum senyum malu sementara gadis sedang membaca buku..


"bucin, berlebihan, tatap tatapan, apaan sih, gak suka lihatnya, menggelikan mataku saja mereka" ucapnya sambil tersenyum setengah bibir lalu pergi..


ia tidak tau keduanya itu adalah Elyas dan Joana..