
hari hari begitu seterusnya dilakukan Joana untuk melihat perkembangan psikis dari Wilson
hari berlalu, dimana ketika jadwal nya sedang kosong, ia bosan dirumah, ia juga tidak ada pekerjaan di rumah sakit, jadi ia memutuskan pergi kekampus lama nya
sekalian mengenang masa ia masih belajar disana
ia bersiap siap dan setelah bersiap pergi, saat diperjalanan, Elyas menghubunginya dan menanyakan dimana keberadaan Joana
karna Elyas baru tau jika Joana balik ke amerika, akhirnya mereka membuat janji untuk ketemu
"okeh deh, eh aku bawa Erisa boleh?" tanya Elyas
"boleh kak, aku juga pengen ketemu dia"
"okeh deh, sudah pas ya sama perjanjian ketemuan itu"
"iya kak"
karna janjian masih besok, jadi masih aman bisa jalan ke kampusnya lagi, setelah sampai..
ia melihat ruangan kelasnya yang banyak murid disana generasi penerusnya, hingga ia berjalan disekitar kampus, ia teringat sama Carrabelle
saat sampai diruangan kerja Carrabelle, sudah tidak menjabat dosen disana
Joana tanya sama murid yang kebetulan lewat dan pas sekali ia adalah ketua bem disana. murid itu menjelaskan jika Carrabelle sudah lama dipecat karna berurusan hutang dengan Samuel, ketua utama mafia terkejam
mendengar itu jelas membuat Joana kaget, ia meminta alamat rumah Carrabelle dari murid itu dan mendapatkannya, ia pun langsung pergi
sesampainya..
"cari siapa?" sapa Carrabelle
"masih ingat saya?" tanya Joana
"emm?"
"saya Joana"
"astaga Joana? apa kabar nak?"
"baik buk. ibu gimana?"
"baik"
mereka mengobrol disana, dengan banyak hal dijelaskan Joana alasan ia kembali ke amerika, bahkan Joana menanyakan soal masalah dengan Samuel
disini awalnya Carrabelle malu menceritakan tapi karna paksaan juga akhirnya ia menjelaskan semuanya kepada Joana dan Joana pun kaget..
yap, bagaimana tidak, ternyata semua harta, rumah dan uang dikuras oleh Samuel tapi masih belum bisa menutup utang Carrabelle
membuat Carrabelle harus memberikan keponakannya kepada sang mafia untuk di jual dan dipakai sendiri
(paham kan?)
"tidak bu, itu tidak bisa dilanjutkan" kata Joana
"Joana, saya tidak bisa cara lain lagi, saya berikan ini dan bos Sam mengatakan pelunasan"
"ibu rela memberikan keponakan satu satunya itu?"
"ya kalau tanya soal itu pastinya tidaklah"
"gini, kapan deh ibu mau berikan keponakan ibu itu? gantikan dengan saya"
"jangan Joana, jangan macam macam kamu sama Sam"
"iya saya tau, saya kenal Sam"
terus dipaksa oleh Joana, akhirnya Carrabelle menerima itu dan mengatur minggu depan nya untuk melakuan urusan itu
esoknya..
Joana janjian dengan Elyas, makan siang diluar, dan tak lama Elyas sampai bersama Erisa, mereka menyapa disana.. makan siang dan mulai membahas beberapa hal terkait baliknya Joana
"okeh deh Joana. kalau ada apa apa kabari kita loh" kata Elyas
"iya Joana, aku selalu ada buat kamu kok" kata Erisa
"kak Elyas.. Erisa... makasih ya"
"iyaa"
mereka pergi, dan meninggalkan hari demi hari, masuk minggu dimana Joana janjian dengan carrabelle untuk memberikan keponakan carrabelle kepada Samuel untuk bisa ia "pakai"
Joana datang kerumah carrabelle dan menemuinya...
"saya sudah siap bu, lebih baik disini saja menunggu kabar dari saya, saya akan pergi ke hotel itu, mana keponakannya?" ucap Joana
"Joana, lebih baik jangan, bagaimana kalau bos Sam melukaimu? biarkan ibu antar keponakan ibu saja kesana"
"itu biar jadi urusan saya bu, ibu percaya tidak sama aku?" tanya Joana
tak lama seorang anak keluar sambil menangis, yap dialah keponakan dari carrabelle, saat melihat Joana anak itu kaget ternyata ia mengenali Joana
"kakak?" ucap keponakan Carrabelle itu
Joana lupa, karna sekali lagi, Joana bukan tipe anak yang mengingat seseorang dari wajah atau nama
"siapa ya? apa kita kenal sebelumnya?" tanya Joana
"kak,bini aku, apa kau ingat pada gadis yang menangis meminta gantungan kunci mainan doraemon?" tanya gadis itu
yaaap.. dia adalah Brielle, gadis yang menangis karna ingin mainan limited itu, ketika Joana sudah membayar, Joana melihat gadis kecil dan memberikannya
"Brielle? serius ini kamu? kamu besar sekarang?" ucap Joana
"iya kak ini aku, Brielle"
dulu Brielle masih kecil, masih sekolah dasar mungkin tapi sekarang sudah SMA, pertumbuhan begitu cepat membuat Joana sadar dirinya tak lagi tua
disini Carrabelle menjelaskan siapa Brielle itu, anak dari adik Carrabelle, tapi karna orangtuanya tidak mampu jadi memberikannya pada Carrabelle
orang tua Brielle masih hidup, dimana dulu Joana juga sempat bertemu, tapi orang tuanya pasrah jika anaknya diberikan kepada Samuel
ketika sekilas melihat penampilan Brielle ala anak muda sekarang, pantas saja, Samuel meminta dirinya yang memberikan diri untuk surat pelunasan hutang dari Samuel
akhirnya Joana berpikir, Joana sudah memiliki ide bagus untuk menjebak Samuel agar melunasi hutang dari carrabelle dan memberikan kembali semua hartanya
Joana menulis tangan semuanya persyaratan untuk Samuel
"Joana, apa yang kamu tulis?" tanya Carrabelle
"aku tulis perjanjian pelunasan hutang dan pengembalian harta kalian" kata Joana
"mana mungkin Joana? ini saya hanya pelunasan hutang ketika mereka mendapatkan Brielle" jelas Carrabelle
"sudah bu, ini biar jadi urusan saya, ibu tenang saja"
setelah selesai, isi persyaratan hanya sedikit yaitu..
lunas semua hutang Carrabelle dan keluarga tanpa sisa sedikitpun
lepaskan Brielle menjadi tawanan tanpa menjadi syarat untuk pelunasan
kembalikan semua harta
setelah selesai, Joana pergi bersama Brielle dan mereka pun perjalanan
selama perjalanan naik taksi, Brielle takut, menangis, memeluk Joana tanpa henti, dan mereka hanya diam
dapat supir yang tidak terlalu kepo jadi hanya diam meskipun ia tau jika mereka mungkin ada masalah hingga salah satunya menangis tapi ia baru sadar, satu nya lagi sama persis dengan ciri ciri yang temannya ceritakan kemarin
teman supir taksi itu adalah supir yang membawa Joana dan Westly saat pertama kali Joana datang lagi ke amerika
sesampainya..
Joana menuju kekamar yang kuncinya sudah dipegang oleh Brielle, sepanjang jalan, Brielle merasa ketakutan, bahkan sampai keringat dingin
setelah sampai kamar itu, Joana membukanya tapi tidak ada orang, Samuel belum datang
"tidak ada orang?" tanya Joana
"bos Sam bilang ia akan datang kalau aku sudah kabari"
"yaudah sana kabari"
"tapi"
"sudah sana, percaya sama aku"
Brielle mengabarinya dan setelah Samuel menjawab nya
"sudah?" tanya Joana
"sudah, ia sudah dijalan"
"Brielle, sini tukar baju sama aku"
"baju ini?"
"iya, kamu pakai bajuku ini, aku pakai baju itu"
"tapi"
"udah, buruan"
mereka bertukar baju dan tas yang mereka pakai disana, selesainya baru Joana meminta untuk Brielle bersembunyi dilemari