
dan penjaga itu langsung memberikannya masuk dengan gratis
"silahkan langsung bos" kata staff
semua masuk termasuk Joana, Joana bingung kenapa ia tidak ditarik karna staff itu tau Joana berada di tengah antara Motheo dan Samuel
"kok gak ditarik? bukannya masuk bayar kah?" tanya Joana
"sudah ku bayar" jawab Motheo
"ahh"
mereka lanjutkan jalan jalan, tapi Motheo dan Samuel masing masing membolehkan semua anak buahnya melakukan apa yang mereka ingin lakukan hari itu, akhirnya semua bubar
"kok pada pergi?" tanya Joana
"iya, mereka mau main sendiri" jawab Samuel
"ahh"
mereka pun jalan dan membeli beberapa makanan disana, hingga saat mereka membeli kesekian kali nya, karna Motheo dan Samuel menuruti apapu yang mau Joana beli, tak lama mereka menunggu untuk mendapatkan makanan yang Joana inginkan
setelah makanan datang dan membayarnya, mereka akan pergi tapi dua orang pasangan pun melewati mereka disana, membuat Joana malah teringat oleh Egar
"kenapa diam?" tanya Motheo
"kamu kenal sama mereka?" tanya Samuel
"tidak, aku hanya teringat suamiku" jawab Joana
Joana lanjutkan jalan dan pergi, setelah cukup lama, mereka berjalan dan akhirnya dua jam merasa lelah, semua datang dan istirahat sebentar sebelum kembali melakukan kegiatan hari itu
setelah beberapa menit, Joana berdiri..
"kak, aku mau beli makanan itu" kata Joana
"itu pedas" kata Motheo
"iya, aku lama pengen makan, dibelikan apa tidak dah?"
"iya udah ayo" kata Motheo
Motheo menyentuh tangan Joana dan akan pergi tapi Samuel melihat itu akhirnya juga ingin ikut
"ikut" kata Samuel menggenggam tangan Joana satunya
Joana melihat kedua pria itu sedikit saling beri kode karna cemburu satu sama lain, akhirnya Joana menyatuhkan tangan keduanya..
yaa.. tangan Motheo dan tangan Samuel, Joana satukan dengan tanpa rasa bersalah, Joana mengajak mereka ke tempat makanan itu
kedua nya pun saling melirik dan langsung melepaskan tangan mereka, disana para anak buah pun langsung menahan ketawa
"diam" bentak Motheo
seketika semua terdiam
"Joana, kamu minta antar, kenapa malah kasih tangan kami?" tanya Motheo
"dah itu bagus, aku bukan nenek nenek, bisa jalan sendiri" jawab Joana
Joana berjalan, akhirnya keduanya mengikutinya saja, dan disana para anak buah keduanya saling tertawa dan merasa geli, karna apa yang dilakukan Joana ini adalah sangat lucu
Joana sampai, membeli makanan lalu membawa lagi ke tempat berkumpul tadi tapi saat Joana yang tidak sabar makan makanan itu membuatnya malah menghalangi orang lain yang sedang asik jalan sambil bercanda
akhirnya keduanya sama sama terjatuh, karna Joana merasa ia yang salah, jadilah ia membantu dua wanita dan satu pria disana tapi si pria itu malah memarahi Joana
"kamu ini jalan pakai apa? pakai mata? kenapa makanan saja kamu lihat?" bentak pria itu
"hei sudah lah" kata temannya satunya
"iya biarin, kita jalan gak lihat juga kan" jawab satunya lagi
"kebiasaan orang gini, mikirin jalan orang lain makanya" kata pria itu lagi
"maafkan aku kak, aku tidak sengaja, ia aku tadi tidak sabar memakan ini" kata Joana
pria itu tidak tau jika ia sedang ada di dalam masalah, mungkin itu adalah sisa nyawa nya terakhir karna Motheo dan Samuel melihat dengan mata mereka sendiri, mereka menghina Joana
merasa paham situasi, Fabian langsung berlari, berniat membantu melerai kan saja, tapi Samuel dan Motheo geram, Motheo mendorong pria itu dengan cukup keras dan Samuel mendorong Fabian agar tidak ikut campur karna itu sudah urusan Samuel dan Motheo
Motheo langsung menghajar habis habisan dengan tangan kosong nya, Joana akan melarang tapi Samuel menahan lengan Joana agar tidak pergi
"kak udaaaah, kaaaak" teriak Joana
"Joana diam" teriak Samuel
"kaaaak, lepasin. itu gak salah, aku yang salah" kata Joana
semua heboh disana ramai melihat apa yang terjadi dan setelah puas, Motheo berdiri dan membuka masker juga topinya membuat semua orang disana kaget
termasuk juga Samuel yang membuka masker dan topinya bergantian dengan Motheo menghajar pria itu hingga dari tangan Samuel lah pria itu benar benar pingsan tak sadarkan diri
"kalian berdua, dengarkan saya, berani menyentuh gadis ini, berhadapannya dengan saya" kata Samuel
"bos, kami tidak ada maksud itu" kata mereka
"diam"
seketika itu lah Joana menutupi wajahnya dengan masker yang ia bawa dan menutupi setengah wajah atasnya dengan topi karna ia tidak mau ada yangm
mengenali nya disana dan menandainya karna salah satu bagian dari Motheo dan Samuel
saat Samuel juga akan menghajar dua gadis itu, Joana langsung teriak
"ka Saaaaaaaaam" teriak Joana kesal
seketika itu Samuel menurunkan tangan nya yang mengepal dan menunjuk kedua gadis itu lalu berkata dengan nada pelan
"kalian saya tandai termasuk pria ini, lihat saja" kata Samuel
Samuel dan Motheo membawa Joana pergi dari sana, mereka meninggal kan tempat itu, dan kondisi pria itu kritis, kedua temannya membawa kerumah sakit dan dinyatakan koma
sesampainya..
"kenapa kalian sekejam itu?" tanya Joana
"aku tidak suka ada yang kasar padamu" kata Motheo
"bukan seperti itu, dia tadi pingsan loh, kalau mati? kalian yang salah"
"tidak, tetap dia yang salah, tidak akan ada yang berani menyalahkan kami" jawab Motheo
"lagi pula Joana, dia sudah terlampau berani membentakmu, kita saja tidak pernah membentakmu ya" jawab Samuel
"ya tapi jangan ada kekerasan, aku tidak suka, apalagi tadi aku kak yang salah, bukan mereka yang salah" jelas Joana
"aku tidak peduli, yang salah siapa tapi kamu tidak boleh ada yang menyentuh" jawab Samuel
"jangankan kasar fisik kepadamu, membentakmu saja sudah masalah untukku, menyentuhmu sedikit saja, itu bermasalah apalagi berani berbuat seperti tadi" kata Motheo
"dengar ya, pria itu dan dua temannya sudah saya tandai, saya akan melakukan penyiksaan lagi karna berani melakukan itu pada mu" jawab Samuel
"kak, udah ya stop, jangan gila" jawab Joana
"aku tidak gila, aku serius bicara" jawab Samuel
"aku yang gila kalau begini" jawab Joana
"aku tidak suka ada yang berani menyakitimu" kata Motheo
"tapi kalian menyakitiku?" teriak Joana kesal
"aku sayang sama kamu, untuk itu aku melakukannya padamu" kata Motheo
Joana masuk kamarnya dan langsung tidur diatas kasur itu, sembari ia memikirkan bagaimana ia melihat dengan mata kepalanya betapa kejam dan bringas nya Motheo dan Samuel
esoknya.. Joana bangun, ia merasa depresi, ia kesal dengan keadaan yang tidak juga ia mengerti, mengapa ia berada disituasi kekejaman yang hebat ini