My Name JOANA

My Name JOANA
66



Elva langsung meripit pergi dan duduk dimejanya baru Feris masuk dan teriak


"bisa bisa nya saya baru masuk langsung di begal" ucap Feris


"pak, maafkan teman saya pak" ucap Sahid


"bukan kamu yang harus nya mengatakan itu" jawab Feris


"lu sih kan, sana tuh gimana diam doang dong" bisik Tiko, sahabat Elva


Feris hanya diam disana, selama 10 menitan berdiam diri didepan kelas itu, ketua kelas meminta untuk Elva meminta maaf saja agar kelasnya cepat dimulai


karna itu kelas pertama mereka diajar oleh dosen Feris


"gak ih" jawab Elva


"Elva, lu kalau kaga mau liat aja nih kelas, gak diajar loh Elva" ucap Sahis


"ih kah"


"sana deh, cepetan, keburu dia keluar dong" ucap Tiko


karna paksaan, akhirnya Elva kedepan dan meminta maaf


"pak, maafin saya, saya tidak tau anda dosen, mukanya gak cocok" kata Elyas


"Elvaaa" teriak ketua kelas nya


"iya pak maaf pak"


setelah dipersilahkan duduk, baru Elva duduk dibangkunya lagi


lagian ada masalah apa sih lo" bisik Tiko


"diaaam" teriak Feris


pelajaran Feris dimulai, selepasnya sudah direncanakan oleh Elva akan pergi kerumah Joana, bukan mencari Joana karna Elva tau pastinya Joana di amerika


tapi karna mencari Melanie dan Amir, karna Elva sudah cukup dekat dengan keluarga Joana, sejak dikenalkan oleh Joana beberapa waktu yang lalu


berasa memiliki keluarga baru karna memang ayah ibu dan bibi Joana sangat welcome kepada siapapun orang asing, saking baiknya bahkan tidak peduli bagaimana baground orang tersebut


setelah selesai kelas, Elva berjalan menuju kerumah Joana, sesampainya..


"buk" sapa Elva


"eh Elva, ayo masuk" sapa Melanie


"iya buk, ibu lanjutin saja deh"


"okeh, ada Melinda didalam"


"yaa"


saking dekat nya memang bahkan saat Elva masuk seperti rumah sendiri, dan semua keluarga dirumah Joana itu tidak keberatan karna tau bagaimana baground dari Elva dalam keluarga yang hanya tinggal berdua dengan kakaknya saja yang sekarang menjadi pacar dari Joana


saat masuk dan melihat ada Melinda..


"haaai" sapa Melinda


"hai bibi, lagi apa?"


"ini belajar"


"ooh. guru juga harus belajar ya"


"iya dong"


mereka mengobrol berdua disana, tak lama Melinda masuk, ia baru selesai menyirami bunga di depan rumahnya


tak lama, Egar juga datang kerumah Joana ternyata, dihari yang sama dengan Elva datang hanya beda waktu


Egar tidak ada urusan memang, tapi ia entah tiba tiba kepikiran soal boneka itu, boneka yang ada dijendela kaca kamar lantai atas tepat di samping kiri pintu utama rumah Joana


yaa, sama dengan Elva, Egar dan Ello sering pergi kerumah Joana untuk menyapa orang tua Joana, itulah pertemanan yang baik memang, bukan hanya peduli sama Joana tapi juga keluarganya


dibandingkan dengan Elva, sebenarnya Egar lebih lama kenal dan jauh lebih dekat dengan keluarga Joana tapi memang karna kesibukannya itu yang membuatnya jarang bisa mampir kecuali lewat


setelah masuk..


"hei ada Egar, masuk sini gar" sapa Melinda


"iya bi, kemana ibuk?"


"ada, didalem, eh tunggu, kaaaak, ada Egar, buatin 2 minumannya" teriak Melinda


"oh yaa" jawab Melanie


disana Elva pertama kalinya bertemu dengan Egar, mereka tidak saling kenal, dan disinilah pertama kali mereka bertemu


"ini nak buat kamu Elva, ini buat Egar, Egar sama Ello?" tanya Melanie


"sendirian buk, tadinya cuma lewat pas keinget saja"


"ooh"


"eh kalian sudah pada kenal belum ini?" tanya Melinda


"tidak bi" jawab Elva


"ini Egar, sahabatnya Joana dikampus ya gar" kata Melinda


"haha iya bi, salam kenal, Egar" sapa Egar


"jadi Elva ini adiknya Elyas, gar" ucap Melinda


"oh, adiknya Elyas?" tanya Egar


"hehe iya, kenal kak?" tanya Elva


"banget lah, apakabar dia?"


"baik kok kak"


beberapa menit disana, Elva berpamitan pulang lebih dulu tapi Egar juga ikut pamitan ternyata


"bi, saya pamitan deh, udah sore" kata Elva


"loh Elva, kok buru" jawab Melinda


"bi, saya juga sekalian deh kayaknya pamitannya" kata Egar


"waah Egar nih malah juga pamitan, kaaaak, anak anak pamitan ini"


"iya iya, ibuk lagi beresin kamar, kalian duluan deh gakpapa ya" jawab Melinda


"iyaa" jawab Elva


setelah keluar dari rumah Joana, mereka saling sapa, dan mengobrol sambil jalan


"kamu teman nya kak Joana sejak kapan?" tanya Elva


"aku sejak kuliah sih, baru kok, gak lama lama banget"


"emm"


"kamu adiknya Elyas beneran ya?"


"iya kak"


"pantas sih" jawab Egar dalam hati


karna look nya saja terlihat jika Elva adalah gadis urakan dan sedikit tomboi dan itu bukan sama sekali tipe Egar


sementara hari berikutnya, dimana Egar kembali datang kerumah Joana karna ia penasaran kepada boneka milik Joana itu, kemarin tidak sempat karna tidak enak ada Elva


setelah masuk ternyata bertemu Amir..


"pak" sapa Egar


"nak Egar, masuk gih"


"sudah pak disini saja sama bapak"


"iya juga didalam gak ada orang hehe"


"bibi sama ibuk kemana?"


"sama sama kerja mereka"


"oh, bapak?"


"baru saja pulang, makanya santai"


"ohh"


"ada apa nak, bukannya kemarin kesini ya?"


"iya, mampir lagi pas kebetulan lewat saja sih pak"


"ohh"


basa basi lah dulu, beberapa hal dibahas baru menjurus kepada boneka yang ia bikin penasaran itu


"oh ya pak, di atas, dilantai atas, Egar lihat ada kamar ya" kata Egar


"oh ada memang kamar nya Joana diatas kan"


"disisi kiri ini pak?"


"bukan, itu tempat lama Joana, kamar juga, tapi kamar yang waktu Joana masih buta dulu, pas sejak melihat, jadi pindah kamar depannya, tapi masih depan kamar lama kok"


"ohh, emm Egar lihat sih pak ada boneka, baju biru tua, itu boneka apa ya?"


"boneka? banyak kan di pajangan jendelanya"


"yang baju biru tua"


"lah iya, kan warna kesukaan Joana"


"ini pak, yang rambutnya dikepang dua"


"ohhh itu, kalau kata Joana, dia kasih nama Nav"


"Nav? yang pakai kacamata mirip sama dipakai Joana kan?"


"iya, cuma Joana pakai itu yang warna hitam, Nav pakai biru tuanya, tapi sama sama kacamata biasa saja, bukan minus atau plus juga, cuma buat lindungi mata kan"


karna memang Joana selalu memakai kacamata ketika ia berada diluar untuk melindungi matanya dari apapun terutama debu, jadi tidak heran jika kenal Joana, Joana akan memakai kacamatanya mulai dari tempatnya keluar hingga ketempatnya akan datangi lagi


"apa sejarah nya sama boneka itu ya pak?" tanya Egar


"sejarah? sejarahnya itu, waktu itu nenek istri saya kasih, itu boneka nenek dari neneknya nya istri saya"