My Name JOANA

My Name JOANA
9



"oh ya memang begitu ya dampaknya kalau berteman?" tanya Joana dengan polosnya


"iya lah begitu Joana" jawab mereka


sementara sahabat nya tidak suka dengan Nandra karna waktu dianggapnya Nandra orang baru, mereka merasa jika lebih banyak waktu dengan mereka tapi saat tau hubungan Joana dan Nandra jauh lebih dari mereka ketimbang mereka malu karna Joana akan lebih memilih Nandra mereka diam saja


"iya aku jaga hubungan baik ku kok" kata Joana


"sama Nandra juga, kamu sering sibuk sama Nandra, lupain aku" kata Lina


"loh, kan aku sering ajak kalian bareng aku sama Nandra, kan kalian selalu menolakku" kata Joana


"aku tidak enak lah Joana"


dari tempat berbeda, Claudi mengetahui percakapan mereka hari itu, ia tersenyum smirk, melihat dua teman kelasnya itu


beberapa hari berlalu, ketika Joana pergi bersama Nandra, ia berjalan ke kantin untuk makan, padahal biasanya, jam istirahat, akan digunakan Joana diam dikelas, keluar seperlunya dia saja


saat Joana pergi, Claudi yang akan pergi melihat Bono berjalan ke kelas nya


ia mengikuti perginya Bono, tapi Bono berpapasan dengan Lina dan Niane di depan kelas


"cari Joana?" tanya Lina


"iya"


"dia pergi, sama pacarnya" kata Lina


"pacar?"


"iya, sama Nandrq" sambar Niane


"Nandra pacaran sama Joana?"


"emm, pacaran" jawab Lina


"kemana?"


"gak perlu deh nyari nyari dia lagi, dia udah bahagia" kata Lina


melihat Lina dan Niane meminta agar Bono terus menjauhi Joana, agar Bono tidak lagi mengurus urusan dengan Joana, Claudi mendekati mereka dan menskak mat keduanya


"Lina Lina, Niane Niane, kalian ini teman dikatakan macem apa sih? heran gue, bilang temen buat Joana, Joana gak boleh sama gue, gak boleh sama Bono, gak boleh juga sama Tiara" kata Claudi


"bicara apa kamu?" bentak Lina


"iya kan? ngapain kalian suruh Joana jangan dekat dengan Tiara, jangan dekat sama Rean, jangan dekat sama Bono, tapi kalian gak suka Joana dekat sama Nandra, terus kalian pikir mau teman sama siapa? "


"kan ada gue" kata Niane


"ada lu? lu suka apa Joana? lu pengen juga sama Joana?" tanya Claudi


Bono kaget apa yang dimaksud oleh Claudi tadi


"Lina, Niane, gue tau ya lo dua orang yang suka sama sesama jenis. jangan lo pikir gue gak ngerti, gue gak buta Lina kalau lo sama Niane pacaran" jelas Claudi


seketika Bono kaget, karna ia baru tau jika itu kenyataan dua teman Joana..


merasa Claudi benar, Bono membantu Joana agar Joana tidak begitu mendengarkan Lina dan Niane


beberapa hari berlalu.. ketika Claudi berhasil mendekati Joana tanpa pengaruh larangan Lina dan Niane karna keduanya terlanjur malu dengan yang dikatakan Claudi beberapa hari lalu . .


tak lama Bono datang dan menjelaskan tentang Lina dan Niane, karna kesal dirinya dijelekkan Bono, Lina dan Niane membela diri sendiri tentunya


terjadi percek cokan di kelas itu..


Joana akhirnya membuka suara


"kalian kenapa sih, kita sisa setahun loh tinggal bersama" jawab Nandra


akhirnya mereka diam, selang beberapa hari, kakak tingkat yang satu leting dengan Bono akan mengikuti beberapa deretan ujian, begitu juga dengan Bono tentunya..


setelah Bono tidak lagi sekolah, masalah satu hilang..


dihari kedua setelah kemaren pembagian ruang kelas baru dan juga beberapa jam wajib sekolah, dihari keduanya seperti biasa, Joana berangkat ke Sekolah, sesampainya disekolah, masih sama dengan Joana yang kemaren, ia melihat sekeliling sekolah


ia juga melewati tempat kerja Dimas lalu melihat dari luar jendela


beberapa hari dilewati oleh Joana, kini, terlihat kebersamaan antara Joana dan Nandra, Rean dan Tiara..


tapi seiring kebersamaan Nandra dengan Rean, ia menjadi tau jika Rean terlihat tidak tulus pada akan hubungan Nandra dengan Joana..


ditambah beberapa waktu lalu tak sengaja ia mendengar percakapan Bono dengan Claudi tentang Nandra dan Joana terlihat memiliki hubungan tapi mungkin mereka sengaja menutupi dari semuanya


"Rean" sapa Nandrq yang melihat Rean sendirian di kelas


"emm hai"


Nandra duduk disamping Rean, lalu mereka mengobrol


"aku dengar beberapa anak kelas ini bilang kamu suka sama Joana?" tanya Nandra


"suka? kata siapa? tidak"


"sudah jangan bohong, aku tau, aku rela jika kamu dekati Joana, tapi dia sahabat ku sejak kecil, sejak ia masih buta, kepolosannya membuatku sangat tidak mau dia dekat dengan orang yang salah" kata Nandra


"aku akan menjaga dia dengan baik jika aku bisa memilikinya"


mereka mengobrol dan Nandra memberikan kepercayaannya pada Rean untuk nya menjaga Nandra..


beberapa hari berlalu, akhirnya Rean bisa dekat lagi dengan Joana, meskipun Joana hanya anggap itu pertemanan baik tapi tak masalah asalkan ia bisa sering berdua dengan Joana..


Nandra yang selalu mengalah memberikan waktu untuk Rean dekat dengan Joana, begitu juga Tiara..


Tiara mungkin memang menyukai Rean, tapi sejak awal ia tau bagaimana perasaan Rean sesungguhnya pada Joana meskipun Rean sering kali mencoba menjadi lelaki kuat


"waah gak terasa sudah beberapa bulan lagi kita di sekolah" kata Tiara


"oh iya, oh kalian mau lanjutkan kemana?" tanya Nandrq


"aku sih kuliah deh, karna aku mau kejar S1 permintaan ayah bundaku" jawab Tiara


"aku pengen nya ya kerja, tapi aku gak di bolehkan sama orangtua terpaksa turuti saja mereka" kata Rean


"ah enak bisa lanjutkan ke lebih tinggi, aku, ayah, ibuku, semua pengen aku lanjut seperti itu, tapi jika uang tidak ada ya masa aku maksa" jawab Nandra


"lalu kamu akan lanjut kemana?" tanya Tiara


"aku akan bekerja, beberapa tahun untuk kumpulkan uang dan akan membuka usaha sendiri nantinya"


"waah semangat ya, kami juga bangga punya teman yang sudah mau berjuang sejak awal seperti ini" kata Tiara


"kalau Joana?" tanya Rean


"kalau aku tunggu keputusan bapak sama ibuk, kalau mereka mau aku kerja, aku akan kerja, aku akan mencari pekerjaan, mungkin bareng sama Nandra, kalau mereka mau lain ya intinya aku menurut mereka saja" kata Joana


karna Joana terbiasa dengan keputusan apa dari orang tuanya, ia akan mengikuti keputusan itu, bapak ibunya juga akan membantu Joana, baik mencari pekerjaan atau nanti mencari tempat kuliah


tapi seperti sudah direncanakan oleh Amir dan Melanie, orangtua Joana, mereka akan melanjutkan kuliah untuk anak mereka..


kuliah dengan apapun yang diinginkan Joana meskipun berbeda dari ibunya dan bibi nya yang menjadi seorang guru keterbelakangan mental ( psikologi ) tapi itu memang diinginkan juga ternyata oleh Joana disini