
disisi lain malah mereka juga berpikir Joana bukan orang yang pantas bersama keduanya karna Joana terlalu baik
"lalu bagaimana dengan suami Joana yang asli?" tanya Delvin
"iya, bagaimana dengan dia? aku juga mikir" kata Ravansa
"apa kalian pernah bertemu?" tanya Albern
"pernah, beberapa kali, tampaaaan sekali dia" kata Delvin
"oh ya?"
"emm bener banget, dia itu beneran tampan, manis pula, wajahnya itu loh, menawan" kata Ravansa
"kasihan yaa, hubungan mereka sebenarnya dalam masalah" kata Benjie
malam semalaman mereka membicarakan itu, tentang Joana, tentang kebaikannya, tentang hubungan dengan bos bos mereka bahkan tentang suami Joana
dimana yang tau hanya Ravansa Delvin soal suami Joana yang dari Indonesia, sementara Benjie Albern tidak tau karna mereka diliburkan oleh Joana selama seminggu full
tak terasa waktu berjalan hingga paginya, Samuel datang..
"bos, baru datang?" sapa Albern
"emm" jawab Samuel
"kemarin nona menanyakanmu"
"oh? lalu?"
"ya kubilang saja kamu pergi sebelum nona datang kerja"
"tanya apa lagi?"
"sudah"
"dimana dia, ada kan?"
"ada bos, diatas kok" kata Albern
"biasanya kerja berangkat jam tujuh bos" kata Ravansa
"ahh"
Samuel sudah mandi dirumahnya, ia langsung naik keatas, mengetuk pintu rumah atas Joana, tak lama Joana bukakan, dimana ia sudah akan pergi kerja
"kamu kemana kemarin?" tanya Joana
"aku pulang, ada keluargaku dirumah" kata Samuel
berbohong tapi jujur, maksudnya alasan Samuel karna dirumah ada keluarga memang jujur, karna dirumah Samue benar kedatangan keluarganya tapi bukan itu alasan mengapa Samuel tidak balik balik lagi kerumah Joana
"aku mau pergi kerja" kata Joana
"kuantar"
"kan sama Vansa dan Delvin"
"ya tidak apa, mereka biar bawa mobil sendiri, aku sama kamu naik mobilku"
"kenapa ribet?"
"udah, ayo, mau cepat sampai Jorshy tidak?"
"iyaa"
Joana pergi bersama Samuel dengan mobil Samuel tapi tetap diikuti oleh Ravansa dan Delvin, sesampainya, Samuel hanya mengantarkan Joana saja memang setelah itu ia langsung pergi lagi, mengurus pekerjaannya
Joana masuk dan mulai pekerjaannya, ia menulis semua hasil laporan beberapa hari dan laporan mingguan, baru ia pergi keruangan rawat Calvin
"hai Calvin" sapa Joana
"Joana?"
"sudah makannya?"
"emm sudah minum obat dipaksa"
"iya memang harus dipaksa kalau kamu tidak mau, jangan menolak minum obat" kata Joana
"hemm, Joana bawa apa hari ini?"
"gak ada, Joana gak bawa apa apa"
"yaaaah"
"tapi Joana punya ini" kata Joana
Joana memberikan hadiah lucu mainan robot doraemon bisa mengikuti suara pemiliknya
"waah ini bagus sekali? buat aku kan?" tanya Calvin
"iya, tapi janji dulu, aku mau bilang sesuatu tapi kamu gak marah"
"aku kan gak pernah marah lagi" jawab Calvin
"oh iya, yaudah Joana jelasin"
Joana menjelaskan dengan lembut dan Calvin bisa mengerti, Joana juga mengatakan Calvin harus kembali dipasung saja selama Joana tidak ada
Joana menjelaskan beberapa ketakutan dokter dan suster jika tidak bisa menghandle Calvin ketika marah, seperti sebelum sebelumnya yang hanya bisa di atasi oleh Joana
"jadi balik kekamar itu lagi?" tanya Calvin
"disini saja, aku akan bawakan pasungan yang lepas pasang saja"
"yaudah disini saja, aku tidak akan pergi kemana mana kan dipasung disini"
"iyaa"
Joana bisa meyakinkan Calvin untuknya mau dipasung lagi, Joana lega urusan ini sudah bisa ia lepas, sorenya, pulang kerja, Joana pulang kerumahnya, seperti biasanya lah, pergi mandi lalu naik ke rumah atas dan membaca buku, setelah malam, ia baru memulai menyiapkan apa saja yang akan dibawa oleh Joana untuk pulang ke indonesia
tak lama Samuel datang..
"sayaaaang" ucap Samuel
"Bay? kamu ngapain?" tanya Joana
"aku kangen sama kamu"
"ih kamu minum ya? berapa botol dia habis?" tanya Joana kepada Fabian yang mengantarkannya pulang
"tidak tau nona, sudah ketemu tersungkur saja dibawah" jelas Fabian
"astaga Saaaam" ucap Joana
"Bian.. dimana? mana Joana?" ucap Samuel
"ini, aku disini, ayo kita masuk, tidur didalam" kata Joana
Joana mengurus sendiri Samuel, membawanya masuk kamar dan menidurkannya, karna kerjaan belum selesai jadi Joana tinggal Samuel, biarkan tidur dulu, dan Samuel juga telah tidur langsung setelah Joana pindahkan ke kasur
hari berlalu, berjalannya waktu, waktu yang cukup cepat dimana akhirnya Joana memutuskan untuk pergi kembali ke indonesia setelah tiga tahun tidak kembali
Joana sudah lama bersiap siap dan ia sudah sangat siap tinggal pergi saja
"lihat tiket terbangmu?" tanya Samuel
"tidak, aku kan sudah bilang, aku tidak akan macam macam, aku akan kembali, kau tenang saja, aku juga masih ada pasien kurawat" kata Joana
"bukan itu, aku cuma ingin melihatnya"
"lihat saja, jangan sentuh, aku kuatir kau merobeknya"
"hemm, iya"
setelah memastikan, Samuel berat sekali melepaskan Joana, ia cukup trauma pernah membiarkan Joana pergi tapi Joana malah kembali dengan status telah menikah
ia takut banyak hal ketika ditinggalkan oleh Joana..
"kamu ini kenapa? tunggu, jangan bilang kamu tidak berikan ku izin pergi?" tanya Joana
"ya jelas lah, berat itu, aku tidak bisa, sudahlah ngapain kamu pergi, nanti gak balik lagi"
"astaga kenapa setakut itu? bukannya gadis diluar masih banyak yang cantik?"
"aku tidak peduli"
"astaga ayolah, usiamu saja sudah berapa? kamu beberapa tahun dibawa usia ayahku" kata Joana
"oh ya? ya salah kah? tidak kan?"
"iya salah, aku sudah bilang aku balik, lagi pula kalau aku gak akan balik kesini lagi pun kan hak ku, hidup hidupku"
"kan, gitu, yaudah aku larang pergi sudah"
"ya kamu sih, aku balik Baaaay" ucap Joana
setelah meyakinkan Samuel dan Joana bersiap pergi, saat akan pergi ke bandara, Samuel baru sadar jika tidak ada yang menemani kepulangan Joana
saat akan masuk mobil, Samuel melihat dua satpam jaga rumah Joana tidak ada yang ikut
"tunggu, mereka tidak ikut?" tanya Samuel
"siapa?"
"itu, Albern dan Benjie"
"mereka stan jaga rumah kan? ngapain ikut?"
"ya siapa tau, terus Vansa dan Delvin?"
"gak ada yang ikut, mereka juga ku tolak ikut"
"bah, gak ada kalau gak pergi sama mereka, gak ada, aku gak kasih kamu izin"
"loh, kenapa sih Bay? aku kan bilang balik kok, aku janji ini, sungguh deh"
"gak, aku gak peduli, aku gak akan bolehkan kamu pergi sendirian, gak ada"
"oh bener? kamu gak kasih aku izin sekarang? aku akan mengurus perceraian" kata Joana
"Joanaaa?" ucap Samuel gemas