
tapi Wilson malah meminta agar Joana yang menerima hari ini adalah Wilson yang membayar semuanya
"Joana, aku kan sudah sembuh, dan kembali pada keseharianku, aku harap kamu tidak menolak aku yang bayar semua" kata Wilson
"kamu jangan bercanda"
"serius, aku sengaja menagih janji karna ingin tau apa kamu ingat dan hanya itu saja, bukan aku minta lainnya"
mereka berjalan seharian, dan laporan ini tentu sampai pada Motheo dan Samuel, melihat ini, keduanya kesal, keduanya tidak suka Joana dekat apalagi sangat intim dengan pria lain seperti saling tatap, ketawa bahagia bersama, bergandengan tangan pula
tapi ketika bersatunya Motheo dengan Samuel lagi atas bisnis haramnya ini sejak mereka meminta Delvin dan Ravansa menjadi mata mata
melihat tayangan dimana hasil rekaman diam diam keduanya, Bastian dan Fabian kaget karna mereka mengenali siapa pria bersama Joana itu
tapi Fabian tidak mau angkat bicara karna ia takut akan panjang masalahnya tapi Bastian lah yang angkat bicara karna ia memiliki dendam dan masalah tersendiri dengan Fabian dan Cali, jadi kesempatannya untuk menyiksa keluarga mereka dengan bersaksi didepan Samuel dan Motheo
"bos, aku tau siapa pria itu" kata Bastian
"Bastian" ucap Fabian
"katakan Bastian" kata Motheo
semua disana tau hubungan antara Fabian dan Bastian karna permusuhan berawal atas dendam dari Bastian kepada Fabian yang membuat keduanya terpecah dan ikut geng berbeda
"katakan, siapa, Fabian, kau diam" kata Samuel
Bastian menjelaskan tentang pria itu, semuanya, mulai dari Wilson dengan hubungannya bersama Walton adalah adik kakak, lalu Walton hubungan dengan Cali adalah suami istri dan mereka masih satu keluarga dengan Fabian dan Bastian juga
mendengar itu, mereka meradang, akhirnya membawa 4 anak buah masing masing melabrak rumah Wilson
mereka mengetuk pintu itu dengan pelan tapi ketika Walton membukanya, ia kaget, bak mimpi yang menjadi nyata, ia berhadapan dengan Samuel dan Motheo sudah dalam ancaman
"ka..kalian" ucap Walton
"cari Wilson" kata Motheo kepada anak buahnya
"bos, tolong bos jangan ganggu kami, adik saya baru sembuh dari penyakit mentalnya" kata Walton
seketika itu, mereka terdiam, lalu mereka menatap kembali kearah Walton, Walton menjelaskan semuanya tentang hubungan kedekatan Wilson dengan Joana sebatas pasien dengan dokter
"okeh saya percaya, tapi bisa saya bertemu dengan Wilson?" tanya Motheo
"tolong jangan, aku sangat takut adikku melakukan yang tidak mau aku inginkan"
"maksudmu, aku akan melakukan yang kamu tidak mau lakukan? kamu tenang saja" jawab Samuel
"Bastian, Fabian, bantu aku" kata Walton
"maaf kak, tapi bukannya kamu sudah tau, jangan pernah berurusan dengan siapapun yang berurusan dengan kami?" tanya Fabian
"kurasa kalian pantas mendapatkan ini, tidak diberi pelajaran setidaknya kalian diberi pengertian agar tidak pernah lagi meremehkan yang sudah kami tetapkan" kata Bastian
"Wilson" teriak Max dengan keras
Wilson turun dari lantai dua nya
"ada apa? kalian? ada apa mencari rumahku?" tanya Wilson
"kuperingatkan sekali lagi, jangan pernah menyentuh sedikit saja pada Joana atau tidak kalian menyesal" kata Motheo
"apa tidak boleh sahabat kepada sahabatnya menjadi dekat? aku dan Joana bersahabatan"
"tidak, cukup sekali saya katakan tidak" kata Motheo
"jangan pernah sekali saya dengar kalian mencoba mendekati dan mengambil perhatian Joana" ucap Samuel
mereka pun pergi, Bastian memberikan seyuman smirk dan pergi, karna ia memang sebenarnya ingin membuat mereka menderita, tapi Fabian...
"aku harap dengan ini kalian paham, aku tau perasaan kalian, tapi aku harap kalian tidak membahayakan diri sendiri karna Joana" kata Fabian
mereka pun pergi, meninggalkan rumah itu, disini Walton kembali mengingatkan Wilson, tapi Wilson juga tidak paham jika kakaknya takut ini terjadi lebih sadis
"kan sudah pernah sekali kubilang?" tanya Walton
"Wilson, kenapa kamu keras?" teriak Walton
"iya, tidak selemah kamu menyukai Joana tapi mundur karna kalah sebelum perang" kata Wilson
Wilson akan pergi tapi Walton menahan lengannya
"apa maksudmu? apa kamu menyukai Joana?" tanya Walton
"bukan hal yang salah kan?" tanya Wilson
Wilson tidak mengelak ia menyukai Joana tapi ia juga tidak membenarkan jika ia menyukai nya
hari berlalu, dimana hari berlalu, sebulan sudah, kontrak kerjaan Joana juga berakhir, Joana juga bingung harus bagaimana
Joana masuk ruangan kerja Jorse dan Shilly untuk membahas kontrak nya yang berakhir
"masuk Joana, duduklah" kata Jorse
"terimakasih dokter"
"jadi gimana? apa pertimbangan kamu? kau mau menyelesaikan kontrak?"
"iya pak, saya menyelesai kan saja, saya akan mencari cara untuk bisa pulang ke indonesia, kalau saya masih ambil kontrak, saya tidak sempat memikirkan ini karna pekerjaan"
"yasudah kalau kamu tidak menerima kontrak baru tidak apa apa, oh ya, kamu bisa tinggal dirumah dinas itu kok, selama kamu mau" kata Jorse
"tidak pak, bisa anda berikan pada staff lainnya kan, saya keluar saja"
"apa? kamu mau tinggal dimana?" tanya Shilly
"aku dapat hadiah rumah dari bibi Ameera dan paman Freedy, aku bisa tinggal disana"
"ahh, apa kamu yakin?"
"iya dokter, saya berterimakasih atas rumah dinas dan tumpangan tinggal disana"
"Joana. kalau mau main kesini ya datang saja, kami menyambutnya" kata Jorse
"terimakasih pak"
setelah semua urusan selesai, Joana baru pergi..
dari rumah sakit kerumahnya, Joana membereskan beberapa barang bawaan nya, ia membutuhkan taksi untuk membawa barangnya ke rumah baru nya
ia teringat Alberto
"halo Joana?" sapa Alberto
"ya pak, pak ada kerjaan gak?"
"ada apa ya Joana?"
"saya mau pindah rumah, saya lelah dikejar kejar sama kak Theo dan kak Sam, apa kamu bisa mengantarkan aku pindahan?"
"aduh saya ada kerjaan kantor ini"
"waah tidak bisa ya pak?"
"cari saja taksi didepan Joana, maafkan aku"
"iya paman, maaf ya aku jadi menganggumu"
Alberto menutup telfonnya padahal ia tidak ada sama sekali pekerjaan, dan ia juga ada taksi menganggur, tapi ia memutuskan tidak membantu, karna ia takut, urusan ini akan ada dampak besar kepada nya mengingat Joana pindah untuk menghindari keduanya
Joana akhirnya membereskan semua bajunya dan peegi menggunakan taksi, sesampainya dirumah baru nya, ia meletakkan barang barangnya dan tas kopernya
ia merebahkan badannya dilantai depan televisi rumah itu, karna sudah ada karpet juga disana
Joana terlalu lemas hari itu menompang badannya yang terasa berat karna masalah dihadapinya, sementara 2 anak buah Motheo dan Samuel yang baru sampai rumah Joana, mereka telat datang jadi tidak tau