My Name JOANA

My Name JOANA
314



menanyakan kepada Lestari tapi tidak tau Elva dimana karna tidak sama sekali kesana, malah Lestari menyuruh Feris kerumah Joana Egar, ia sudah kesana tapi tidak lanjutkan menanyakannya lagi


"kerumah Egar coba kesana" kata Lestari


"oh kesana ya? iya deh nanti aku kesana" kata Feris padahal ia sudah kesana


pergi juga ia kerumah Sherla, juga kerumah Tiko dan Sahid, saat kerumah Sherla, Sherla tidak ada orang, ia show, ditelfonlah oleh Feris


"halo, Sherla dimana? aku didepan rumahmu"


"loh ngapain kak? aku ada show ini di bandung, sama Nandra"


"bah, kamu ada kabar Elva?"


"Elva? gak ada, dia gak ada kabar, dia sibuk kuliah akhir akhir ini kan?"


"ia, tapi aku jarang menemuinya yaudah deh kamu lanjutkan"


"oh yaudah iya"


pergi kerumah Tiko dan Sahid bergantian, mereka juga benar benar tidak tau keberadaan Elva, lalu kemana Elva?


balik lagi ke Joana yang bersama suaminya menonton film setelah menonton beberapa berita amerika, yaa kerjaan mereka begitu seterusnya, selalu menikmati kebersamaan dengan penuh kesantaian


hari berlalu, ketika paginya Joana membangunkan Egar untuk pergi kuliah, karna mulai masuk lagi kampus dan pelajaran dikelas Egar


setelah Egar selesai mandi ternyata Joana juga siap..


"Moy? mau kemana kamu?" tanya Egar


"antar suamiku kuliah" jawab Joana


"wooh? kamu mau antar? aku bilang gak usah antar jemput gakpapa sayang, penting kamu gak pulang dulu aja"


"gak ah, aku mau antar kamu"


"terus? pulangnya kamu gimana? aku kan bawa mobil, kamu apa bisa baliknya kerumah bawa mobilku?"


"naik taksi saja lah, ya"


"oh iya juga, yaudah deh, gakpapa, demi kamu apa aja sudah"


"hehe, ayo siap"


mereka pergi, menuju kampus, sesampainya...


Rahayu yang sudah menunggu, ia pikir Joana sudah balik, karna menurut Egar kan hanya seminggu saja Joana balik


ketika melihat Joana jalan bersama Egar akan mendekatinya, Rahayu langsung berlari masuk kesalah satu ruangan dibelakang kursi duduknya, itu adalah ruangan untuk anak lab, jadi ia disana dan menunggu sampai Egar Joana lewat


baru mereka lewat, Rahayu keluar, dan duduk lagi di kursi disana, sembari menyenderkan kepalanya di tembok, ia mencoba berpikir sehat, untuk apa lanjutkan berharap masih bisa dengan Egar?


ahh dirasa untuk menjadi teman biasa juga sudah tidak pantas melihat Egar sudah memiliki istri, dimana bahkan istrinya sebaik, secantik, sewangi, semenawan Joana, apalah seoarang Rahayu dibandingkan Joana


hanya itu dalam pikiran Rahayu saat ini, ia terlalu bodoh menunggu jodoh milik orang lain, menunggu cinta yang cinta pada orang lain, menunggu pria yang milik gadis lain


akhirnya Rahayu memutuskan pergi kekelasnya dengan tangga lain, agar tidak berpapasan dengan siapapun antara Joana dan Egar


saat Joana sampai di kelas Egar, Egar tanpa segan mencium kening Joana didepan kelas nya itu, dilihat oleh beberapa temannya dan Egar tanpa ragu mengatakan


"ciyee Egar.." ledek setiap teman kelas lewati Egar


"istriku" kata Egar


"ahh oh ya? sorry sorry, salam kenal" jawab mereka


"salam kenal balik semua kak" jawab Joana


teman teman Egar saling berbisik dan berkata, hebatnya Egar ternyata istrinya begitu sempurna, cantik, senyum ramah, sopan, good attitude intinya, dimana semua kagum kepada Egar karna memiliki istri Joana


yaa jadi bisa kan dibayangkan? sejauh apa Joana dalam perubahannya? sejak ia memegang uang miliaran setiap bulan nya, tidak ada lagi yang Joana lakukan selain menghabiskan uangnya untuk kesenangan pribadinya terutama merawat badannya


"yaudah, nanti aku ada kelas sekitar tiga dosen Poy" kata Egar


"ini selesai jam berapa?"


"ini kelas dua jam saja, baru 15 menit berikutnya kelas lagi, jadi gak pulang, selesainya sejam tapi aku ke perpustakaan saja kalau sejam sebelum kelas terakhir"


"berarti sore ya?"


"jam tiga sore aja kesini dah" kata Egar


"siap bos ku" jawab Joana


"eh kok bos?"


"kan ikut ikut kamu"


"ehh jangan lah, itu buat aku sama temen temen"


"bukan lah, kamu istriku, gak ada"


"tapi dulu aku temen kan?"


"dulu, itu juga mana pernah aku panggil kamu bos?"


"iya ya? kenapa? katanya dulu teman? kok dulu gak panggil bos?"


"ya dari dulu kamu udah spesial"


"aduuh mulai nih anak" sindir Joana


"serius kalau ini, sumpah samber gledek, aku serius berkata kamu spesial dari pertama kita kenal" kata Egar


bak di dukung oleh Tuhan, petir terdengar menyambar, keduanya kaget karna beberapa hari terakhir ini sedang tidak ada hujan atau hanya mendung


"wooh? Poy? ahh, jangan bicara begitu, tuh kan petir?" ucap Joana


"lah itu tanda, Tuhan setuju, aku mengatakan itu kejujuran" jawab Egar


"udah ah, sana sana, nanti datang dosenmu"


"gakpapa aku kenalin istriku ke dia" kata Egar


"ih Poy, mana ada loh, malu ih, yaudah sana dah"


"kamu malu jadi istriku?"


"gak gitu lah, tapi masak kenalin aku ke dosen"


"hehe biar tau aja dia juga"


tak lama Fero datang..


"Joana ya?" sapa Fero


"dokter Fero?" sapa Joana


"iya aku, apa kabar?"


saat Fero akan memeluk Joana sebagai tanda pertemuan mereka karna lama sekali sudah tidak mengobrol begitu, tapi Egar malah berdiri menghalangi Fero memeluk Joana


"berhenti, ke istrimu saja, ini istriku, pegang tangan salaman aja" kata Egar cemburu


"duh baru ini gue lihat dokter Egar cemburu" ledek Fero


"ahh dokter Fero, mana Aal?" tanya Joana


"Aal ya pulang, gak tau ada kamu, kalau tau kuajak kesini"


"dirumahnya ada gak ya?"


"dia kerja Joana, nanti siang dia balik, dia kerja setengah jam kerja kok"


"oh, yaudah deh, kapan kapan saja kesana nya"


"okeh, aku tinggal masuk duluan"


Fero masuk duluan, tinggallah Joana dengan Egar lagi, Egar berpamitan, tapi Joana memanggilnya lagi


"Poy?" panggil Joana


"ya sayang? masih kangen?" jawab Egar


"dih? kamu apaan? aku tanya dimana ruangan Ayu kemarin?" tanya Joana


"oh Ayu? di atas, pas tangga ini pas samping kirinya, kelas 15.5"


"serius? kelas kita kenal pertama kan?"


"iya, disana, makanya hampir mirip 99 persen loh Ayu ma kamu kan? satu persennya hanya karna kamu Joana dia Ayu" jawab Egar


"ahh, yaudah aku kesana deh, ada gak ya dia? aku asik bicara sama dia"


"ada palingan, sana dah"


tak lama saat akan pamitan pergi, dosen keburu datang, jadilah apa diucapkan Egar terlaksana juga, yaitu memperkenalkan Joana kepada dosennya


"Egar, ayo masuk" kata dosen


"pak, kebetulan, kenalin pak, ini istri saya" ucap Egar


"oh, yaa? ini istrimu? waah cantik ternyata?" ucap dosen


"bapak bisa saja"