My Boss, My (Ex) Boyfriend

My Boss, My (Ex) Boyfriend
63. Tidak Dilevel yang Sama



Padahal dia bekerja dengan baik di kantor dan bahkan menyapa Davin dengan ramah tadi.


Davin melirik Nana, wanita angkuh yang pernah merendahkan Rein dan putranya kini berdiri kaku dengan wajah pucat pasi di samping suaminya. Mulutnya yang tanpa ampun berbicara congkak sekarang tertutup rapat tanpa ada keberanian untuk mengeluarkan suara.


"Mengapa kamu dipecat? Kenapa tidak tanyakan masalah ini kepada istrimu?" Davin membalas dingin.


Sang suami dengan linglung menoleh kearah Nana, wanita yang telah menjadi ratu di dalam rumah tangga mereka. Bertahun-tahun tinggal bersama ia tahu betul bagaimana sikap istrinya ini namun ia mendiamkannya karena ia pikir apa yang Nana lakukan tidak salah. Mereka adalah orang yang kaya dan sudah semestinya orang yang kaya menindas orang yang miskin. Bukankah ini sudah biasa terjadi?


Akan tetapi dia tidak mengerti bagaimana bisa istrinya menyinggung seorang Davin Demian, CEO perusahaannya saat ini dan satu-satunya pewaris perusahaan Demian di kantor pusat. Ia bertanya-tanya bagaimana bisa istrinya membuat Davin semarah ini sehingga ia berakhir dipecat begitu saja.


"Oh, tidak mau mengatakannya?" Melihat kebisuan Nana, ia berencana untuk mengatakannya sendiri.


Nana gelagapan, panik bercampur takut.


"Pak Davin...Demian, aku sungguh-"


"Kau tahu, istrimu ini berniat membeli ku." Potong Davin tidak membutuhkan permintaan maaf Nana.


Suami Nana jelas terkejut.


"Tidak hanya itu saja, tapi dia juga telah menghina putra dan 'istriku' di depan ku secara langsung. Katakan, hukuman apa yang paling layak untuk menghukum istrimu selain memutuskan sumber keuangan kalian? Dia terlalu angkuh dan perilakunya pun menjijikkan. Dan sejujurnya, memecat mu saja tidak cukup untuk membalas semua perilaku menjijikkan dan penghinaan yang ia berikan kepada keluargaku. Aku, Davin Demian bukanlah orang yang bisa kalian singgung dengan mudah. Aku punya banyak cara untuk membuat kalian menyesali semua perbuatan yang kalian lakukan hari ini dan aku harap kalian bisa bersiap untuk hari itu." Ancam Davin serius.


Dia tidak main-main dengan apa yang ia katakan saat ini. Membayangkan putranya dijauhi oleh anak-anak lain di sekolah ini, belajar tanpa ada teman bermain, dan di buli sebagai anak miskin tanpa seorang Ayah.


Hah, sudah berapa lama ini terjadi?


Mengapa Rein diam saja selama ini dan tidak datang kepadanya untuk menuntut sebuah pertanggungjawaban?


Tidak, Rein adalah orang yang sangat keras kepala. Dia bahkan memilih menyelesaikan masalahnya sendirian tanpa melibatkan dirinya sebagai Ayah biologis dari Tio.


Rein, seberapa menderita kamu tahun-tahun ini?


"Pak, aku mohon tolong maafkan istriku. Dia khilaf, dia tidak sengaja melakukannya." Suami Nana memohon tapi Davin sama sekali tidak perduli.


"Adit," Panggil Davin seraya mengusap puncak kepala Tio dengan gerakan lembut.


"Ya, Pak?" Adit menunduk bersiap menerima tugas.


"Urus surat pindah sekolah Tio dari tempat kumuh ini. Keturunan langsung darah Demian tidak cocok bercampur dengan orang-orang bodoh seperti mereka." Perintah Davin acuh tak acuh yang sarat akan nada malas miliknya.


Dia sudah selesai di sini dan dia juga sudah mendapatkan apa yang ia cari, Tio Demian, darah dagingnya. Untuk menebus semua penderitaan putranya selama tinggal di sini, Davin akan berusaha menyediakan tempat yang layak juga sangat nyaman untuk Tio. Ia juga akan mengembalikan dunia Tio yang penuh akan tawa ceria anak-anak, tidak seperti di sini yang penuh akan orang-orang bodoh.


Adapun tentang Rein, dia sudah punya rencana tersendiri untuknya. Mungkin akan sedikit sulit tapi Davin tahu dia pasti akan menang pada akhirnya.


"Baik, Pak. Aku akan segera mengurusnya di ruang kepala sekolah." Adit segera menjawab dengan patuh.


Davin puas,"Bagus."


"Daddy, kita akan pelgi kemana?"


Setelah masuk ke dalam mobil, Tio sangat senang. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah dan mulai menjelajahi limusin panjang yang sedang ia naiki dengan Davin ini. Di dalam mobil ada banyak mainan dan makanan lezat yang sengaja Davin siapkan untuk membujuk Tio agar ikut bersamanya tadi. Namun itu adalah awalnya sebelum ia tahu jika Tio sudah mengenalinya sebagai Ayah.


"Kita akan pergi ke tempat kerja, Daddy." Jawab Davin dengan senyuman aneh di wajahnya.


Tio senang,"Benalkah?" Tanyanya polos dengan mulut yang sudah dipenuhi remahan makanan ringan.


"Tentu saja, Tio senang?" Davin mencubit pipi putranya gemas.


Tio menjawab ragu,"Tio senang banget, Daddy. Tapi Mommy pasti bingung nyaliin Tio di sekolah."


Ah,


Davin baru ingat jika Rein tidak pernah memberi tahu Tio mengenai apa pekerjaannya, tentu saja bagaimana mungkin Rein segila itu menceritakan kepada Tio bahwa ia adalah bosnya di tempat kerja?


"Tio tenang saja karena Mommy sekarang ada di tempat kerja, Daddy. Mau bertemu?"


Kedua mata besar Tio membola senang,"Tio mau beltemu Mommy!"


Davin mengusap puncak kepala putranya sayang.


"Bagus, kita akan memberikan kejutan untuk Mommy kamu, apa Tio siap?"


Tio menjawab serius,"Tio siap, Daddy!"


Kejutan, reaksi seperti apa yang yang Rein berikan nantinya ia sudah bisa membayangkannya. Namun, Davin tentu saja masih menantikannya. Dia bertanya-tanya, seberapa marah Rein kepadanya nanti.


Bersambung...


Saya ingin menegaskan satu hal kalau ini cerita murni hasil pemikiran saya, gak ada unsur-unsur LGBT apalagi sampai ngikutin cerita orang yang bxb atau apalah itu.


Dan yah, kalaupun judulnya kebetulan sama saya ingin mengkonfirmasi jika buku ini judul awalnya bukan My Boss, My (Ex) Boyfriend, tapi Sugar Daddy!


Tapi karena Rein adalah seorang Ibu muda bukan wanita lajang lagi, saya mengubah judulnya menjadi Young Mother/ Young Mommy. Pembaca di *****_** pasti tahu karena novel saya yang di sana tidak bisa dihapus dan tetap permanen.


Tapi saya berubah pikiran lagi, satu bulan yang lalu saya resmi mengubahnya menjadi My Boss, My (Ex) Boyfriend karena di sini Davin adalah atasan Rein.


Dan yah, kerangka Novel ini sudah ada sejak 2019 tapi ditulis setengah tahun 2020 dan sempat tertunda, kemudian saya lanjutkan lagi bulan Maret tahun 2021 kemarin dan pertama kali publis di lapak kuning, *****_** tapi saya tidak lanjutkan lagi karena fokus di lapak hijau K B M.


PS!!!


4 karya saya di sini bertema Hermaprodhit. Jadi, memang sudah jalur saya menulis dengan tema yang agak menggelikan ini, fiuh...but ini real di dunia 🍃


Terimakasih, salam hangat, author!