
"Ma, aku sangat senang malam ini karena akhirnya semua penantian kita berakhir. Semua kekayaan Papa pada akhirnya jatuh ke tangan kita." Seru Revan bersemangat.
Dia bahkan memeluk Mamanya manja sudah seperti anak kecil yang sangat senang dengan hadiah permen lollipop nya.
"Jangan bersenang-senang dulu. Malam ini Mama ingin kamu memiliki penampilan yang baik di depan semua orang agar mereka tidak ragu memilih kamu sebagai pewaris selanjutnya." Kata Mama juga sama senangnya tapi masih bisa mengontrol emosinya di depan sang putra.
Putranya payah, dan semua orang di keluarga mengetahui ini. Tapi selama dia masih bisa berdiri sebagai Nyonya keluarga Demian, tidak akan ada orang yang berani mengatakan pendapat tentang putranya yang payah. Karena dia adalah pelindung terkuat dan terbaik untuk putranya.
"Mama tidak perlu khawatir karena aku sudah melaksanakan tugas yang Mama berikan dengan bersih. Jika Davin saja bisa berakhir lumpuh karena aku, maka sisa tugas yang lain tidak terlalu sulit untukku." Kata Revan bangga.
Sebenarnya dia tidak pernah merasa sebangga ini. Menjatuhkan Davin dengan kekuatannya sendiri, Revan akhirnya tahu bagaimana rasanya di puncak. Puncak yang pernah Davin pijaki dengan segala macam keangkuhannya yang menyebalkan.
"Hus, hati-hati saat berbicara. Ingat, dinding pun memiliki telinga." Peringat Mama serius.
Revan melambaikan tangannya tidak perduli. Toh, ini adalah kamar pribadinya dan tidak seorang pun yang bisa masuk tanpa seizinnya.
"Ma, Davin tidak memiliki apa-apa sekarang jadi jangan terlalu khawatir." Kata Revan mencemooh.
Mama juga tahu fakta ini karena dia melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri betapa menyedihkannya Davin dan Rein, hah, cepat atau lambat keluarga kecil itu akan berakhir tinggal di jalanan.
Dan Mama agak takut jika laki-laki itu menciptakan masalah untuk putranya.
"Oh, Dimas. Dia sudah lama meninggalkan negara A dan kembali ke kampung halamannya. Sama seperti aku, Dimas juga sangat membenci Davin. Dimas menyukai Rein tapi dia sudah mempunyai Davin sebagai kekasihnya. Karena dia tidak bisa bersama dengan orang yang dia cintai, Dimas pasti mengecap Davin sebagai orang yang paling menjijikkan di dunia sehingga dia tidak akan ragu-ragu untuk membalaskan dendam nya. Itulah mengapa aku memilih dia, Ma. Selain berada di posisi yang sama, Dimas juga sedang membutuhkan banyak uang untuk orangtuanya di kampung."
Dimas, sahabat yang sudah dianggap sebagai saudaranya oleh Rein nyatanya menjadi kaki tangan Revan untuk mencelakai Davin. Alasannya sudah sangat jelas jika ini semua terpicu karena dendam masa lalu yang belum kunjung diredakan.
Dan saat itu, Dimas tanpa rasa belas kasih mendorong Davin ke jurang maut untuk memuaskan dendamnya.
"Hah, syukur lah. Mama lega mendengarnya. Lalu, dimana Dimas sekarang?"
"Tahun lalu dia kembali ke kampung halamannya di kota D. Kenapa Mama mencarinya?" Balas Revan bertanya.
"Mama mencarinya karena ingin mengundangnya makan malam bersama kita. Tanpa dia, rencana kita tidak akan sesukses ini."
Revan juga setuju,"Mama benar. Kalau begitu kapan-kapan aku akan menghubunginya untuk makan malam bersama kita."