My Boss, My (Ex) Boyfriend

My Boss, My (Ex) Boyfriend
56. Milikku



Dari semua yang Adit lihat dari wajah mungil Tio, hanya bagian matanya saja yang bukan milik Davin. Setelah itu, Adit seperti melihat kopian Davin kecil di depannya.


"Hem..." Respon Davin singkat tapi kedua tangannya sudah sibuk membuka dokumen itu.


"Apa kamu mendapatkan fotonya?" Dia sangat ingin melihat wajah Tio, anak kecil yang Adit gambarkan sebagai versi kecilnya.


"Aku mendapatkannya, Pak, dan sudah aku lampirkan 3 atau 4 foto di dalam." Adit menjawab cepat.


Sama seperti yang Adit bilang, di dalam sudah ada 4 foto seorang anak kecil dengan senyuman polosnya yang menyentuh hati. Sejenak, Davin terdiam melihat foto Tio. Samar, kedua tangannya bergetar dan mulutnya yang biasa mengeluarkan kata-kata kejam kini tertutup rapat.


"Pak?" Adit memanggil karena tidak mendapatkan respon apapun dari Davin setelah melihat foto itu.


Takutnya Davin menganggap jika kata-katanya tadi tidak masuk akal atau mungkin saja Davin marah karena ia dan anak itu mempunyai kemiripan.


"Tio," Setelah sekian lama terdiam Davin akhirnya berbicara.


Dia menutup matanya, bersandar ringan di sandaran kursi kebesarannya dengan foto Tio yang masih ia genggam erat.


"Matanya bukan milikku, mata itu sangat mirip dengannya." Gumam Davin dengan suara rendahnya.


Tapi beberapa detik kemudian dia tiba-tiba tertawa, membuat Adit terperanjat.


"Hahahah..aku tahu...dia adalah milikku, aku tahu!" Dia tertawa kencang, Adit bingung sekaligus merasa heran apa yang sedang terjadi kepada bosnya.


"Adit, lihat baik-baik!" Davin menunjuk foto Tio dengan ekspresi bangga.


"Bukankah aku dan dia mirip?" 


Adit melirik foto Tio,"Ya Pak, Anda sangat mirip dengannya." Jawab Adit membuat Davin sangat puas.


"Dia benar-benar mirip denganku!" Davin menegaskan sekali lagi jawaban Adit.


"Kamu bekerja sangat baik hari ini." Davin berdehem ringan, meredakan euforia yang sedang meledak-ledak di dalam hatinya.


Ini adalah pujian langka dari Davin dan Adit tahu jika bosnya sudah mengatakan ini maka bulan ini ia akan mendapatkan bonus.


"Aku ingin melakukan tes DNA." Kata Davin masih tidak bosan-bosan menatap wajah mungil Tio.


Meskipun dia yakin Tio adalah darah dagingnya tapi dia butuh sebuah bukti kuat agar Rein tidak bisa membantahnya nanti. 


Davin semakin puas,"Malam ini, kirim rambut Tio ke rumah sakit dan besok pagi, aku ingin hasilnya sudah keluar."


"Baik, Pak. Aku akan segera mengirimkannya ke rumah sakit."


"Masalah ini," Davin termenung, jarinya yang panjang menyentuh wajah tersenyum Tio yang sangat manis.


"Aku ingin kamu mengawasinya dengan ketat dan hati-hati, pastikan para rubah licik itu tidak mengetahuinya tentang anak ini maupun...Rein. Apa kamu mengerti?" Peringat Davin dingin sarat akan nada serius.


Jika Davin sudah mengatakannya maka Adit tidak akan menganggap remeh masalah ini. Dia harus menjaga ketat masalah ini sebagaimana yang diinginkan Davin.


"Lalu, bagaimana jika anak ini adalah anak Anda, Pak? Membiarkannya tinggal diluar pasti akan sangat berbahaya."


"Soal itu," Davin tersenyum santai, dia telah memikirkan sebuah rencana di dalam kepalanya.


"Aku bisa mengatasinya sendiri."


"Oh ya," Davin mengambil biodata Rein, membacanya singkat sebelum memasukkannya kembali ke dalam dokumen.


"Pergilah ke supermarket besok. Belikan aku semua kebutuhan dapur dan kirim ke sini." 


Adit ragu mengatakannya tapi dia masih bertanya,"Anda tidak bisa memasak, Pak?" 


Adit tidak ingin melihat perusahaan ini menjadi korban acara memasak Davin karena dia masih ingat beberapa tahun yang lalu Davin hampir membuat dapur terbakar karena mencoba memasak. Itu adalah sebuah bencana untuk Davin sekaligus sebuah pengalaman pahit untuk Davin dan sejak itu pula dia tidak pernah menyentuh dapur.


Davin menjawab enteng,"Bukan aku yang memasak tapi 'Ibu' dari anak ini yang akan memasak."


Adit,"Oh...aku mengerti, Pak."


"Satu lagi, jangan lupa untuk membeli semua makanan yang disukai oleh anak kecil tapi pastikan ini aman untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak."


Adit,"...baik, Pak."


Bersambung...


Sisanya silahkan baca di aplikasi K%B%M😌