
Aku memutar bola mataku malas,"Apa sih-" Seketika kata-kata ku berhenti ketika melihat Davin mengeluarkan sebuah kotak merah menyala dari dalam laci.
"Kamu harus tampil sempurna malam ini." Katanya sambil tersenyum lebar dan menunjukkan sebuah kalung indah bermahkota berlian biru laut di dalam kotak merah tersebut.
"Rein, happy birthday dan selamat hari jadi hubungan kita." Ucapnya dengan nada dan sorot mata yang sangat lembut.
11 November adalah hari ulang tahunku sekaligus hari jadi ku dengan Davin. Aku benar-benar lupa jika hari ini adalah tanggal 11 dan aku bahkan tidak tahu bila bulan ini sudah masuk bulan November.
...🍃🍃🍃...
Dengan kalung ini aku merasa bila penampilan ku jauh lebih menonjol daripada sebelumnya. Sepanjang jalan tanganku tidak pernah berhenti menyentuh kalung putih bermahkota kan berlian berwarna biru laut yang kini tengah melingkari leherku.
Aku tidak bisa menahan senyuman bahagia dari bibirku, membuat Davin terus menertawakan tingkah ku yang mungkin agak konyol di matanya.
Tapi sungguh, aku rasanya ingin menangis tapi berusaha menahan diri agar tidak membuat riasan ku rusak. Aku sangat terharu dengan kejutan yang Davin berikan dan hatiku merasa sangat hangat olehnya.
Eh, entah ini kebetulan atau tidak tapi malam ini gaun yang ku gunakan sangat serasi dengan kalung dari Davin. Sama-sama berwarna biru laut dan tampak sangat elegan, aku mengatakan yang sebenarnya, sungguh, jadi percayalah!
"Kita sudah sampai, sayang. Ayo turun dan nikmati jamuan mewah mereka."
Lamunan ku seketika buyar. Aku panik saat baru menyadari jika kami sudah sampai di depan rumah mewah nan besar yang memiliki gaya bangunan Eropa. Keluarga yang tinggal di sini pasti berasal dari keluarga kaya raya yang telah mengakar dari generasi ke generasi.
Aku sangat panik awalnya tapi langsung tenang ketika melihat senyuman penuh percaya dari kekasihku. Dengan anggukan malu, kami pun keluar dari mobil.
Malam ini Davin sangat manis, berkali-kali lipat manisnya dari waktu-waktu sebelumnya apalagi saat ini kami telah menjadi sorotan banyak orang.
Aku tersenyum malu, tanpa ragu meraih uluran tangannya sebelum turun dari mobil. Begitu turun dari mobil aku langsung disambut oleh berbagai macam cahaya kamera yang sangat menyilaukan. Aku terperanjat kaget dan tanpa sadar mundur dengan panik ke belakang. Tapi untungnya Davin sangat sigap, dia segera melingkari pinggangku agar aku tidak jatuh ke belakang.
"Aku sangat takut, Dav." Bisik ku sambil menggenggam erat tangan Davin.
Aku tidak menyangka perjamuan ini akan dihadiri oleh ratusan media penyebar gosip dan sebagainya. Bukankah ini sangat menakutkan?
Apalagi cahaya kamera itu terus saja menerpa wajahku dan Davin, rasanya sungguh sangat tidak nyaman.
"Tidak apa-apa, sayang. Mereka hanya mengambil foto kita untuk mencari nafkah." Konyolnya Davin masih berbicara santai disaat seperti ini.
"Kamu...aku dan kamu akan terekspos di depan publik?" Tanyaku panik.
Jika benar maka berita kami berdua pasti sangat ramai dibicarakan. Apalagi disela-sela ratusan cahaya kamera yang sangat menyilaukan, aku mendengar beberapa bisikan keterkejutan bersuara rendah.
Mereka pasti tidak menyangka bila Davin Demian, seorang pewaris Demian ternyata tidak datang bersama tunangan modelnya! Hei, akulah kekasih Davin dari awal sampai akhir dan dia tidak pernah bertunangan dengan siapapun!
Ugh, sayangnya aku hanya bisa mengatakannya di dalam hati.
"Itu adalah berita bagus karena dengan begitu semua orang akan tahu bahwa aku adalah milikmu dan kamu hanya bisa menjadi milik Davin Demian."
Ahh... kenapa dia sangat manis malam ini!
Belum apa-apa aku sudah kewalahan menghadapinya!