
Melihat Rein yang sangat bersemangat bertemu si kembar, Davin tidak lagi menahannya. Dia memanggil Adit dan Anggi untuk membawa si kembar masuk ke dalam kamar, sedangkan Tio dan Aska masih berada di sekolah. Mereka tidak tahu bila Rein sudah bangun.
"Ya Tuhan, mereka sangat indah." Bisik Rein sambil memeluk salah satu bayi sedangkan Davin memeluk bayi yang lainnya.
"Bayi pertama adalah laki-laki dan bayi kedua adalah perempuan."
Rein samar-samar mendengarnya sebelum pingsan.
"Perempuan..." Rein memiliki harapan yang tidak bisa disembunyikan di dalam matanya.
"Benar, dan bayi perempuan itu kini berada di dalam pelukan mu. Dia lahir sehat dan normal, tidak kekurangan apapun."
Penjelasan Davin segera melegakan hati Rein. Dia menghela nafas lega. Dan perlahan dari sudut matanya keluar butiran-butiran hangat yang membasahi pipinya. Ini adalah ungkapan terdalam dari dalam hatinya bahwa saat ini dia sangat bersyukur karena Tuhan mengabulkan semua doa dan mimpinya.
"Jangan menangis, anak-anak kita baik-baik saja dan itu semua karena kerja keras kamu." Tangan Davin terangkat menyentuh wajah kemerahan istrinya, menyeka setiap tetes air mata istrinya dengan ibu jarinya.
Rein tersenyum malu,"Aku hanya merasa sangat bahagia, Mas, karena mereka lahir dengan selamat dan sehat."
Davin tahu apa yang dirasakan istrinya,"Sama seperti kamu, aku juga sangat bahagia dengan kehadiran mereka berdua."
"Tapi, Mas, apa mereka sudah memiliki nama?"
Davin menggelengkan kepalanya.
"Belum, aku belum bisa memberikan mereka nama sebelum kamu bangun kembali."
Rein diam-diam bersyukur.
"Lalu, sudahkah Mas Davin menyiapkan sebuah nama untuk mereka?" Karena Rein tidak bisa memilih nama yang baik.
Bukan karena tidak bisa tapi lebih tepatnya takut membuat nama yang tidak sesuai dengan keluarga kaya sebesar Demian ini. Dia pikir nama yang dipilih Davin harusnya lebih bagus.
Awalnya karena terlalu mengharapkan kedatangan anak perempuan, dia menyiapkan nama anak perempuan. Tapi karena takut harapannya meleset jadi dia juga menyiapkan nama untuk anak laki-laki.
Tidak disangka, tidak hanya tidak meleset tapi dia juga mendapatkan bonus sehingga kedua nama ini akhirnya bisa digunakan.
"Aku suka semua yang Mas Davin pilih." Dia sederhana ini.
"Baiklah. Untuk bayi laki-laki kita, aku akan memberinya nama Alkan Demian dan untuk bayi perempuan kita aku akan memberikannya nama, Alkana Demian. Mereka adalah satu-satunya keturunan Demian yang terlahir kembar. Dengan keajaiban ini aku berharap Tuhan meridhoi mereka tumbuh menjadi anak-anak hebat di dalam keluarga Demian, sama seperti wanita hebat yang melahirkan mereka."
Rein terharu. Dia mengusap sudut matanya merasa bahagia.
"Selamat datang ke dalam keluarga Demian, Alkan dan Alkana. Mommy harap kalian tumbuh dengan baik mengikuti jejak Daddy kalian yang hebat, Davin Demian."
Davin terenyuh. Dia merendahkan kepalanya untuk mengecup puncak kepala istrinya. Keharmonisan keluarga kecil ini membuat baik Adit dan Anggi ikut merasa senang karena keluarga ini akhirnya bisa tersenyum ceria lagi.
Tapi, ditengah-tengah momen indah ini, suara teriakan Tio dan Aska langsung menghancurkan suasana.
Duar
Pintu terbuka lebar disusul dengan teriakan Tio dan Aska.
"Mommy! Tio kangen!
"Mommy bangun!" Aska langsung meluncur ke dalam kamar.
Alkan dan Alkana,"...." Suara tangisan nyaring bayi segera bergema dari dalam kamar rawat Rein.
Davin Demian, laki-laki tampan dengan garis-garis hitam di wajahnya,"...." Aku harap adik-adik mereka tidak menuruni gen nakal kedua anak ini.
...Davin & Rein (END)...