My Boss, My (Ex) Boyfriend

My Boss, My (Ex) Boyfriend
6



Malam itu Sera sangat terpukul. Papanya telah memutuskan bahwa dia akan pergi ke negara A untuk melanjutkan sekolah, sekalipun dia menolak, Papa tidak menerima ataupun mendengarkannya. Sedangkan sang Mama, nasibnya tidak lebih baik dari dirinya. Untuk mengganti kerugian perusahaan, Papa memutuskan untuk mengambil semua kartu yang Mama pegang dan menghentikan pengeluaran rumah untuk sementara waktu hingga perusahaan kembali beroperasi dengan benar. Tidak hanya itu saja. Selain mengambil uang dari Mama, namun Papa juga mengirim Mama ke sebuah yayasan panti asuhan. Memintanya untuk bekerja di sana sebagai relawan panti asuhan sekaligus membantu panti asuhan untuk mengurus anak-anak yang terlantar.


Mama tidak bisa mengatakan apa-apa terhadap keputusan ini sebab Papa tidak akan mendengarkan. Bahkan bila Papa mendengar, hukumannya tidak hanya berkurang tapi malah bertambah. Jadi Mama tidak punya pilihan selain menerima semua pengaturan Papa.


Setelah mereka berdua dibereskan. Papa langsung pergi ke rumah orangtuanya yang berdekatan dengan perusahaan. Dia memutuskan untuk tinggal di sana sampai hatinya cukup tenang dan kembali damai. Masalah keluarga mereka bukan lagi sebuah rahasia di dalam keluarga Demian. Setiap cabang keluarga inti maupun sampingan juga mendapatkan kabar. Ada yang menyayangkan dan ada juga yang tidak bereaksi apa-apa. Bahkan ada pula yang menertawakan kemalangan kelurga mereka. Dan dari masalah ini mereka belajar bahwa bahkan bawahan Davin tidak lepas dari pengaturan ketat sehingga mereka tidak bisa diganggu atupun disinggung. Dan dari masalah ini mereka belajar untuk tidak meremehkan orang-orang kepercayaan Davin, jika tidak, masalah yang diderita oleh keluarga Sera akan terulang kembali kepada mereka.


"Mas tahu kan masalah yang menimpa Sera dan keluarganya?"


"Tahu. Mereka pantas mendapatkannya." Jawab Adit tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Dugaan Anggi tidak salah. Dia menghela nafas berat karena merasa bersalah. Kejadian yang menimpa keluarga Sera pasti berkaitan erat dengan dirinya.


"Mas, aku pikir ini sangat berlebihan. Masalah ini telah menyebabkan mereka mengalami kerugian besar." Kata Anggi tidak enak.


Adit mengangkat bahunya acuh tak perduli.


Apa yang Adit katakan memang benar adanya. Dia hanya mengirimkan bukti saja kepada Papa Sera, tujuannya agar pasangan Ibu dan anak itu diberi pelajaran oleh Papa Sera. Namun yang tidak dia sangka adalah Davin turut ikut campur dalam masalah ini. Selain menarik semua sumberdaya kepada keluarga Sera selama 3 tahun, Davin juga menyempatkan diri bermain-main dengan perusahaan Papa Sera. Menyentil nya dengan iseng tapi mengakibatkan kegagalan beberapa proyek penting. Akhirnya perusahaan Papa Sera harus menanggung beberapa kerugian karenanya.


"Mas Adit mengadu kepada tuan Davin?" Tanya Anggi ngeri.


Adit memutar bola matanya malas.


"Dih, ngapain aku ngadu ke dia. Emang aku anak kecil yang enggak bisa nyelesain masalah segampang ini?" Bantah Adit tidak habis pikir.


Mulut Anggi langsung berkedut,"...." Seharusnya orang yang diberikan pelajaran oleh tuan Davin adalah calon suamiku sebab dia tidak menyadari bila tingkahnya sudah sangat arogan.


"Baiklah... baiklah. Aku tidak akan membahas masalah ini lagi. " Kata Anggi berusaha memasang ekspresi di wajahnya senormal mungkin.