
Kedua kakinya membeku tidak bisa dia kendalikan. Kata-kata sopan yang terucap segera tertelan masuk ke dalam perutnya saat melihat sosok dingin itu lagi.
Sudah 5 tahun berlalu tapi laki-laki ini masih saja tampan nan menawan, dan sudah 5 tahun berlalu tapi laki-laki ini masih sama angkuhnya seperti hari itu.
Yah, orang kaya bebas melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Sebagai orang miskin dan asing Rein tidak punya pendapat apapun.
Hem, asing?
Sejenak ingatan hari itu berkelebat di dalam kepalanya. Mengorek kembali luka yang dia pikir sudah sembuh tapi nyatanya tidak. Ini masih sakit dan menyisakan sesak.
...tapi yang pasti setelah ini aku harap kamu jangan menghubungi ataupun mengganggu kehidupan ku lagi karena setelah ini aku akan memulai hidup baru bersama wanita yang ku cintai..
Benar, mereka sudah resmi menjadi dua orang asing sejak Davin melemparkan dua lembar cek untuk harga semua pelayanannya dulu. Sekarang mereka bertemu lagi dengan hubungan yang berbeda.
Davin, mantan kekasihnya ini kini menjadi bos tempatnya bekerja. Mereka tidak lagi berdiri di tempat yang sama dan pemahaman mereka pun kini tidak sejalan.
Mereka telah memilih jalan masing-masing sejak 5 tahun yang lalu. Oh, lebih tepatnya Rein yang dipaksa memilih untuk berjalan menjauh.
Mereka adalah dua orang asing yang tidak punya ikatan apapun selain hubungan antara bos dan bawahan.
Seketika wajah Rein menjadi tenang. Dia bersikap normal seolah tidak terkejut sama sekali dengan pertemuan tidak terduga mereka.
"Maaf Pak, ini adalah kopi pesanan Anda." Rein berkata sopan sebelum berjalan mendekati meja Davin.
Di bawah pengawasan mata dingin Davin, Rein terlihat sangat tenang tanpa ada fluktuasi apapun di wajahnya. Dia menempatkan kopi Davin di atas meja dengan cekatan, mengelap gagang gelas kopi tersebut agar Davin tidak jijik ketika memegangnya nanti.
"Apa Pak Davin masih membutuhkan sesuatu sebelum saya keluar?" Rein mendalami peran 'orang asing' tanpa hambatan.
Membuat Davin yang sedari tadi mengawasi mengangkat salah satu alisnya menilai.
Rein berpura-pura tidak tahu dengan apa yang Davin katakan karena dia fokus mendalami peran 'orang asing'.
"Maaf Pak, saya tidak mengerti dengan apa yang Pak Davin katakan." Dia tidak lupa tersenyum di akhir kata-katanya. Ini adalah etika sopan santun ketika berbicara dengan atasan, okay!
Rein saat ini berdiri lurus tepat di depan meja Davin dengan kedua tangan masih memegang nampan.
Davin menyangga dagunya tidak tertarik, kedua matanya yang tajam mengerjap ringan memperhatikan kedua tangan Rein yang diam-diam memegang erat sisi nampan.
Davin tersenyum miring, sorot matanya yang tajam menatap malas kepura-puraan Rein yang terlalu dibuat-buat.
"Jangan berpura-pura bodoh, waktuku tidak semurah itu melayani sandiwara rendah mu." Katanya malas.
Dalam kebosanan Davin mengambil kopi buatan Rein yang masih mengepul panas baru saja dibuat. Wanginya ringan bergerak ringan mengikuti arah angin, membawa rasa nostalgia yang enggan untuk diingat kembali.
Rein tidak marah dihina seperti itu oleh Davin. Baginya orang kaya selalu seperti ini, mereka angkuh dan arogan kepada orang-orang yang lebih rendah seperti Rein. Ini juga berlaku untuk Davin, mantan kekasih yang pernah menjadi punggung terkuat melindunginya bertahun-tahun yang lalu.
"Jangan salah paham Pak, ini murni sebuah kebetulan. Saya tidak pernah mengikuti Pak Davin dan saya juga sudah tinggal di sini sejak 5 tahun yang lalu." Rein tidak perlu lagi berpura-pura tidak tahu.
Dia menjawab dengan jujur pertanyaan Davin menggunakan nada formal. Ini menunjukkan bahwa Rein menghormati Davin sebagai bos-nya terlepas dari masa lalu mereka yang tidak menyenangkan.
"Cih.." Davin menjadi muak mendengar nada formal Rein.
Dia pikir Rein selalu seperti ini, suka berpura-pura dan memainkan peran yang sia-sia.
"Aku tidak perduli dengan alasanmu, benar atau tidak apa yang kamu katakan semuanya tidak punya hubungan apapun denganku. Aku tidak ingin mencari tahu karena itu akan menyia-nyiakan waktu dan sumber dayaku. Akan tetapi satu hal yang pasti, kamu harus tahu bahwa di sini aku adalah bos dan kamu adalah bawahan ku. Selama bekerja di sini kamu harus bersikap dan bertindak selayaknya bawahan terlepas hubungan masa lalu kita yang tidak bisa disebutkan. Apa kamu mengerti?" Ucap Davin dengan nada malas.