
"Anya, perhatikan sikap kamu. Jangan mempermalukan Kakek di depan keluarga Demian." Laki-laki paruh baya berjas hitam itu menarik tangan cucunya agar tetap melangkah di sampingnya.
Anya, wanita berparas cantik nan seksi itu sengaja menggunakan gaun terbaiknya untuk acara malam ini. Dia menggunakan gaun malam hitam selutut yang menampilkan belahan dada sintalnya yang menggoda. Dengan rambut panjang hitam menjuntai indah yang dihiasi oleh permata biru langka, langkah kaki Anya bergema keras terlihat sangat percaya diri. Dia memiliki bentuk tubuh yang indah karena pekerjaan yang digelutinya sebagai model. Sehingga penampilannya malam ini jelas telah menarik perhatian semua anggota Demian dan para tamu undangan dari kerabat dekat.
Mereka tanpa sadar berdecak kagum, menyoroti dari kaki ramping Anya yang bergerak indah lalu melewati bentuk pinggangnya yang terbentuk seksi hingga belahan dadanya yang menggairahkan. Penampilan Anya saat ini jelas memiliki sentuhan 'menggoda'. Bagi beberapa laki-laki, mereka mengalami kesulitan berpaling dari penampilan luar biasa Anya sedangkan sisanya ada yang tertarik dan juga biasa-biasa saja. Tapi bagi kebanyakan wanita, mereka jelas terganggu dengan penampilan Anya karena pasangan yang mereka bawa jelas tersihir oleh pesonanya.
Mereka cemburu dan menatap penuh kebencian Anya. Tapi apalah daya. Anya adalah tamu terhormat keluarga Demian dan tunangan pewaris langsung keluarga Demian, Davin Demian.
"Anya dan Davin benar-benar membuat iri banyak orang. Mereka terlihat sangat serasi bila berdiri bersama!" Orang-orang mulai berbisik dengan rasa cemburu yang tidak bisa ditutupi, membuat Anya semakin percaya diri.
Dia meluruskan punggungnya sambil melingkari lengan Kakeknya sebagai bentuk pengakuan jika dia tidak adalah wanita yang tidak mudah diprovokasi.
"Kakek jangan khawatir. Anya datang ke sini dikarenakan kerja keras Kakek untuk meyakinkan Kakek Demian. Jadi, bagaimana mungkin Anya menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja?" Anya balas berbisik kepada Kakeknya.
Seperti yang asistennya sarankan. Memberitahu Kakek benar-benar membuahkan hasil karena setelah itu Kakek langsung menghubungi Kakek Demian dan meminta pertemuan dengan Davin.
Lihat sekarang.
Bukan hanya sebuah pertemuan tapi malah disambut dengan perjamuan makan malam. Walaupun tamunya tidak banyak tapi ini sudah lebih dari cukup untuk menarik perhatian banyak orang.
Memangnya siapa yang tidak tahu jika Davin dan dia sudah bertunangan?
"Bagus jika kamu mengerti."
Kakek dan Anya lalu berbaur dengan anggota keluarga Demian yang lain sementara Kakek Demian masih belum menunjukkan batang hidungnya. Namun, semua orang tidak bertanya karena Kakek Demian adalah 'penguasa' yang disegani para pebisnis.
"Aku ingin bertemu Kakek Demian." Kata Anya sambil mengedarkan pandangannya menatap sekeliling.
Kakek menepuk lengan cucunya mengingatkan,"Dia adalah orang yang ketat jadi kamu harus lebih menjaga sikap."
Mereka melihat dengan rasa penasaran ke arah pintu masuk mansion Demian. Sebelumnya para tamu yang sudah berkumpul di sana pernah dibuat tercengang dengan kedatangan Anya, tapi sekarang, tidak hanya tercengang tapi lingkungan mereka tiba-tiba menjadi sunyi.
Semua mata mereka tertuju pada sang bintang acara, Davin Demian yang datang bersama seorang wanita cantik. Dibandingkan dengan Anya, wanita itu tidak hanya memiliki kesan seksi tapi juga anggun dengan sedikit rasa kepolosan.
Dengan gaun malam hijau muda panjang merapat yang anggun, wanita itu memiliki sentuhan seksi saat kaki rampingnya menonjol dari belahan sepaha gaun. Tampilannya semakin mencolok ketika melihat sinar lembut yang dipantulkan oleh kalung biru safir yang melingkari leher ramping wanita itu. Dia terlihat berkelas dan anggun, tapi pada saat yang sama seksi dan polos.
Sungguh sangat menarik!
"Siapa dia?" Orang-orang yang tersadar dari lamunan segera bertanya-tanya.
"Dia memakai baju pasangan dengan Davin, apakah mereka pasangan?"
"Jika mereka memang pasangan, lalu mengapa Anya masih menggunakan cincin pertunangannya?" Mereka berbisik-bisik dengan rasa ingin tahu.
"Eh, lihat! Davin tidak menggunakan cincin pertunangannya dengan Anya! Jadi apa artinya ini?" Seru tamu yang lain berbisik.
"Apa artinya? Apakah kamu masih bertanya? Lihat saja Tuan muda kedua, dia memegang tangan wanita itu dengan intim!" Mereka melihat Aska keluar dari mobil dan memegang tangan wanita itu intim.
"Astaga, lalu siapa anak laki-laki itu? Mengapa dia sedikit mirip dengan Davin?"
Tatapan mereka lalu beralih menatap Tio yang kini tengah digendong oleh Davin dihadapan semua orang. Wajah datarnya malam ini sangat lembut dihadapan keluarga kecilnya.
"Rein, hati-hati. Perhatikan langkah kakimu." Peringat Davin lembut sambil membawa tangan besarnya melingkari pinggang ramping Rein.
Sejujurnya dia sangat kesal sebelumnya karena Rein memilih menggunakan gaun yang sangat 'berbahaya'. Sebagai seorang suami, dia tentu saja tidak tahan melihat orang-orang memandangi penampilan istrinya yang luar biasa. Tapi Rein keras kepala menggunakan gaun malam ini dan Davin pada akhirnya hanya bisa menyerah.
Rein tersenyum lembut,"Aku akan mendengarkan mu." Jawabnya patuh.