
Berita tentang pemecatan beberapa jajaran penting di perusahaan Future of Company serta tersingkirnya Moreno dari posisinya sebagai CEO di perusahaan Garden Company mulai merebak sampai ke Garden Hill bagian Timur.
Banyak orang mulai berspekulasi tentang tindakan Tuan muda dari keluarga William ini yang sesukanya saja membuang orang-orang yang telah berjasa dalam perusahaan itu.
Dari mulai kalangan bawah, menengah sampai ke atas sibuk membahas masalah ini. Apa lagi berita itu begitu cepat tersebar sampai ke MegaTown.
Para membawa kabar pun mulai membumbu-bumbui cerita ini yang dari tiada sampai diada-adakan hanya demi sebuah keseruan dalam kabar yang mereka bawa. Yang tadinya cerita ini panjangnya hanya satu meter berubah menjadi dua meter. Tiba di MegaTown cerita ini bertambah panjang sesuai dengan selera penyampai berita. Inilah bahayanya kabar yang di bawa dari mulut ke mulut.
Honor Miller, calon kepala keluarga dari keluarga besar Miller juga tidak ingin ketinggalan dalam membahas berita ini.
Dia yang memang gemar mendengar adanya pergolakan internal dalam tubuh perusahaan Future of Company dengan sengaja mengundang beberapa Staf penting di perusahaannya itu hanya demi membahas isu yang sangat hangat kali ini.
Sesuatu yang paling sangat menarik baginya untuk di bahas adalah tentang tayangan konferensi pers yang dilakukan oleh Tuan Moreno yang dengan mendadak mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Chief Executive Officer di perusahaan Garden Company itu dan menyerahkan jabatan tersebut kepada Tuan Riot yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan itu. Hal ini lah yang dia anggap sebagai ada udang di balik batu. Atau bisa saja Tuan muda dari keluarga William itu menjadikan Tuan Riot sebagai CEO boneka demi kepentingan perusahaan induk yaitu Future of Company.
Di Metro City pula, Tuan besar William sampai mengundang semua kenalannya hanya untuk membahas tentang kelakuan cicit mereka ini.
Dia bersama dengan Tuan Smith, Ivan Patrik, Jackson dan Tuan besar Walker dengan serius membahas tentang masalah ini.
Mereka sangat menyayangkan tindakan yang telah di ambil oleh cicit mereka dan yang paling parah lagi, cicit mereka itu telah membelakangi Ayahnya untuk sebuah keputusan yang seharusnya diambil melalui rapat dari seluruh jajaran anggota dewan direksi. Tapi bagaimana mau mengadakan rapat, Joe saja dengan segenap kekuasaannya di Dragon Empire bisa saja menggulingkan Jerry. Apa lagi hanya serpihan rimah kerupuk seperti Ryan, Riko dan Arslan. Jelas itu tidak ada artinya baginya saat ini.
Singkat cerita, kembalinya Joe William dari Indonesia kali ini menjadi perbincangan hangat dikalangan bisnisman.
"Dia telah mendeklarasikan dan sedang memberi pesan tegas kepada dunia bisnis bahwa sekarang ini dia ingin menancapkan kuku dominasi nya di negara ini." Kata Tuan besar Smith.
"Jelas ini pesan nyata kepada Arold Holding Company bahwa bermusuhan dengan dirinya adalah satu kesalahan besar." Kata Ivan Patrik pula.
"Aku sangat menyesalkan sikapnya yang turut memecat Ryan, Riko dan Arslan. Mereka ini adalah pentolan dari organisasi bahkan memiliki jasa besar sejak berdirinya perusahaan Future of Company sekitar dua puluh tahun yang lalu." Kata Tuan William pula.
"Hmmm... Kita tidak bisa hanya berdiam saja. Kau King! Mari kita berangkat ke Starhill untuk menanyakan langsung kepada Jerry bagaimana mungkin dia hanya diam saja dengan kebijakan yang diambil oleh putranya yang masih hijau ini." Kata Tuan Leon Smith.
"Leon. Apa kau pikir itu akan berdampak banyak? Keputusan sudah di ambil. Saat ini bahkan Ryan, Riko dan Arslan entah berada di mana. Apakah kedatangan kita bisa merubah keadaan yang sudah kacau balau ini?" Tanya Tuan William pula.
"Maksud mu mereka akan berpaling kepada keluarga Miller?" Tanya Tuan William sambil melotot.
"Masih encer juga otak mu ternyata. Aku sangat khawatir bahwa Ryan, Riko dan Arslan ini akan menjadi Paul, Frank dan Diana jilid dua. Celakalah perusahaan. Huh sialan sekali anak itu." Kata Tuan Smith sambil menghentakkan ujung tongkat nya ke lantai.
"Kiamat bagi Future of Company bahkan perusahaan Patrik Group ku andai hal itu benar-benar terjadi." Kata Tuan Aaron Patrik pula.
"Tiga kekuatan nyata. Daniel tidak akan mampu melawan satu otak dan dua otot milik Ryan, Riko dan Arslan ini. Belum lagi posisi tinggi mereka di dalam organisasi Dragon Empire. Bisa saja mereka berdua ini menghasut puluhan, ratusan bahkan ribuan anggota organisasi untuk meninggalkan Dragon Empire dan bergabung dengan mereka." Kata Tuan Leon mengutarakan kekhawatirannya.
Kekhawatiran Tuan Leon ini jelas sangat beralasan. Ini karena, walaupun Joe William adalah ketua besar dari organisasi Dragon Empire, namun dia baru saja kembali dari perantauannya. Sementara Riko dan Arslan adalah orang yang berjasa dalam memperkuat organisasi bahkan sangat berjasa dalam pemekaran organisasi ini yang tadinya hanya berdomisili di kawasan Metro City saja, kini bahkan seluruh kota di negara ini pasti ada cabang organisasi Dragon Empire bahkan di Indonesia, Malaysia, bahkan sampai di Australia. Ini belum lagi negara bagian Asia timur.
Organisasi Dragon Empire tumbuh subur seperti jamur di musim hujan ketika dua orang ini mulai mengambil alih tampuk kepemimpinan paska ditinggal oleh Jerry di susul dengan pensiunnya Drako dari dunia hitam.
"Ini sungguh sangat berbahaya. Ini jelas bahaya. Aku harus menghukum anak itu." Kata Tuan Smith yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Tuan William pula.
"Lenard. Kau sampaikan pesan ke Starhill bahwa aku dan Leon akan segera berangkat ke Mountain Lotus. Ini tidak bisa dianggap remeh. Kalau aku tidak menjitak kepala anak itu, tidak puas rasa hati ku." Kata Tuan William memberi perintah kepada kepala pelayan keluarga nya.
"Baiklah Tuan besar. Saya akan mencoba menelepon ke Starhill." Kata Lenard lalu segera melangkah mendekati pesawat telepon.
Beberapa menit lamanya dia melakukan panggilan tersebut, dia lalu menutup telepon dengan ekspresi wajah kecewa namun tegang.
"Ada apa Lenard?" Tanya Tuan William.
"Tuan besar. Aku mencoba menghubungi Black. Namun dia mengatakan bahwa anak itu tidak berada di Starhill. Anak itu kini sedang memburu Paul. Katanya dia menginginkan kematian Paul ini." Kata Lenard mengabarkan kepada tuannya itu.
"Ya Tuhan ku. Apa lagi yang akan dilakukan oleh anak itu? Jerry dulu tidak begitu. Drako juga tidak. Bahkan Wilson tidak pernah membuat onar seperti ini. Anak ini jelas anak setan. Jelas sekali bahwa anak ini adalah anak setan." Kata Tuan William sambil menjambak rambutnya sendiri.
Bersambung...