
Siang itu di kantin kampus, tampak Naomi sedang menjauh dari yang lainnya.
Terlihat jelas bahwa wajah gadis itu sangat kusut sekali.
Seperti yang telah diketahui dalam bab sebelumnya, bahwa Naomi Johnson telah diancam oleh Duff, ternyata ancaman itu bukanlah ancaman kosong. Karena, sekembalinya dia dari restoran ketika bersama dengan Joe dan yang lainnya, ketika tiba di rumah, maka dia melihat bahwa pengacara keluarga Clifford baru saja kembali dari rumahnya. Dan dia dapat melihat bahwa wajah ayahnya sangat kusut sekali ketika itu.
Karena merasa penasaran, Naomi pun bertanya kepada Ayah nya tentang maksud dari kedatangan pak pengacara keluarga Clifford itu.
"Puas kau sekarang, Naomi? Kau anak satu-satunya yang aku harapkan untuk mengangkat keluarga ini ke tempat yang lebih tinggi, tapi karena ulah mu, kau malah menjerumuskan keluarga kita ke bibir jurang kehancuran," bentak Tuan Johnson kepada anak gadisnya itu.
"Ayah. Ada apa yang terjadi?" Tanya Naomi berlutut sambil memegang kedua tangan Ayahnya.
"Kau lihat tadi itu? Itu adalah pengacara keluarga Clifford. Dia kemari atas permintaan dari Tuan Clifford bahwa mereka telah menerima laporan tentang perbuatan mu yang tidak menghormati hubungan pertunangan antara kau dan Duff. Mereka juga memberikan bukti-bukti bahwa kau sedang dekat dengan seorang pemuda yang juga adalah mahasiswa di Globe's University. Ini berarti, kita telah melanggar perjanjian dan aku harus mengeluarkan uang sebesar tiga juta Dollar atas kesalahan yang kau lakukan," kata Tuan Johnson pula.
"Maafkan aku, Ayah. Apakah ayah tega mengorbankan Putri mu satu-satunya ini demi membentuk persekutuan dengan keluarga Clifford itu? Ayah tau seperti apa Duff Clifford itu. Seumur hidup aku akan tersiksa olehnya. Apakah ayah tega?" Tanya Naomi meminta simpati dari sang Ayah.
Tuan Johnson tidak lantas menjawab. Dia tau bahwa apa yang dikatakan oleh putri nya itu adalah benar. Dia lah sebenarnya yang bersalah. Dia termakan rayuan Tuan Clifford sehingga masuk ke dalam perangkap keluarga itu. Kini, semuanya sudah serba menjadi tidak menentu. Kelurahan andai, kalau dan lain sebagainya berkecamuk didalam hatinya. Andai saja aku tidak begini, andai saja aku tidak begitu, itu lah kini yang bermain dalam fikiran Tuan Johnson.
"Mereka juga memutuskan kerjasama dengan keluarga kita. Kini, mereka menagih hutang kita sebesar seratus lima puluh juta Dollar beserta bunganya. Jika tidak dilunasi dalam satu Minggu, maka mereka akan menyita Globe's University dan akan segera mengakuisisi kampus tersebut," kata Tuan Johnson menjelaskan.
"Apakah sudah separah itu, Ayah?" Tanya Naomi yang terkejut. Kini dia menjadi serba salah. Dalam hatinya, dia merasa bersalah karena telah menjerumuskan keluarganya hanya karena ego. Tapi, di lain sisi, dia juga tidak ingin menggadaikan dirinya untuk dilahap oleh pemuda berhidung belang seperti Duff Clifford itu.
"Ayah telah berusaha mencari bantuan ke beberapa kenalan. Mereka bisa membantu kita. Tapi setelah tau kepada siapa kita berurusan, mereka segera menarik diri dengan alasan, mereka takut melawan keluarga Clifford ini,"
"Hanya ada satu cara. Aku harus meminta bantuan kepada Joe. Tapi, aku baru mengenalnya. Belum juga sebulan kami berteman. Apakah tidak berlebihan jika aku harus meminta bantuan kepada Joe ini. Aku tau bahwa dua ratus juta bukanlah masalah besar baginya. Tapi..,"
"Tid-tidak. Tidak apa-apa Ayah. Aku akan mencoba mencari bantuan. Semoga saja kita bisa mengatasi masalah ini,"
"Kau mau mencari bantuan? Sedangkan ayah saja tidak bisa meminta bantuan karena keluarga ini adalah keluarga Clifford. Siapa yang berani membantu kita?" Tanya sang Ayah ragu-ragu.
"Ayah tenang saja dulu. Walaupun jangan terlalu berharap, namun di kampus kita ada seekor naga sedang menyembunyikan jati dirinya. Dia ini adalah sahabatku dari Starhill. Tuan muda dari keluarga William. Ayah tenang saja. Jangan ungkit-ungkit masalah ini kepada siapapun!" Kata Naomi yang semakin erat menggenggam tangan ayahnya.
"Apa kau yakin? Kau jangan bermimpi, Naomi!" Bantah sang ayah.
"Tidak ayah. Hanya saja janganlah terlalu berharap! Usaha akan putrimu ini lakukan. Masalah hasil, biarkan waktu yang menjawab. Aku tau jelas bahwa dia adalah Tuan muda dari keluarga William. Siapa lagi yang bisa mengajak kami memasuki Luxury Clubs bahkan sampai di Diamond box," kata Noami.
"Apa? Diamond Box di Luxury Clubs? Ayah bahkan tidak pernah sampai di sana," kata Tuan Johnson membelalakkan matanya.
"Bantulah Naomi dengan Doa!"
"Globe's University ini adalah warisan dari turun temurun. Ayah tidak masalah jika Globe's University ini diambil alih. Hanya saja, keluarga Clifford ini mengancam akan merobohkan kampus tersebut. Jika sudah begitu, maka hilanglah sudah peninggalan kakek buyut mu. Sungguh sangat menyedihkan," kata Tuan Johnson hampir menangis.
"Masih ada waktu setidaknya tujuh hari. Naomi akan berusaha, Ayah. Aku lebih baik menjadi selir bagi Tuan muda dari keluarga William itu daripada harus menjadi Istri dari Duff Clifford. Lebih baik aku mati saja," kata Naomi.
"Hey Naomi! Mengapa kau menyendiri dan melamun di sini?" Tanya seorang pemuda yang membuat lamunan Naomi buyar seketika.
Naomi kini mendongak lalu dia melihat sosok pemuda yang sangat dia kenal sambil tersenyum ke arahnya.
Bersambung...