
Kriiiiiing!
Kriiiiiing..!
Terdengar telepon berdering di susul dengan seorang pelayan tergopoh-gopoh menghampiri ruang tamu sambil membawa pesawat telepon nirkabel itu.
"Tuan besar. Ini telepon dari Tuan Barry." Kata sang pembantu di Villa itu.
Saat ini, Jerry yang sedang duduk dengan mengapit Joe di tengah antara dirinya dengan Clara, serta ada Jeff, Regan, Arslan, R2D, Herey, dan Black di depannya tampak menerima pesawat telepon tersebut lalu berkata. "Hallo Tuan Barry!"
"Tuan besar, saat ini semuanya sudah berkumpul di kantor besar. Apakah anda akan segera kemari?" Tanya Tuan Barry Morisson melaporkan.
"Tuan Barry. Anda dapat menunggu di sana. Sebentar lagi kami akan sampai." Kata Jerry William.
"Baiklah Tuan besar."
Setelah Jerry menyerahkan kembali pesawat telepon itu kepada pembantu tadi, dia langsung berdiri dan berkata. "Mereka sudah sampai. Ayo kita segera ke sana sekarang!" Ajak Jerry.
Setelah berpamitan dengan Clara, Jerry pun merangkul pundak putranya itu lalu mengajaknya untuk berangkat.
Tak lama setelah itu, tampak satu unit mobil Pagani huayra meluncur mulus meninggalkan depan Villa besar bagaikan istana itu dengan diiringi empat unit mobil mewah tiga Mercedes Benz S-class dan satu lagi Jaguar sport.
Sementara itu, di dalam mobil Pagani huayra tersebut, tampak Jerry mengemudikan mobil tersebut dengan tenang sambil sesekali tersenyum melihat ke arah Joe.
Joe yang tau arti tatapan dari Ayah nya itu hanya merengut saja sambil memperhatikan dirinya sendiri.
"Ada apa dengan kulit dan rambut mu Joe? Ayah lihat kau seperti baru sembuh dari penyakit tipus?!" Kata Jerry menahan tawa.
"Huh. Aku habis menuntut ilmu kebal. Kebal terhadap bully dan intimidasi. Tapi gagal. Akhirnya menjadi seperti ini." Jawab Joe yang sangat menyesal menuruti kata-kata dari Tengku Mahmud.
"Jujur saja! Apakah kakek Tengku Mahmud yang mengubah penampilan mu seperti ini?" Tanya sang Ayah.
"Iya. Katanya tiga bulan baru bisa kembali normal." Jawab Joe seperti mau menangis.
"Pasti ada alasan di balik semua itu. Tengku Mahmud itu orang di dunia persilatan. Dia dan kakek uyut mu sudah kenyang makan asam garam di dunia ini. Mereka sudah berhadapan dengan berbagai-bagai jenis manusia. Terima saja jika itu adalah sesuatu yang dia ingin untuk kau terima." Kata Jerry.
"Ayah. Sebenarnya tujuan ku kembali ini membawa dua tiga maksud. Pertama, menghukum Garden Company. Ke dua, menyusupkan mata-mata ke dalam keluarga Miller. Yang ke tiga, membunuh Tuan Paul." Jawab Joe tanpa sedikitpun berselindung dari maksud dan tujuan kepulangannya kali ini.
"Membunuh Tuan Paul?" Tanya Jerry terkejut.
"Iya. Mereka telah mengusik ku. Dan aku tidak pernah memberi maaf kepada orang yang mengusik ku sementara aku tidak pernah mengusik siapapun."
"Mereka memburu aku seperti binatang saja atas perintah dari Tuan Paul ini. Hanya cecunguk kecil. Bukan apa-apa. Tapi itu tidak terlalu berarti jika dalangnya tidak dihentikan. Selagi Paul ini masih hidup, selagi itu dia bisa mengupah siapa saja untuk kembali memburu ku. Sekarang gantian. Joe William yang akan memburu dirinya."
"Yang ke dua, mata-mata dari paman Tigor telah menyelidiki adanya dua orang asing yang di utus oleh keluarga Miller untuk mendekati semua bekas musuhnya Paman Tigor. Aku tau mereka ini sangat suka menarik orang-orang yang memiliki silang sengketa dengan kita. Maka dari itu, kepulangan ku ini untuk menambah persengketaan antara kita dan orang lain. Silahkan mereka rekrut. Aku akan sangat berterima kasih."
"Terakhir adalah Charles dan Milner Morgan. Dua saudara sepupu ini bekerja sama dengan Mario anak dari Moreno pemilik perusahaan Garden Company. Mereka menggunakan nama besar perusahaan milik Ayah dan menjual nama besar organisasi Dragon Empire ku demi menindas sahabat ku untuk memuaskan nafsu setan nya. Dulu aku memaafkan Charles dan Milner ini. Tapi sekarang tidak lagi. Mereka akan membayar mahal untuk ini." Kata Joe menggeram sehingga wajahnya yang hitam semakin hitam saja.
"Hmmm... Jadi, hukuman apa yang akan kau berikan kepada kedua orang itu?" Tanya Jerry.
"Aku masih belum tau, Ayah. Tapi yang jelas, Moreno harus bangkrut. Aku ingin meminta ayah untuk memutuskan kesepakatan kerjasama dengan mereka secara sepihak. Bikin perusahaan ini hancur sehancur hancurnya. Jika tidak, aku akan memaksa dia dengan menggunakan kekuasaan yang aku miliki untuk mengancamnya menyerahkan seluruh aset miliknya kepada ku. Orang seperti ini ibarat menolong anjing yang sedang terjepit. Setelah di tolong, dia malah mengigit."
"Aku tidak perduli jika dia ingin bekerjasama dengan Arold Holding Company. Silahkan. Aku tidak pernah takut dengan mereka itu. Bahkan, jika ayah izinkan, biar aku mengerahkan semua kekuatan Dragon Empire untuk membumihanguskan mereka." Kata Joe dengan percaya diri.
"Ini lah yang aku takutkan. Itu lah mengapa aku mengasingkan dirimu jauh ke Mountain Slope lalu kemudian berpindah ke Kuala Nipah. Kau masih muda, darah mu masih panas. Kau bisa saja membumihanguskan mereka. Tapi itu tidak akan mudah. Berapa nyawa bawahan mu yang ingin kau korbankan?" Tanya Jerry membuat Joe tergagap tidak bisa menjawab.
"Tapi Ayah. Mereka duluan yang mengusik ku." Kata Joe masih merasa bahwa tidak balas terhadap mereka itu adalah suatu yang mesti harus dia lakukan.
"Aku ada mendengar kisah Ayah dari Paman Daniel dan Ryan tadi ketika di rumah besar itu. Mereka mengungkit tentang ayah yang dulu sering di hina dan di bully oleh orang lain. Aku tidak mau mengikuti jejak ayah yang hanya diam saja ketika di bully. Tidak ada yang bisa mengintimidasi Joe William karena tindak balas dari ku sangat menyakitkan. Dulu ayah boleh di Bully. Tapi terhadap ku, jangan coba-coba!"
"Kau tidak boleh gegabah Joe. Kau harus memikirkan orang-orang disekitar mu! Kuasai dirimu dengan kepala dingin serta hati yang bersih. Menghadapi diri sendiri itu sulit. Makanya, gunakan hati! Sebelum kau dapat menguasai orang lain, kau harus terlebih dahulu menguasai diri mu sendiri. Jika tidak, apa bedanya antara dirimu dengan penjajah?"
"Future of Company ini berdiri di atas kepiawaian orang-orang yang berada di dalamnya. Di mana, semuanya menggunakan otak terlebih dahulu dibandingkan otot. Jika kau tidak bisa arif serta bijaksana, maka kau akan digulingkan dari tahta mu. Makanya, kuasai dirimu!" Kata Jerry sambil mengusap rambut kaku putranya itu.
"Lalu, bagaimana menurut Ayah untuk menanggulangi invasi dari perusahaan Arold Holding Company ini?" Tanya Joe.
"Kalau ingin menumpas mereka sampai ke akar-akarnya, maka biarkan mereka memuntahkan idea-idea mereka sampai habis. Waktunya akan tiba di mana kita semua akan mengambil peranan masing-masing dari segala sisi untuk mengusir mereka ini kembali ke daratan sana." Jawab sang Ayah.