
Seorang wanita pramuniaga di salah satu toko di dalam bangunan Quantum Jewelry dengan hormat mempersilahkan Tye untuk melihat-lihat barang-barang perhiasan yang dia tawarkan di toko tersebut. Namun, begitu melihat Sylash dan Joe yang tampak memiliki penampilan yang sangat merana, pramuniaga itu pun langsung berubah dingin dan tidak terlalu memperdulikan kedua pemuda itu. Bahkan, beberapa kali wanita itu melarang agar Joe dan Sylash tidak melihat terlalu dekat dengan peti kaca tempat beraneka ragam perhiasan dipajangkan.
"Maaf, Tuan muda Tye. Apakah anda bisa menyuruh kedua pembantu anda ini untuk tidak terlalu dekat dengan peti kaca tersebut?! Saya khawatir jika dia merusakkan salah satu dari barang-barang di sini, saya akan mendapat masalah," kata Pramuniaga itu memelas.
Mendengar apa yang dikatakan oleh wanita pramuniaga ini, wajah Tye yang tadinya sangat antusias langsung berubah muram.
"Nona. Jika anda keberatan untuk mempersilahkan saya dan kedua sahabat saya ini melihat-lihat di toko yang anda jaga ini, maka maaf saja. Kami akan mencari toko yang lain," kata Tye lalu menarik tangan Sylash untuk keluar.
"Nona. Anda tenang saja. Ayah saya baru saja menjual sapi satu kandang. Jadi, saya memiliki uang untuk membeli sesuatu di toko yang anda jaga ini," kata Joe sambil tersenyum.
"Maaf, Tuan muda. Jika anda memiliki uang, sebaiknya anda perhatikan dulu penampilan anda. Beli lah pakaian yang layak agar anda terlihat lebih rapi. Bagaimanapun, bukan salah saya jika saya menilai orang dari penampilannya pada pandangan pertama. Jadi, mohon dimaklumi," kata Wanita Pramuniaga itu lagi.
"Terserah anda saja, Nona. Ada banyak cerita di novel-novel karya penulis luar tentang penghinaan terhadap orang kaya yang berpenampilan kumal dan dekil. Saya harap, anda tidak menjadi bagian dari cerita-cerita seperti itu. Jangan mengukur orang dari penampilan!" Kata Joe lagi. Lalu, tanpa menunggu tanggapan dari pramuniaga itu, dia langsung melambaikan tangannya ke arah Tye dan Sylash kemudian menunjuk ke arah toko yang bersebelahan dengan toko yang pertama mereka masuki tadi.
Wanita pramuniaga itu hanya mencibirkan mulutnya saja lalu kembali duduk di sebuah kursi yang tersedia di dekat pintu masuk toko yang dia jaga bagi menyambut pelanggan yang datang.
"Maaf Joe. Aku jadi tidak enak hati dengan mu," kata Tye dengan wajah penuh dengan penyesalan.
"Tidak apa-apa. Aku punya uang. Biarkan uang dari hasil jual sapi ku habis. Asalkan, aku bisa membungkam mulut wanita tadi itu. Ayo kita belanja. Beli apa saja yang kalian suka. Aku akan membayarnya untuk kalian!" Merah padam wajah Joe sambil berucap. Ini menunjukkan bahwa dia telah dikuasai oleh kemarahan.
"Sabar Joe. Kau jangan terpancing emosi! Jika uang hasil dari jualan sapi mu habis, lalu nanti biaya kuliah mu?" Tanya Tye.
"Benar juga kata mu. Ya sudah. Kalian silahkan melihat-lihat terlebih dahulu. Aku akan ke toilet sebentar," kata Joe lalu segera pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
Setelah sedikit menjauh dari Tye dan Sylash, Joe pun langsung mengeluarkan ponselnya kemudian mengirim pesan kepada Tuan Baron.
"Tuan Baron. Saat ini aku berada di Quantum Jewelry. Tepatnya di sebuah toko E&E."
"Tuan muda. Apakah ada sesuatu yang anda butuhkan di sana? Saya akan segera datang!" Kata Tuan Baron.
"Tidak perlu. Cukup perintahkan saja kepada Manager di Quantum Jewelry ini untuk berpura-pura bahwa semua kebutuhan kami telah ditanggung oleh Quantum Jewelry ini,"
"Baik Tuan muda. Saya akan segera mengatur semuanya untuk anda,"
*********
Tiga orang yang terdiri dari seorang wanita dan dua laki-laki berpakaian ala manager di Quantum Jewelry ini tampak berjalan menghampiri toko E&E.
Setelah melihat ke dalam dan memastikan bahwa di toko tersebut ada tiga orang pemuda, maka ketiga manager tadi pun memasuki toko tersebut.
Beberapa pelayan di toko itu tampak membungkukkan badan mereka menyambut kedatangan ketiga orang yang tampaknya sangat dihormati di seluruh gedung pusat perbelanjaan ini.
"Maaf, Adik-adik sekalian. Apakah benar kalian bertiga ini adalah yang bernama, Joe, Sylash dan Tye?" Tanya Wanita berpakaian putih itu.
Sylash dan Tye tampak saling pandang. Namun tak lama kemudian mereka berdua mengangguk saja. Sedangkan Joe hanya acuh tak acuh kepada ketiga orang yang baru tiba itu.
"Hei.., apakah kita sedang bermimpi?" Kata Sylash sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
"Maaf, Miss. Apakah anda tidak salah orang?" Tanya Tye yang belum mampu menguasai keterkejutannya.
Mana mungkin biaya belanja mereka akan ditanggung oleh Tuan muda dari Starhill. Kenal pun tidak.
Setidaknya, seperti itu lah yang saat ini sedang bermain di dalam pikiran Tye.
"Sudah.., ambil saja. Kalau salah orang, kalian bisa mengembalikannya. Bukan kita yang salah. Bukan pula mencuri," kata Joe yang saat ini sedang memegang sebuah jam tangan wanita merk Dior.
"Ya sudah kalau begitu. Aku akan mengambil baju, celana, sepatu, jam tangan, aku juga ingin mengambil smartphone. Apakah itu boleh?" Tanya Sylash kepada ketiga manager tadi.
Sambil tersenyum, ketiga manager itu pun menganggukkan kepalanya dan....., Serangan pertama pun di mulai oleh kedua orang itu.
Joe hanya tersenyum saja melihat kelakuan kedua sahabatnya itu. Dia lalu berjalan ke arah ketiga manager tadi lalu menyalami tangan salah satu dari mereka dengan meninggalkan dua buah kartu kepada manager itu.
Begitu sang Manager memperhatikan sebuah kartu eklusif Diamond VIP member dan satu kartu kredit BlackGold, dengan nama tertera di sana 'Joe William' mendadak dengkul ketiga orang itu gemetaran.
"Tu...,"
"Ssssst...!" Kata Joe sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir kemudian sambil tersenyum, dia mengejar kedua sahabatnya yang tampak sedang membeli apa saja yang mereka mau.
"Ayo, Joe! Ambil saja apa yang kau suka!" Kata Sylash yang kini tampak beberapa barang berada di dalam pelukannya.
"Sylash..! Kau jangan lupa daratan. Ambil seperlunya saja. Lagi pula, belum tentu ini benaran," kata Tye memperingatkan.
"Bodo amat lah. Mumpung lagi ada kesempatan. Aku akan mengambil semua barang-barang yang aku butuhkan. Oh ya.., mengapa ada seorang tuan muda yang begitu bodoh membiarkan kita mengambil apa saja yang kita inginkan dan semua tagihan dibebankan kepada dirinya?" Kata Sylash bertanya.
"Sylash. Apakah kau akan mengatakan kata-kata yang tidak pantas kepada orang yang telah memberi kebebasan kepadamu untuk berbelanja? Kalau begitu, kamu benar-benar tidak tau berterimakasih," tegur Joe.
"Ups. Maaf. Bukan begitu maksudku. Gini Joe. Maksud ku, 'bodoh' dalam arti.., mengapa ada seorang Tuan muda yang tiba-tiba saja rela menanggung semua pembiayaan berbelanja kita bertiga. Padahal, kenal saja tidak. Dia juga jauh di Starhill sana. Itu yang membuat aku kehabisan kata-kata. Maka, keluar lah perkataan bodoh tadi," kata Sylash sambil menyeringai.
"Aku sudah selesai. Kau tidak belanja Joe?" Tanya Tye.
"Aku sudah mengambil satu gelang giok untuk aku hadiahkan kepada Ruby nanti di acara ulangtahun nya," jawab Joe.
"Baiklah. Semua sudah siap. Mari kita ke kasir," kata Tye yang mendahului mereka.
Joe juga tampak berjalan santai menuju ke kasir. Kecuali Sylash yang tampak sangat kepayahan berjalan. Ini karena di dalam pelukannya berbagai jenis celana dan baju dalam merek berbeda.
Bersambung...