
Lelaki berambut gondrong itu mulai berdiri dan menatap lelaki yang berada di sampingnya.
Plak!
Terdengar suara tamparan yang cukup keras.
Di depan, tampak lelaki itu terhuyung-huyung begitu menerima tamparan yang keras dari lelaki berambut gondrong tadi.
"Itu itu apa, Irfan? Mengapa kau mendadak gagap?"
"Maafkan aku bang!" Irfan berlutut dihadapan lelaki gondrong tadi.
"Maaf kata mu? Kau telah menjerumuskan semuanya! Kau putar belitkan fakta. Apakah tujuan mu ini agar aku menuruti keinginan mu? Martins Group telah tergadai. Apakah ini semua adalah tujuan mu?" Bentak Marven. Oleh karena Marven berbicara dalam bahasa Batak, maka Tiger Lee dan Zacky pun tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Kau pasti akan aku bunuh. Kau membuat aku sangat kecewa. Tadinya aku beranggapan bahwa kau bisa untuk aku andalkan. Tapi kau malah menikam aku dari belakang. Kau berkoar-koar seolah-olah kau lah pahlawan dalam keluarga. Tapi nyatanya, semua itu adalah belas kasih dari musuh ku."
"Kau juga Tigor! Berapa jumlah uang yang telah kau keluarkan untuk membantu keluarga ku? Aku akan membayarnya. Katakan berapa jumlahnya! Aku tidak ingin berhutang Budi kepada musuh," kata Marven.
"Hahaha. Sudah banyak uang kau ya? Apakah itu dari saham Martins Group yang telah kau jual kepada keluarga Miller?" Ejek Tigor.
"Itu bukan urusan mu!" Bentak Marven.
"Itu menjadi urusan ku. Kau bukan anak Martin. Kau adalah anak haram hasil hubungan ibumu dan Beni. Tapi aku, aku jelas anak angkatnya. Sebagian besar uang untuk mengoperasikan dan memajukan perusahaan adalah hasil jerih payah ku menjalin koneksi dengan Mister Ming kang khang dari Hongkong. Enak saja kau menjual saham kepada perusahaan lain. Satu lagi. Kau juga telah mengancam pak Burhan. Apa kau berhasil?" Tanya Tigor dari kemarahan berubah ejekan yang menantang.
Marven tergagap dengan pertanyaan dari Tigor tadi. Jelas bahwa dia memang berusaha untuk mencelakai pak Burhan.
Sekedar informasi, bahwa Pak Burhan ini adalah pengacara dari mendiang Martin. Sekaligus, pemegang kuasa hukum Martins Group. Saat ini, pak Burhan juga menjadi pemegang Kuasa hukum bagi perusahaan Tower Sole propier atas rekomendasi dari Tigor kepada Jerry William. Ketika itu, Joe William masih belum tau bahwa dirinya adalah tuan muda dari keluarga William.
"Apakah kalian sudah selesai bertengkar?" Tanya Tiger Lee yang mulai tidak sabaran dengan pertengkaran antara mereka.
"Maaf Tuan Lee. Apakah anda bisa menunggu. Selama ini aku selalu disalahkan. Memang ini adalah masalah antara aku dan mereka. Akan tetapi, jika anda tidak sabar, anda bisa membatalkan kesepakatan kita. Anda bisa mengganggu gang Kumuh dan bersiap menerima tindak balas dari kami!" Tajam kata-kata dari Tigor membuat Tiger Lee tersenyum kecut.
"Hahaha. Kedatangan anda kemari adalah atas kesepakatan anda dan saya. Jadi, jika ingin mengurus hal pribadi, anda bisa menyelesaikannya di lain waktu!"
"Begitu kah? Baiklah! Mari kita mencapai kesepakatan. Tapi satu hal yang ingin saya tanyakan kepada anda, Tuan Lee. Apakah anda bekerjasama dengan pihak kepolisian kota batu untuk mencelakai Kapolres kota Batu tersebut?" Tanya Tigor.
Tiger Lee merenung sejenak. Lalu, dia menatap serius ke arah Tigor, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kami tidak pernah mengirim siapapun untuk mencelakai pihak penegak hukum," jawab Tiger Lee.
"Sekarang, mari kita lakukan kesepakatan. Aku datang sebagai orang kepercayaan dari pemilik Tower Sole propier untuk memenuhi permintaan kalian sebagai penjaga keamanan di gang Kumuh. Dan ini adalah uang yang harus kami bayar kepada anda!" Kata Tigor lagi sembari meletakkan koper yang dia bawa tadi di atas meja.
Tiger Lee segera meminta kepada Zacky untuk menghitung uang tersebut.
Setelah Zacky menganggukkan kepalanya, Tiger pun segera menyalami Tigor. "Uang keamanan telah kami terima. Katakan kepada majikan anda untuk tidak telat membayar uang keamanan tepat waktu pada tanggal 1 bulan depan!"
Tidak ada jawaban dari Tigor. Dia hanya tersenyum mencibir. Lalu, dia segera mengambil kotak kecil seperti kotak harta Karun dan meletakkan kembali di atas meja.
"Aku tau diantara kalian berdua lah yang merencanakan untuk membunuh adik ku. Dan ini adalah bonus untuk kalian!" Kata Tigor sambil membukakan peti tadi.
Begitu peti itu terbuka, kini menyeruak lah bau busuk seperti bau bangkai.
Semua orang menutup hidung mereka sembari melihat ke dalam peti tadi. Begitu juga dengan Irfan, Marven dan Karman.
Di dalam peti yang dibukakan oleh Tigor tadi, terlihat puluhan jari kelingking yang sudah mulai membusuk.
"Apa maksudnya ini, Tuan Tigor?" Tanya Tiger Lee tidak mengerti.
"Ini adalah pesan nyata dari ku. Aku masih bisa menahan diri jika itu masalah uang. Tapi jika adikku yang dijadikan sebagai target, kalian akan melihat seperti apa Tigor ini jika sudah mengamuk. Jumlah buat ku bukan masalah. Jika aku mati, setidaknya separuh dari kalian akan aku binasakan. Itu pesan yang jelas dari ku. Dan satu hal lagi. Jangan kirim orang sekelas Panjol, Mokmok dan Ganjang! Mereka tidak sepadan. Bila perlu, kalian kirim ninja dari Jepang sekalian! Itu mungkin lebih masuk akal untuk melakukan misi!"
Merah padam wajah Marven mendengar tantangan dari Tigor ini. Tapi dia segera sadar. Jika benar apa yang diucapkan oleh Tigor barusan, bahwa dirinya adalah Black Cat yang pernah menyelamatkan dirinya dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Hasian dulu, maka dia harus berfikir sejuta kali untuk membuka persoalan dengan Tigor ini.
Memang selama ini Marven tidak tau siapa sebenarnya Black Cat ini. Karena, setahu dirinya, Black Cat sudah dijatuhi hukuman mati di Singapura. Padahal, itu adalah ulah Tigor yang mengkambinghitamkan Acun. Atas kerja sama dirinya dengan Rio, maka petugas kepolisian kota Batu menangkap Acun yang saat itu diberi pakaian ala Black Cat. Sampailah pada akhirnya, pihak Singapura meminta agar Acun dikembalikan ke negara asalnya untuk di eksekusi.
"Berdoalah kalian semoga saja Ferdy tidak mendapat musibah. Karena, Tuan kami, yaitu Joe William sudah menargetkan orang ini. Tidak pernah ada yang terlepas jika sudah menjadi targetnya. Bahkan jika bersembunyi di lubang cacing sekalipun, Terget tersebut pasti akan berhasil dia temukan. Kalian tinggal menunggu kabar saja!" Kata Tigor sebelum pergi meninggalkan tempat pertemuan itu dengan diikuti sekitar tiga puluh orang dari sahabat-sahabatnya, serta dari kedua organisasi yang dipimpin oleh Joe William.
Kini, tinggallah mereka di situ dengan pikiran mereka masing-masing. Terutama Tiger Lee. Dia kini mulai ragu. Apakah Joe William ini selemah itu? Lemah karena mau membayar uang keamanan untuk property miliknya di gang Kumuh. Tapi di sisi lain, terlihat kuat karena mampu melakukan hal-hal yang dia inginkan.
"Aku mulai meragukan apakah Joe ini benar-benar selemah yang kita bayangkan?!" Bisik Tiger Lee kepada Zacky.
"Lemah atau kuat sama saja. Karena, kita pasti akan menghadapi mereka. Sedikit demi sedikit dia pasti akan dikikis oleh Honor!" Jawab Zacky.
Sementara itu, Marven pun mulai berfikir bahwa keluarga Miller ini memang hanya mementingkan keuntungan mereka saja. Ini karena, tidak selembar pun uang yang dibawa oleh Tigor tadi, diberikan kepadanya. Dari sini dia menganggap bahwa dia dan perusahaan Martins Group benar-benar telah dijerumuskan oleh Irfan.
Marven benar-benar dibuat pusing tujuh keliling. Dia ingin menghukum Irfan. Tapi, yang dia tau, bahwa semua anak buah yang mereka miliki saat ini adalah rekrutan Irfan sendiri. Termasuk menghasut Panjol, Mokmok dan Ganjang. Jika Irfan ingin memberontak, pastilah dia akan dengan mudah bisa digulingkan.
Bersambung...