Joe William

Joe William
Kedatangan cinta kedua Joe.



...Perumahan elite Quantum city...


...***...


Satu unit mobil Lamborghini Gallardo memasuki pelataran halaman rumah mewah berbentuk Castle di kawasan elit perumahan Quantum City ini.


Dari dalam, tampak seorang pemuda sahabat Duff Clifford bernama Bernard keluar dan buru-buru membukakan pintu di bagian penumpang.


Memang semenjak hubungan antara Daren, Reynold dan Duff ini retak, hanya Bernard saja yang menjadi sahabat Duff. Dilon juga memilih untuk menjauhi anak orang terkaya di Quantum City ini karena Daren adalah sepupu nya.


Banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh Duff ini membuat dia tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus yang mana satu terlebih dahulu untuk dia hadapi.


Kini, masalah Duff bertambah satu lagi. Yakni, dengan mahasiswa baru bernama Namora.


Dari kursi penumpang, Barnard terlihat sedang memapah tubuh Duff dengan kepala bersimbah darah.


Tadinya Bernard ingin mengajak Duff untuk langsung saja singgah di rumah sakit. Namun, segera ditolaknya. Ini dia lakukan agar bisa mendapat tanggapan instan dari sang ayah kelak jika dia mengadu.


Benar saja. Ketika kedua pemuda yang berjalan sempoyongan itu memasuki rumah besar tersebut, dari arah dalam para pelayan mulai panik.


Kepanikan para pelayan di rumah itu lah yang menarik perhatian dari Tuan besar Clifford.


Dia yang baru turun dari lantai dua berdiri terpaku melihat keadaan putranya yang tampak sangat sekarat itu.


Mulai dari kepala tampak darah terus meleleh dan membasahi kemeja putih milik Duff.


"Apa yang telah terjadi dengan Duff?' tanya Tuan Clifford membentak dengan nada penuh kekhawatiran.


Bernard, yang juga merasa khawatir akan keadaan Duff segera menjawab semua yang dia ketahui karena memang kejadian itu tepat berada di depannya.


"Uncle. Duff terlibat perkelahian dengan mahasiswa baru di Globe's University. Mahasiswa itu adalah sahabatnya Naomi. Tidak jelas kesalahan apa yang dilakukan oleh Duff, tiba-tiba pemuda sahabat Naomi Johnson langsung menyerang Duff dengan piring makanan tepat di depan kantin kampus," kata Bernard Shawn menjelaskan secara sepihak.


"Apa? Lagi-lagi ini adalah ulah putri Johnson itu?"


"Benar, Uncle!" Jawab Bernard meng-iyakan pertanyaan dari lelaki paruh baya itu.


"Kurang ajar. Ini sudah melampaui batas. Aku tidak bisa lagi menahan. Keluarga Johnson ini harus menerima konsekuensi dari apa yang putri mereka lakukan. Sekarang, siapkan mobil ku. Panggil beberapa orang anak buah si Badak dan malam ini kita akan berangkat ke Quantum Housing area untuk menekan keluarga Johnson keparat itu,"


"Ayah. Aku ingin Naomi itu bertekuk lutut di kaki ku dan meminta pengampunan atas apa yang telah dia perbuat. Aku juga ingin agar orang-orang yang dekat dengannya mendapatkan kesulitan di Quantum City ini. Aku tidak bisa tenang jika mereka masih bebas bergerak dengan leluasa di Quantum City ini. Bila perlu, bunuh saja mereka untuk melampiaskan rasa sakit hati ku ini!" Kata Duff merengek kepada Ayahnya.


"Obati dulu luka mu itu! Ayah akan mengaturnya untuk mu," kata Tuan besar Clifford pula.


Duff Clifford tersenyum mendengar jawaban dari ayahnya ini. Dia segera meminta kepada dokter pribadi di keluarganya untuk mengurus dan mengobati luka di kepala yang dia derita akibat salam perkenalan dari Namora tadi.


*********


Sore itu, satu unit mobil tronton trailer memasuki kawasan Quantum entertainment dan langsung menanjak menuju ke Highland Park dan berhenti tepat di depan Villa Top nomor 12 di kawasan tersebut.


Dari dalam, tampak Daniel dan Riko tersenyum memandang ke arah Joe yang memang tidak mengetahui untuk apa sebenarnya mobil tronton trailer itu memasuki kawasan Villa miliknya tersebut.


"Mobil mu telah sampai," jawab Riko tersenyum.


"Mobil? Mobil baru kah?" Tanya Joe tidak sabaran.


"Enak saja kau mengatakan mobil baru. Apa kau sudah meminta kepada ayah mu?" Tanya Daniel sambil menarik jabrik anak itu.


"Hehehe. Ayah memang tidak mengatakan akan membelikan ku mobil baru. Tapi, mobil yang mana?" Tanya Joe pura-pura tidak tau.


"Kau lihat saja keluar sana. Paman berdua mau istirahat dulu. Ada banyak hal yang akan kami urus malam nanti sebelum kembali ke Starhill," kata Daniel lalu segera meninggalkan ruangan pribadi milik Joe sambil diikuti oleh Riko.


"Mobil. Bergaya. Jadi superstar di Quantum City ini," kata Joe lalu berjingkrak-jingkrak sehingga dia menjatuhkan gelas miliknya yang berada di atas meja.


Joe segera berhenti dari berjingkrak dan menutup mulutnya ketika pintu ruangan itu terbuka dan melihat kepala Daniel muncul memandang kearahnya.


"Hehehe...," Kata Joe sambil menutupi mulutnya. Ada ekspresi malu di wajah pemuda itu.


"Kurangi sinting mu itu!" Kata Daniel. Sambil menggelengkan kepalanya, lelaki paruh baya sahabat ayahnya itu kembali menutup pintu ruangan milik Joe tadi.


"Apa salahnya aku sinting?" Tanya Joe dalam hati. Lalu pemuda itu kembali berjingkrak-jingkrak sesuka hatinya.


Penat berjingkrak-jingkrak, Joe kini melihat ke arah jendela.


Di bawah, dia melihat beberapa orang sedang memberi aba-aba untuk menurunkan mobil Lykan hypersport miliknya yang konon harganya hampir mencapai lima juta Poundsterling dan hanya ada beberapa unit saja di dunia.


"Siapa yang akan aku bawa. Apakah Naomi, Talia, Ruby, Melissa, Aurelie atau aku membawa R4 secara bergantian. Ah. Pusing aku," kata Joe sambil menggaru-garu dagu nya.


"R4?! R1, R2, R3, dan R4. Mengapa rumit sekali. Apakah aku harus mengganti nama mereka. Hmmm. R1 bisa diganti menjadi Robert. R2 bisa menjadi Ruddock. R3 menjadi Riddick. Terakhir R4 menjadi RoboCop. Hahahaha. Tapi aneh sekali nama itu. Hahahahaha..," kata Joe lalu menoel-noel hidungnya karena merasa lucu.


"Persetan lah. Aku harus turun dulu melihat apakah mobil ku itu lecet? Jika lecet, aku akan menuntut ayah ku," kata Joe lalu dia segera keluar menuju lift yang akan mengantarnya untuk menuju ke lantai bawah.


Tiba di bawah, semua kerja-kerja menurunkan mobil Lykan hypersport itu telah selesai.


Ketika Joe berada di luar, semua diantara mereka segera membungkuk dan mempersilahkan kepada Joe untuk melihat-lihat keadaan mobil tersebut.


"Aku mau lihat. Jika lecet, aku akan memotong gaji kalian!" Kata Joe yang membuat perut mereka mendadak mulas.


Joe kini mengitari mobil berwarna hitam metalik itu dan tersenyum puas karena tidak ada sedikitpun bekas lecet.


Senyuman dari Joe ini bagaikan obat diare bagi para lelaki yang berada di tempat itu. Karena, dari tadi mereka membayangkan akan mendapat denda ketika ada sedikit saja lecet pada mobil tersebut.


"Panggil Mechanic kemari untuk mengatur ulang setelan mobil ku ini. Malam ini aku akan keluar jalan-jalan bersama dengan cinta kedua ku ini," kata Joe sambil mengelus mobil kesayangannya itu.


Kesayangan, karena mobil ini adalah hadiah dari kedua orang tuanya atas pilihan dari sang Ibu.


Bersambung...