
Malam itu, untuk merayakan hari pertama Namora, Talia dan Xenita, Joe pun segera mengajak teman-temannya untuk mengadakan pesta kecil di Klasik Mansion.
Klasik Mansion berada di Highland Park. Tidak terlalu jauh dari Villa milik Joe. Jika berjalan kaki, tidak sampai 15 menit mungkin sudah sampai di klasik Mansion tersebut.
Kali ini, Joe ingin mengajak sahabat-sahabatnya untuk naik ke Rooftop bangunan mewah tersebut di mana di sana terdapat taman-taman buatan, Duduk di kursi dengan air mengalir dibawahnya. Ini dapat dirasakan karena memang lantai pada salah satu bagian di Rooftop itu terbuat dari kaca tebal. Jadi, sambil makan, mereka akan dapat melihat beraneka ragam ikan yang akan berenang di bawah kursi mereka.
Walaupun tidak semegah dan semewah Lotus Mansion, namun untuk Quantum City ini, Klasik Mansion adalah bintangnya. Tidak ada bangunan yang menyediakan berbagai jenis hiburan yang merangkap sebagai restoran, kafe, spa, dan lain sebagainya dengan lengkap di Quantum City ini melainkan Klasik Mansion. Singkat cerita, orang selalu menjuluki Klasik Mansion ini adalah kota di dalam kota di Quantum City ini.
Malam kini telah berganti meninggalkan petang. Semua tamu yang diundang oleh Joe telah bersiap sedia di depan rumah masing-masing. Karena, Joe sendiri yang telah mengirim anak buah tuan Baron untuk menjemput mereka di depan rumah masing-masing.
Setelah semuanya siap dan jadwal mereka untuk memenuhi undangan tersebut telah hampir tiba, dari arah Highland Park kini meluncur lah rombongan utusan dari Joe untuk menjemput mereka yang akan menjadi tamu undangan tersebut.
Mereka yang menjadi tamu undangan Joe adalah Ruby, Melissa, Aurelie, Naomi, Tye, Sylash, dan beberapa kenalan lainnya.
Tepat pukul delapan malam, salah satu dari utusan Joe ini tiba di rumah milik Naomi.
Setelah berbasa-basi, Naomi pun memasuki mobil Mercedes Benz S-class tersebut dan sempat berselisih dengan mobil yang datang dari arah perumahan elite Quantum.
Mengenali mobil mewah tersebut, Naomi sudah menduga bahwa masalah akan segera timbul di dalam keluarga nya. Hanya saja, untuk tidak mengecewakan Joe yang telah mengundangnya, dia pun menetapkan hatinya dan tetap memenuhi undangan dari sahabatnya itu.
Satu persatu kini mobil penjemputan itu terparkir di depan Klasik Mansion.
Dari dalam, tampak mereka semua keluar dari mobil bagaikan seorang pangeran dan putri raja. Ini karena, mereka memang sengaja memakai pakaian terbaik mereka.
Sylash dan Tye juga memakai pakaian yang mereka beli di Quantum Jewelry atas hadiah belanja gratis dari Tuan muda yang tidak mereka kenal ketika itu. Namun itu dulu. Sekarang mereka telah mengenal tuan muda yang baik hati ini yang ternyata adalah Joe adanya.
Di depan Klasik Mansion, telah ada dua orang lelaki dan wanita yang bertugas sebagai penyambut tamu.
Dengan keramahan dan hormat, penyambut tamu tersebut mempersilahkan tamu khusus Joe ini mengikuti mereka untuk segera memasuki Mansion.
Tiba di dalam, mereka mulai terkagum-kagum dengan keindahan dekorasi dan interior design di Mansion tersebut.
Berbagai perasaan antara tidak percaya dan bagaikan mimpi bercampur aduk di dalam hati mereka. Terutama bagi Tye, Naomi, Ruby dan Melissa. Mereka seumur hidup tidak akan pernah bermimpi bisa memasuki Mansion ini.
"Apakah ini mimpi?' gumam Naomi yang dapat didengar oleh yang lainnya.
"Entahlah, Naomi. Aku bahkan tidak pernah berfikir bisa sampai di tempat seperti ini," jawab Ruby.
"Silahkan Nona-nona dan Tuan muda sekalian!" Kata penyambut tamu itu mempersilahkan mereka memasuki ruang lift.
Beberapa pemuda dan pemudi itu kini memasuki lift yang akan membawa mereka menuju ke tingkat paling atas di bangunan mewah tersebut.
Tiba di sana, sekali lagi mereka terbelalak melihat segala kemewahan yang terdapat pada bagian Rooftop tersebut.
Ketika mereka tiba, kini atap di bagian paling atas bangunan itu terbuka dengan sendirinya. Mereka juga disambut dengan iringan musik dan lantunan lirik lagu dari penyanyi terkenal dan pemain orkestra. Benar-benar sebuah acara pesta yang sangat meriah.
"Silahkan anda duduk di kursi yang telah disediakan, Nona!" Kata penyambut tamu yang sekaligus menjadi pemandu mereka.
Naomi, Ruby, Melissa, Aurelie, Tye dan Sylash serta yang lainnya terkejut ketika mereka harus berjalan melewati lantai kaca yang terdapat aliran sungai buatan dibawahnya.
Dengan wajah pucat, mereka serempak menatap ke arah penyambut tamu tersebut.
Sebagai jawaban dari keheranan mereka, penyambut tamu hanya tersenyum sembari berkata, "tidak apa-apa Nona. Sungai kecil ini berada di bawah. Lantai di sini dilapisi dengan kaca yang tidak akan pecah walaupun di injak oleh ramai orang. Kaca ini bukanlah kaca biasa. Silahkan!"
Entah karena merasa malu karena dikira kampungan, mereka pun akhirnya melangkahkan kaki juga walau sedikit gamang menapaki kaca tersebut.
Setelah tiba di meja masing-masing, kini dari arah Lift datanglah Namora, Talia dan Xenita dengan penampilan yang sangat keren.
Tye dan Sylash selama ini menyangka bahwa Naomi adalah gadis tercantik yang pernah mereka temui. Namun, sepertinya mereka harus mengubah cara pandang mereka setelah menyaksikan kecantikan Xenita dan Talia yang jika dibandingkan dengan Naomi, maka jauh panggang dari api.
Berulang kali Sylash meneguk ludahnya melihat ke arah Talia dan Xenita. Namun, ketika dia melihat Namora Habonaran yang berwajah sangat dingin walaupun tidak menutupi ketampanannya, Sylash segera membuang muka.
"Selamat datang Tuan muda, Namora Habonaran. Nona Xenita Patrik dan Nona Talia Gordon. Silahkan menempati kursi milik anda!" Kata penyambut tamu mempersilahkan dengan Hormat.
"Terimakasih!" Jawab mereka lalu duduk di atas kursi masing-masing yang telah disediakan.
"Baiklah. Mungkin anda bertanya di mana Tuan muda kami. Sebentar lagi dia akan tiba," kata penyambut tamu tersebut sekaligus menjawab pertanyaan yang ada di hati masing-masing orang.
Lima menit berselang, dari arah lift khusus, muncul lah satu unit mobil super sport Lykan hypersport berwarna hitam metalik dengan diiringi oleh empat orang wanita muda yang sangat cantik beserta sembilan orang lelaki dengan seorang diantaranya berumur sekitar 20 tahunan. Mereka adalah Albern Miller, Riko, Daniel, Herey, Tuan Baron, Xavier, Eagle, Queiroz dan Neck.
Setelah pintu mobil tersebut di buka oleh salah satu dari wanita cantik yang berada tepat di bagian pintu sopir, kini keluar lah seorang pemuda tampan berpenampilan rapi seperti putra raja dengan memakai kemeja slim fit berwarna biru tua dan celana hitam. Rambutnya juga ditata rapi dan tampak sangat menawan bagi lawan jenis yang melihatnya.
Begitu pemuda itu turun dari mobilnya, keempat wanita muda itu segera mendahului dan menarik sebuah kursi yang tampak terbuat dari emas kemudian berdiri di samping kiri kanan kursi tersebut.
"Apakah itu Joe?" Tanya Melissa Michael seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Waaah. Tampan sekali," celetuk Ruby.
"Siapa wanita yang sepertinya sebaya dengan kita itu?" Tanya Naomi pula.
Selain Aurelie, diantara mereka semua memang masih belum tau tentang keempat wanita pengawal Joe ini. Ini karena, keberadaan mereka memang sangat dirahasiakan oleh Joe. Bahkan, Namora juga baru sekali ini melihat keempat wanita itu.
Berbeda dengan Talia dan Xenita. Mereka juga pernah melihat keempat wanita itu ketika mendorong troli untuk Joe dalam acara tepatnya beberapa bulan yang lalu di hotel Mutiara Metro City.
Jangan lupa like nya
Bersambung...