Joe William

Joe William
Persaingan hadiah



Satu persatu tamu undangan yang hadir di rumah milik Ruby yang sedang merayakan ulangtahunnya malam ini berdatangan lalu memberikan hadiah kepada gadis itu.


Di mulai dari Duff Clifford bersama dengan Naomi Johnson yang datang memberikan kado khusus yang tampak sangat cantik.


"Sesuai dengan namamu, kami berdua menghadiahkan gelang dengan dihiasi dengan batu mulia dan salah satu dari hiasan pada gelang ini adalah Ruby," kata Duff Clifford dengan bangganya.


"Waaah. Terimakasih kak, atas hadiahnya. Padahal, kakak sudah mau menyempatkan diri untuk datang saja, aku sudah sangat bersyukur," kata Ruby dengan senyuman khas nya yang membuat Daren berulang kali menjilati bibirnya.


Setelah Duff dan Naomi yang memberikan hadiah, kini tibalah giliran sahabat-sahabatnya yang lain memberikan hadiah.


"Ruby.., sebagai tanda bahwa aku sangat mengagumi mu, ini adalah hadiah dari ku. Ini adalah seuntai kalung dengan dihiasi oleh batu zamrud dari Colombia. Sesuai dengan nama mu, aku juga berinisiatif untuk memberikan mu hadiah yang istimewa ini," berkata Daren Brownson dengan bangganya sehingga beberapa gadis yang berada di aula itu merasa sedikit iri dengan pesta ulangtahun Ruby yang sederhana, namun ternyata menjadi meriah.


"Terimakasih kak Daren. Aku sangat menyukai hadiah dari kakak," kata Ruby pula berbasa-basi.


"Aku tidak tau apakah kau suka atau tidak dengan hadiah dariku ini. Ini adalah gelang giok merah. Istimewanya gelang giok ini, dapat memperlancar peredaran darah. Harganya jangan di tanya. Cukup untuk membeli dua mobil butut milik Tye," kata Dilon, sepupu Daren yang sukses membuat semua mereka yang ada di tempat acara itu tertawa terbahak-bahak.


Semua mata kini memandang ke arah Tye, Sylash dan Joe.


Hanya Joe saja yang tampak acuh dan sama sekali tidak terpengaruh dengan hinaan yang baru saja dilontarkan oleh mereka. Tapi berbeda dengan Tye. Pemuda ini hanya bisa tertunduk lesu karena tidak mampu beradu pandang dengan puluhan pasang mata yang melihat kearahnya.


Sylash juga hampir sama dengan Tye. Dia hanya bisa menahan geram didalam hatinya.


"Maafkan aku. Karena aku, kalian berdua mendapat penghinaan seperti ini," kata Tye berbisik di dekat Joe dan Sylash.


"Hahaha. Hanya sekumpulan sampah seperti mereka? Biarkan saja. Pada masanya nanti, mereka akan melihat betapa tingginya gunung Himalaya," kata Joe sambil menepuk pundak Tye.


"Aku pasti akan membuat perhitungan dengan orang-orang ini suatu saat nanti," geram Sylash sambil mengepalkan tinjunya.


"Hei, teman. Mengapa kalian seperti tiga ekor monyet yang disiram air? Ayo lah. Tunjukkan hadiah apa yang telah kalian persiapkan untuk Ruby. Dia kan sahabat mu. Mengapa kau begitu perhitungan sekali dengannya?" Daren tampak sengaja memanas-manasi Tye untuk menunjukkan hadiah apa yang dia bawa. Ini dia lakukan agar ketika hadiah yang diberikan oleh Tye nanti berupa hadiah yang dia beli di pasar Sabtu, maka siap-siaplah Tye untuk menerima serangan hinaan dari dirinya dan teman-temannya.


Tye, Sylash dan Joe pun melangkah menghampiri panggung kecil tempat Ruby yang berdiri memandang dengan raut wajah kasihan kepadanya.


"Ruby. Kita berteman dari kecil. Kau tau apa kesukaan ku, dan aku tau apa kesukaan mu. Hadiahku mungkin tidak semahal hadiah dari mereka. Tapi, ini aku berikan atas dasar persahabatan kita yang telah terjalin sejak sekolah dasar."


"Ini adalah boneka panda yang disulam dengan tangan. Aku membelinya di Quantum Jewelry. Konon katanya, boneka ini hanya ada beberapa dan hanya ada satu di Quantum Jewelry. Boneka ini do sulam dengan benang yang dihasilkan oleh ulat sutra. Sekarang, boneka ini aku serahkan untukmu," kata Tye sambil mengeluarkan boneka panda dari kotaknya kemudian menyerahkan kepada Ruby. Dia sengaja tidak mencopot cap dari boneka itu agar tidak dituduh bahwa dia telah membelikan boneka palsu untuk Ruby.


Selesai memberikan hadiah, Tye pun berpura-pura tanpa sengaja menjatuhkan kertas bukti serah terima pembelian boneka itu.


Ketika Daren memungut kertas tersebut, maka dia membelalakkan matanya begitu melihat angka yang fantastis lengkap dengan cap stempel dari toko penjual di gedung Quantum Jewelry.


Kini, giliran Sylash pula yang maju memberikan hadiiah.


"Eeem.., Ruby. Ak-aku.., aku tidak tau hadiah apa yang kau suka. Jadi, aku hanya memberikan ini saja untukmu," kata Sylash sambil menyerahkan sebuah tas tangan kepada Ruby.


Setelah Sylash selesai, kini giliran Joe pula yang maju ke depan.


"Selamat ulang tahun untuk mu Ruby. Maaf jika aku hanya bisa memberikan hadiah ini untuk mu," kata Joe sambil memberikan sebuah kotak kecil kepada gadis itu.


Ruby membuka kotak hadiah dari Joe lalu tersenyum.


Aku sudah lama ingin memiliki jam tangan Dior ini. Tapi tabungan ku selalu tidak cukup. Terimakasih Joe," kata Ruby yang tiba-tiba saja memeluk pemuda itu.


Pelukan ini mengingatkan Joe kepada cinta monyetnya yaitu Tiara yang saat ini berada di Kuala Nipah.


"Em.., eeem. Iya sama-sama!" Ujar Joe lalu segera melangkah mundur agar tidak terlalu lama dipeluk oleh Ruby.


Tye dan Sylash tampak tersenyum melihat Joe yang mendadak gugup dipeluk oleh Ruby. Berbeda dengan Dilon. Pemuda itu mengertakkan giginya saking geramnya atas pelukan yang diberikan oleh Ruby kepada Joe.


"Kau ketakutan Joe?" Tanya Sylash.


"Aku tidak takut. Aku hanya gugup," jawab Joe yang langsung menoel hidungnya.


"Hahaha," Tye tampak tertawa melihat dada Joe turun naik, entah karena menahan malu, entah malah masih mau.


Malam kini terus merangkak ke puncaknya. Sebentar lagi, pergantian tanggal akan berlangsung. Di mana, acara kemuncak di hari ulang tahun Ruby ini akan diadakan. Tepat ketika pukul dua belas malam nanti, gadis itu akan memotong kue ulangtahun nya dan semua pemuda di situ menantikan kepada siapa potongan pertama dari kue ulang tahun itu akan dia berikan.


Pukul 12 malam masih menyisakan sekitar 15 menit lagi ketika dari arah pintu muncul seorang gadis mengenakan gaun berwarna merah jambu.


Kembali Joe dan Sylash dikejutkan dengan kehadiran gadis yang sangat anggun.


Berbeda dengan Joe dan Sylash, Duff Clifford tampak salah tingkah dengan kehadiran gadis itu.


Diketahui bahwa gadis itu bernama Melissa Michael. Dulu nya, gadis itu adalah pacarnya Duff Clifford. Entah apa permasalahan mereka, sehingga Duff memutuskan gadis itu secara sepihak dan sejak saat itu, gadis itu jarang terlihat berkumpul bersama sahabat-sahabat yang lain. Bahkan Joe dan Sylash pun baru kali ini bertemu dengan gadis itu.


"Anggun sekali dia, Joe," kata Sylash memuji kecantikan gadis bergaun merah jambu itu.


"Diam lah, Sylash. Aku khawatir jika kau tidak bisa menjaga mulut, kita pasti akan bermasalah lagi seperti tadi," kata Joe yang buru-buru membuang pandangannya ke arah datangnya gadis tadi.


Sylash hanya mencibir saja ke arah Joe lalu segera mencari kursi untuk duduk sambil memperhatikan kearah gadis yang baru tiba tadi.


Jangan lupa like nya ya!


Bersambung...