Joe William

Joe William
Penyebab kegagalan



"Tuan muda. Sebenarnya apa penyebab dari kegagalan Arold Holding Company di Garden Hill?" Tanya Tiger kepada Tuan mudanya itu.


Jelas saja dia merasa heran. Ini karena setahu dirinya, belum pernah sejak berdirinya Arold Holding Company ini, mengalami kegagalan. Baru kali ini lah mereka gagal dalam sebuah proyek.


Proyek yang mereka kerjakan di Garden Hill itu bukanlah sebuah proyek yang besar. Namun, dampak dari kegagalannya cukup besar saat ini.


Arold Holding Company sama sekali tidak memiliki reputasi yang baik lagi. Bahkan perusahaan ini dianggap telah melanggar hak-hak milik masyarakat dengan memaksa mereka meninggalkan kampung halaman mereka demi terealisasi nya bangunan hotel dan lain sebagainya yang sedang mereka rencanakan.


Pemberitaan di berbagai media baik itu elektronik maupun cetak, hanya mengabarkan tentang betapa bobroknya perusahaan yang saat ini seperti bangkai kapal yang menunggu karam saja.


"Sebenarnya semuanya sudah dilakukan dengan sebaik mungkin dan perencanaan yang sangat matang. Namun, ini semua tentang perusahaan Future of Company yang menjadi penghalang terbesar bagi kami. Memang tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah penguasa di negara itu. Aku memang menyimpan rasa dendam kepada mereka. Tapi masalahnya tidak sampai di situ saja Paman. Masalah yang datang tidak hanya dari Future of Company. Paman Rudolf Miller dan Putranya yaitu Albern Miller juga ikut menyumbang bagi kehancuran yang dialami oleh Ayahku. Dia tidak kuat menghadapi tekanan yang datang dari segala arah. Akhirnya Ayah terserang serangan jantung yang pada akhirnya merenggut nyawa nya," kata Honor Miller. Dia tidak kuat lagi membendung air matanya yang kini mulai mengalir.


"Huhhh..," terdengar nafas berat dari Tiger menandakan lelaki paruh baya itu sangat menyayangkan perpecahan yang terjadi di dalam keluarga Miller ini.


"Paman. Aku ingin menghancurkan keluarga Rudolf Miller ini, Paman. Aku tidak mau tau bagaimanapun caranya. Aku ingin Rudolf ini juga mati. Aku ingin Albern merasakan apa yang aku rasakan saat ini!" Kata Honor sambil meremas ujung tangan kursi yang dia duduki.


"Itu bukan masalah sulit untuk dikerjakan. Yang aku sesalkan adalah, mengapa harus terjadi perpecahan dalam keluarga Miller ini? Seharusnya keluarga Miller ini bisa kuat dengan adanya empat lelaki yang kompeten. Bersaing secara kompetitif. Walaupun harus saling sikut, akan tetapi tujuannya harus tetap sama. Yaitu, demi kemajuan Arold Holding Company. Ini yang sangat aku sesalkan," kata Tiger Lee dengan raut wajah penuh penyesalan.


"Mereka ingin melepaskan diri dari semuanya, Paman. Mereka takut dicemooh oleh publik. Bagiku, mereka hanya mau senangnya saja. Mereka tidak mau mengambil resiko. Mereka takut jika terus bertahan, maka mereka menganggap jalan menuju kebangkrutan sangat dekat. Oleh karena itu, Paman Rudolf memaksa ayah untuk membayar 30% sahamnya. Ayah terpaksa melakukannya. Karena jika tidak, Paman Rudolf mengancam akan menjual seluruh saham miliknya kepada pemilik perusahaan Future of Company. Paman bisa bayangkan jika 30% saham dimiliki oleh perusahaan lain. Maka, mereka akan punya hak untuk mengutus orang mereka ke dalam jajaran Dewan direksi. Ini sama saja dengan menjerumuskan perusahaan ke dalam kubangan lumpur,"


"Paman Rudolf memeras ayahku untuk membayar sahamnya itu dengan jumlah yang banyak. Ayah terpaksa membayar demi agar perusahaan Arold Holding Company tidak disusupi oleh musuh," kata Honor Miller panjang lebar.


"Benar-benar pengkhianat. Lalu, apa tanggapan mereka ketika tahu ayah mu meninggal?" Tanya Tiger Lee.


Dia ingin mengetahui banyak dari Honor ini tentang keretakan hubungan dua keluarga dari rumpun yang sama ini.


Menyadari bahwa Tiger Lee sudah termakan perkataan darinya, Honor semakin membuat mimik sedih di wajahnya. Dia kini menambah bumbu-bumbu dalam kisah yang akan dia tuturkan untuk memanas-manasi orang kepercayaan mendiang kakeknya ini.


"Siapa yang perduli, Paman? Dia sama sekali tidak perduli dengan keadaan Ayah yang saat itu mengalami gagal jantung. Setelah dia menerima bayaran dari penjualan saham miliknya kepada Ayah, dia langsung pergi tanpa menoleh sedikitpun. Baginya, keadaan Ayah ku bukanlah hal yang penting baginya. Dia juga mengatakan bahwa antara dia dan keluarga Miller yang dipimpin oleh Ayah sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi," kata Honor sambil terus menangis sedih.


Dalam hati, Honor mulai berfikir jika Tiger Lee ini telah termakan kebohongan yang sengaja ditambah-tambahi olehnya.


Jauh di lubuk hatinya, dia berharap semoga saja Tiger Lee ini segera bertindak membunuh Rudolf agar dendamnya terhadap pamannya tersebut atas kematian ayahnya sedikit terobati dengan terbunuhnya Rudolf Miller ini.


Dia memang memiliki sumpah bahwa dia hanya akan setia kepada siapa saja orang yang menjadi kepala keluarga Miller. Baik itu tua maupun muda. Ini demi membalas hutang budi dari Tuan besar Arold Miller yang dulu telah mengadopsi dirinya.


"Terimakasih Paman," kata Honor bangkit dari kursinya, lalu segera membungkuk hormat.


"Eh. Apa yang anda lakukan? Tidak perlu begitu kepada saya, Tuan muda!" Kata Tiger Lee buru-buru mencegah.


"Lalu, apa rencana anda setelah ini, Tuan muda?" Tanya Tiger Lee kepada pemuda itu.


"Aku masih belum tau apa yang harus aku kerjakan, Paman. Aku masih buntu. Sebelum aku tau tentang kondisi keuangan di dalam perusahaan, proyek mana saja yang masih tersisa, kemudian siapa saja yang masih setia. Jika aku sudah mengetahuinya, maka akan lebih mudah untuk mengambil keputusan," jawab Honor.


"Sebenarnya, perusahaan ini hanyalah kedok belaka. Bisnis kita yang sesungguhnya bukanlah di bidang konstruksi. Ini hanya kedok saja," kata Tiger Lee sambil tersenyum.


"Apa maksud anda Paman?" Tanya Honor tidak mengerti.


"Anda lihat orang-orang yang ada di ruangan ini? Mereka ini adalah anjing-anjingnya mendiang Tuan besar. Baik itu Paman Cheung, Paman Kiem dan Lim Guan. Mereka adalah serigala gurun dan Serigala salju,"


"Aku masih belum mengerti, Paman!" Kata Honor semakin mengernyitkan dahinya.


"Nanti kau akan tau sendiri. Saat ini anda hanya perlu untuk membuat perencanaan yang matang kedepannya. Kemana anda akan berlabuh setelah kegagalan yang anda derita di Garden Hill," kata Tiger Lee.


"Indonesia. Mendiang Ayah telah mengirim Douglas ke sana. Namun, itu masih sekitar dua tahun lagi. Setelah itu, barulah kita bisa melebarkan sayap kita di sana," jawab Honor.


"Mengapa harus dua tahun?" Tanya Tiger Lee kurang mengerti.


"Memang harus dua tahun, Paman. Ini karena, ada seorang mantan ketua mafia di sana yang saat ini belum bebas dari penjara. Aku ingin menggunakan orang ini sebagai anjing peliharaan ku. Kita akan membuka usaha di sana menggunakan nama orang ini. Pokoknya, paman akan mengerti nanti seiring berjalannya waktu," jawab Honor Miller sambil mulai tersenyum.


SELESAI BACA, JANGAN LUPA LIKE!


BERSAMBUNG...