Joe William

Joe William
Pabrik uang Honor Miller



Seorang pemuda berkulit kuning langsat dan berambut sedikit panjang tampak sangat serius menonton siaran dunia dalam berita.


Telah tersebar luas di seluruh dunia bisnis bahwa tuan muda dari keluarga William telah membantai keluarga Clifford dengan sangat sadis. Tidak tanggung-tanggung. Keluarga itu kini menjadi pelarian yang dikejar oleh hutang.


Dari luar tampak dua orang lelaki memasuki ruangan itu dan ikut duduk bersama dengan pemuda tadi.


Melihat siapa yang datang, pemuda itu pun langsung membuka pembicaraan.


"Kau sudah membaca berita paman Tiger Lee?" Tanya pemuda itu tanpa mengalihkan perhatiannya dari pesawat televisi.


"Ya. Aku sudah membacanya. Dan itu jugalah mengapa aku kemari untuk menemui mu," jawab lelaki yang ternyata adalah Tiger Lee itu.


Begitu membaca berita dari mancanegara, dia pun segera mengajak Zacky untuk menemui majikan muda nya ini guna membahas berita yang lumayan menghebohkan dunia bisnis itu.


"Pantas saja orang-orang suruhan mu tidak menemukan keberadaan putra dari Jerry ini di Metro City maupun Starhill. Ternyata dia berada di Quantum City. Kota kecil di bagian barat Country home,"


"Honor. Lalu, apakah kita masih akan terus melacak keberadaan anak Jerry ini?" Tanya Tiger Lee.


"Itu harus, Paman! Aku ingin tau seperti apa wajah orang ini. Karena, terakhir kali orang-orang suruhan ayah ku gagal mengambil foto sialan itu dengan jelas. Aku juga merasakan keanehan. Ini karena, mengapa kulit pemuda itu begitu hitam legam? Pasti ada sesuatu yang salah. Oleh karena itu, siapkan orang-orang tambahan untuk membantu mereka yang telah berada di Metro City dan Starhill. Setelah mereka bertemu, maka mereka harus segera berangkat ke Quantum City!"


"Baiklah. Kau tenang saja. Aku akan mengatur orang-orang kita yang ahli dalam bidang ini. Semoga kabar baik akan segera datang menghampiri kita," kata Tiger Lee penuh harap.


"Aku sangat heran sekali, Paman. Mengapa Joe ini begitu licin sekali. Tidak satupun laman sosial media yang menunjukkan tentang identitasnya. Aku berulang kali mencari data tentang musuh ku ini di internet. Namun, tidak satupun petunjuk yang aku dapat," kata Honor seperti putus asa.


Tiger Lee juga tampak termenung memikirkan apa yang dikatakan oleh Tuan nya itu. Sudah hampir sebulan dia mengutus orang-orangnya untuk melacak seperti apa Joe ini. Namun, tidak satupun yang membuahkan hasil.


Barulah sampai pada hari ini dia mendapat kabar bahwa Tuan muda dari Keluarga William itu berada di Quantum City. Itupun karena Joe berhasil menumbangkan keluarga Clifford.


"Anak ini memang sangat licin. Aku harus bergerak cepat sebelum semuanya serba terlambat," kata Tiger Lee lalu segera meninggalkan ruangan itu.


"Heh, Lee! Tunggu aku!" Panggil Zacky lalu lelaki yang sebaya dengannya itu pun berjalan cepat untuk mensejajarkan langkahnya dengan sahabatnya itu.


*********


Setelah sepeninggal Tiger Lee dan Zacky tadi, Honor pun bergegas menuju ke luar rumah. Hari ini dia memiliki agenda untuk melihat-lihat kerja-kerja langsung penemuan obat jenis baru yang saat ini sedang berlangsung ujicoba di laboratorium bawah tanah miliknya.


Begitu tiba di kantor perusahaan milik Aglonima Company, di sana dia telah ditunggu oleh Lim Guan dan Kiem.


Setelah berbasa-basi sejenak, barulah mereka memasuki kantor besar tersebut kemudian melangkah menuju ke salah satu ruangan dimana di ruangan tersebut terdapat pintu rahasia yang akan membawa mereka menuju terowongan bawah tanah.


Setelah memakai alat bantuan pernafasan, ketiga orang itu kini menuruni tangga di lorong tersebut dan terus berjalan ke bawah.


Ternyata di bawah, terdapat ruangan yang sangat luas dengan segala kemewahannya. Namun, bukan itu yang menjadi tujuan mereka.


Sreeeeet!


Dinding tersebut terangkat ke atas dan di sana, mereka kembali berjalan menuruni tangga setelah dinding tersebut tertutup secara otomatis.


Tiba di bagian terbawah pada ruangan bawah tanah tersebut, tampak ruangan penelitian persis seperti Laboratorium.


"Tuan. Silahkan anda memakai sarung tangan ini!"


Honor mengambil sarung tangan tipis lalu mengenakannya. Dia kemudian berjalan melihat-lihat ke arah orang-orang yang bekerja di tempat itu.


Penampilan para pekerja di tempat itu persis seperti astronot saja. Tidak ada yang berbicara. Bahkan, mereka terkesan sangat acuh walaupun ketika itu mereka sedang dikunjungi oleh Tuan mereka.


"Ternyata Arold Holding Company hanya pengalih perhatian saja. Kedok semata. Aku baru tau ternyata perusahaan pencetak uang itu berada di bawah tanah ini," kata Honor dalam hati.


Beberapa orang tampak berjalan ke arah nya sambil membawa alat telekomunikasi berupa intercom. Ini untuk memudahkan mereka berkomunikasi dengan sesama mereka yang berada di tempat itu.


Honor sedikit menjauh dari ruangan utama laboratorium tersebut kemudian dia dan kedua orang lainnya segera memasang alat komunikasi tersebut.


"Tuah Honor. Ini adalah penemuan baru di laboratorium bawah tanah ini. Obat jenis ini tidak terlalu berbahaya terhadap tubuh, namun sangat pasti berbahaya terhadap sel otak. walaupun, cara kerjanya sangat perlahan. Mereka telah melakukan tes uji coba terhadap binatang yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah dari manusia, serta melakukan uji coba juga terhadap hewan yang daya tahan tubuh mereka melebihi manusia. Bahkan, gajah pun sudah pernah di coba dan hasilnya sangat memuaskan," kata Lim Guan menjelaskan.


"Lalu, bagaimana dengan tahap ketergantungan terhadap obat jenis ini?" Tanya Honor.


"Sekali pakai, hanya sekali pakai untuk membuat efek kecanduan. Jika pengguna menggunakannya lebih dari tiga kali, maka ketergantungan terhadap obat jenis ini akan sangat sulit untuk disembuhkan. Efek yang nyata dari penggunaan obat ini adalah, walaupun hanya sedikit, maka tubuh tidak akan menerima lagi pengaruh dari bius. Walaupun dalam jumlah yang besar,"


"Memang sangat mengerikan sekali. Merusak secara perlahan. Tidak terlalu terdeteksi. Namun, jika pengkonsumsi tidak memberikan dosis tepat waktu, maka mereka akan kehilangan tenaga, gairah hidup, murung dan akan mudah tersulut emosi,"


"Kapan obat ini bisa diedarkan?" Tanya Honor.


"Secepatnya. Dan tidak lebih dari dua tahun, obat jenis ini akan segera kita susupkan ke kota Tasik Putri, Kota Batu, Kota Kemuning dan Kuala Nipah. Kita akan panen besar di sana," jawab Kiem.


"Bagus! Perintahkan kepada mereka untuk melakukan produksi secara besar-besaran! Kita harus mengembalikan kejayaan keluarga Miller ini. Dengan begitu, aku baru bisa membalas kekalahan terhadap keluarga William sialan itu,"


"Tuan. Selagi kami masih ada, kami akan tetap berdiri di belakang anda untuk membantu anda menghancurkan keluarga William,"


"Aku tau bahwa kalian ini sangat setia terhadap kakek ku. Maka dari itu, aku menagih sumpah setia kalian terhadap ku,"


"Tuan tenang saja. Kami akan selalu setia terhadap anda. Itu janji kami. Tapi, apakah Tuan tidak ingin menikah? Oh. Sebaiknya itu kita bahas nanti saja. Saat ini, mari kita tinggalkan tempat ini. Kita tidak memiliki antibodi seperti mereka. Mari Tuan," ajak Lim Guan kepada Honor dan Kiem untuk segera meninggalkan tempat itu. Karena, jika mereka terlalu lama berada di sana, dikhawatirkan akan dapat merusak sel-sel saraf mereka.


Bersambung...