
Tepat pukul 3 dini hari, tampak dua orang pemuda duduk tenang di teras sebuah toko yang masih buka.
Kedua pemuda itu adalah Joe William dan Namora.
Sedangkan dihadapan mereka, terlihat api berkobar-kobar melahap restoran yang dikenal sebagai satu-satunya restoran paling mewah di gang Kumuh ini. Dan semua orang juga tau bahwa restoran itu adalah milik perusahaan Tower Sole propier yang berada dibawah pengawasan dari Tigor, sang penguasa kota Kemuning.
Namora yang tampak sangat geram berulang kali melirik ke arah Joe yang terlihat tenang-tenang saja. Bahkan, pemuda itu masih bisa tersenyum manis melihat anggota pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api.
Ya! Baru saja kelompok Gengster yang menamakan diri mereka dengan kelompok geng Tengkorak dengan dibantu oleh beberapa warga negara asing telah membuat kekacauan di gang Kumuh ini.
Mereka datang dalam jumlah yang besar dan mulai menyerang para pengawal di beberapa titik termasuk Hotel, pusat hiburan serta restoran yang kesemuanya adalah milik Tower Sole propier membuat para penjaga keamanan dibeberapa properti milik Tower Sole propier tersebut berlarian tunggang langgang.
"Masih bisa tersenyum?!" Gerutu Namora antara terdengar dan tidak. Tapi, bagi Joe William, gerutuan Namora lebih dari jelas terdengar di telinganya.
"Kau tau apa, Namora? Diam dan tenang saja. Anggap kobaran api itu adalah hiburan buat mu," jawab Joe yang membuat Namora segera terdiam.
"Ayo pulang! Moncong kamera wartawan lebih sadis dari moncong senjata sniper!" Ajak Joe kemudian.
Kedua pemuda itu segera meninggalkan depan toko tempat mereka duduk tadi, dan segera berjalan menuju dimana mereka memarkir mobil sport hitam.
Setelah memasuki mobil tadi, Joe pun segera tancap gas menuju ke perumahan dinas kepolisian untuk mengantar Namora. Setelah itu, barulah dia akan kembali ke apartemen miliknya di bukit batu.
***
Joe baru saja tiba di apartemen miliknya di bukit batu, setelah mengantar Namora kembali ke rumah Rio.
Di sana, dia tidak bertemu dengan Rio. Ini karena, dia dan Namora yang mengetahui bahwa setelah penghinaan atas Honor, kemungkinan terbesar adalah, Honor akan membuat keonaran dengan menyerang seluruh properti yang dia miliki di Gang Kumuh. Dan ternyata dugaannya itu benar terjadi.
Rio sendiri segera bertindak melakukan pengejaran terhadap anggota geng Tengkorak yang melarikan diri ke bukit batu. Sedangkan para wartawan, sudah siap dengan pemberitaan yang akan mereka buat pasca kerusuhan ini.
"Besok kalian akan memetik apa yang telah kalian tanam. Kita lihat saja!" Gumam Joe dalam hati.
Dia segera merebahkan tubuhnya di atas kasur. Besok, mungkin dia tidak akan masuk ke kelas. Ada banyak hal yang harus dia kerjakan. Kemungkinan terbesar adalah, dia pasti akan diincar oleh pihak Wartawan untuk ditanyai mengenai perusahaan yang mengalami kerugian pasca kerusuhan yang disebabkan oleh keluarga Miller. Dan andai dia menjawab pertanyaan dari wartawan, maka kedoknya pasti akan terbongkar sebagai pemilik dari Tower Sole propier. Maka dari itu, dia tidak akan kemana-mana seharian besok dan membiarkan semuanya ditangani oleh Tigor.
*********
Tepat seperti dugaan Joe. Bahwa dunia bisnis telah digemparkan oleh berita tentang keluarga Miller yang memiliki Arold Holding Company, telah menggunakan jasa dari beberapa kelompok Gengster untuk membuat kekacauan di pusat hiburan, restoran dan hotel milik Tower Sole propier. Hal yang semakin membuat heboh adalah, bahwa Tower Sole propier ini adalah anak dari perusahaan Future of Company, salah satu perusahaan raksasa terbesar di dunia.
Orang-orang kini mulai berspekulasi bagaimana dengan nasib Arold Holding Company setelah ini. Ini karena, tidak mungkin Jerry William, selaku Founder sekaligus Owner dari Future of Company akan diam saja melihat perusahaan Tower Sole propier yang dipimpin oleh Putranya diserang secara brutal. Sudah pasti, akan terjadi peperangan besar setelah ini. Dan dapat dipastikan bahwa salah satu dari perusahaan ini akan tumbang.
Di Starhill sendiri, begitu berita ini rilis, Jerry William yang merasa marah langsung mengumpulkan para staf baik itu CEO, Presiden, Direktur, Manager dan lain sebagainya guna membahas masalah ini. Baginya, setiap pihak yang berhubungan dengan Future of Company, baik itu pemegang saham, mitra bisnis, atau apapun itu, selagi mereka memiliki hubungan dengan Future of Company, harus segera memutuskan kerjasama dengan Arold Holding Company. Seandainya mereka memiliki hubungan. Misalnya, pihak A memiliki hubungan dengan Future of Company, setelah itu, pihak A ada menjalin kerjasama dengan pihak B yang memiliki hubungan dengan Arold Holding Company, maka si A harus segera memutuskan kerjasama antara dirinya dengan si B andai si B masih berhubungan dengan pihak Arold Holding Company. Begitulah seterusnya.
Serangan besar-besaran tidak hanya dilakukan oleh perusahaan Future of Company saja. Terhitung saat ini ada lebih dari sepuluh perusahaan induk yang menyerang perusahaan Arold Holding Company. Bahkan, Tuan Liu di Hongkong juga telah memutuskan kerjasama dengan Arold Holding Company. Ini karena, Albern telah mengadu kepada Tuan Liu bahwa Honor mendekati seorang gadis dan berniat untuk meninggalkan putrinya yaitu Rebecca Liu.
Di pihak lain, Mister Ming Kang Khang dan Mister Long khang juga telah lebih duluan memutuskan kerjasama dengan keluarga Miller ini.
Singkat cerita, Kini Arold Holding Company menjadi musuh publik dan tidak ada satupun yang ingin bekerjasama lagi dengan perusahaan ini.
Dari pihak kepolisian pula, laporan dari anak-anak J7 yang terlibat dalam penyelidikan terhadap limbah pabrik yang berada di dekat jembatan Tasik Putri telah melakukan investigasi.
Kini, keluarga Miller benar-benar di ujung tanduk. Mereka mulai berfikir untuk meninggalkan Nagara ini dan membiarkan Marven sendirian yang menanggung beban atas tuntutan terhadap pabrik tersebut.