Joe William

Joe William
Free Fight



"Tuan besar. Ini adalah cairan eliksir penemuan terbaru yang kami kembangkan di laboratorium bawah tanah ini. Apakah anda ingin mencobanya?" Tanya salah seorang dari puluhan lelaki yang mengenakan pakaian layaknya seperti astronot tersebut.


"Bagaimana cara kerjanya?"


"Cara kerja dari obat temuan terbaru ini adalah, dapat meningkatkan kekuatan berlipat kali ganda secara instan. Namun, obat ini tentu saja memiliki efek samping. Jika terlalu banyak mengkonsumsi obat jenis ini, selain ginjal, anda bisa mengalami kerusakan pada jantung dan limpa. Obat ini adalah hasil penyulingan dari jenis narkotika yang sangat berbahaya. Gunakan ketika anda benar-benar sangat membutuhkan saja!" Jelas dari lelaki berpakaian astronot tadi.


"Itu adalah urusan ku. Kau hanya perlu menyediakan saja, tanpa harus menasehati ku!"


"Siapkan semuanya dan masukkan ke dalam koper ini! Aku akan segera meninggalkan ruangan ini!"


"Baik, Tuan. Kami akan menyediakan semuanya. Silahkan anda menunggu sejenak!"


Lelaki tadi, langsung mengambil koper kemudian meletakkan beberapa botol cairan eliksir berwarna pink tersebut ke dalam koper tadi kemudian menyerahkannya kepada pemuda yang dia panggil dengan sebutan Tuan itu.


Setelah menerima koper tadi, orang yang dipanggil dengan sebutan Tuan itu segera meninggalkan ruangan bawah tanah bersama dengan sekitar sepuluh orang pengikutnya.


***


...Free Fight...


Malam itu, sekitar lima belas unit kendaraan roda empat memasuki salah satu dari sekian banyaknya deretan pusat hiburan di sekitar Hongkong ini.


Setelah memarkir kendaraan mereka di area parkir secara berantakan, puluhan orang laki-laki segera tampak keluar dari kendaraan masing-masing.


Beberapa orang yang berada di lokasi tersebut langsung menciut begitu melihat rombongan tersebut.


Rombongan yang terdiri dari puluhan orang yang sangar-sangar dan berotot tersebut berjalan memasuki club' malam tadi dengan dipimpin oleh seorang pemuda yang mengenakan stelan jas abu-abu dengan kemeja putih di bagian dalamnya.


Dua lelaki berjalan di belakangnya tampak sangat dingin dengan salah seorang dari mereka mengenakan pakaian kemeja hitam dengan kancing terbuka sehingga memperlihatkan tatto bergambar harimau di dadanya.


"Honor. Apa kau yakin ingin bertarung?" Tanya lelaki bertatto harimau tersebut. Dia adalah Tiger Lee. Anak angkat dari pendiri Arold Holding Company yang juga adalah kakek Honor Miller.


"Paman. Aku ingin membuktikan apakah obat cairan eliksir yang baru saja selesai di produksi ini bisa berguna atau tidak. Jika tidak, ku penggal semua kepala mereka yang ada di pabrik bawah tanah itu!" Kata pemuda mengenakan jas abu-abu yang tidak lain adalah Honor Miller.


Tiger Lee menggeleng samar mendengar jawaban dari Tuannya tadi.


"Anak ini benar-benar sudah tidak waras. Apakah karena dendam, dia akan menghancurkan dirinya sendiri? Andai menang pun, apa yang bisa dia dapatkan jika dirinya sudah rusak?" Batinnya dalam hati. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak. Bagaimanapun, pemuda itu adalah majikannya. Dan dia telah terikat sumpah bahwa akan mendukung apa saja kebijakan dari kepala keluarga di keluarga Miller ini.


"Kalian semua tunggu dan berjaga-jaga di sini! Jangan lengah! Kami akan segera memasuki ruangan bawah tanah!" Kata Tiger Lee memberikan perintah sambil mengatur seluruh anak buah nya.


"Siap, Tuan!"


Setelah selesai mengatur posisi anak buahnya, Honor Miller, Zacky dan Tiger Lee pun memasuki ruangan lift yang akan mengantar mereka ke ruangan bawah tanah tempat pertarungan dan pertaruhan berlangsung.


*********


"Ayo pukul!"


"Menghindar lalu serang. Menghindar lagi dan serang lagi! Iya begitu. Jaga jarak!"


"Aaaakh. Sialan. Apakah kau bisa bertarung atau tidak hah?"


"Goblok kau. Ayo bertahan. Jika aku kalah taruhan, ku potong kuncir mu!"


"Ente bahlul!"


"Move move move! Iya begitu!"


Begitu rombongan Honor Miller, Tiger Lee dan Zacky tiba di ruangan yang terdapat sebuah panggung oktagon yang di kelilingi kawat besi, mereka sudah di sambut dengan teriakan dari para petaruh, yang bertaruh untuk jagoan mereka masing-masing.


Memang, ketika itu telah berlangsung pertarungan sengit antara para jagoan yang mereka datangkan dari Thailand, Cambodia, Vietnam dan beberapa negara lain yang memang memiliki para petarung berkelas.


Layaknya seperti ayam aduan, mereka membuka gelanggang tarung, lalu saling bertaruh untuk jagoan masing-masing.


Honor, segera dipersilahkan duduk di sebuah kursi kehormatan yang terletak lebih tinggi dari kursi lainnya. Sementara Tiger Lee dan Zacky berdiri di belakang kursi miliknya.


Sepanjang pertarungan itu terjadi, Honor hanya memperhatikan saja sambil mengusap-usap tinjunya. Tampak dia seperti tidak sabaran ingin menghajar siapa saja yang akan menjadi lawannya.


Seorang lelaki bertubuh tegap langsung menghampiri Honor sambil terbungkuk ketika pemuda itu menjentikkan jari tangannya ke arah lelaki tadi.


"Saya, Tuan. Apakah ada sesuatu yang akan anda perintahkan!" Kata lelaki itu.


"Aku kemari ingin bertarung! Siapkan lawan terkuat untukku!"


Plak!


"Bangsat kau. Bosan hidup kau hah?" Honor langsung mencengkram kerah kemeja lelaki bertubuh tegap tadi dan langsung mengirim tamparan keras yang membuat sudut bibir lelaki itu berdarah.


"Aku menginginkan pemenang dari kedua petarung itu! Kau mengerti?!"


"Sa-sa-saya.., saya mengerti, Tuan!" Jawab lelaki tegap itu sambil mengusap pipinya.


Setelah lelaki tadi menyingkir, Honor pun segera mengeluarkan satu botol minuman yang tampak sangat cantik berwarna merah jambu, lalu menenggaknya hingga tandas.


Sekitar 10 menit berselang, pertarungan di dalam kurungan gelanggang itu pun berakhir, dan pemenangnya pun tampak melakukan selebrasi dengan memamerkan tendangan serta ototnya. Hal ini tentu saja membuat Honor naik darah.


Dia segera berdiri dan menendangkan kakinya ke belakang membuat kursi tempat dia duduk tadi terpelanting.


Tiger Lee dan Zacky yang berada di belakang segera menghindar dari tabrakan kursi tersebut.


Sambil membuka jasnya, Honor pun segera melompat turun, berlari, kemudian memanjat oktagon dan melompat masuk ke dalam.


Setelah berdiri di dalam oktagon, dia segera menunjuk ke arah pemenang dari pertarungan tadi sambil berkata, "kau, bagian ku!"


Semua orang yang ada di tempat itu segera berteriak penuh semangat melihat pertarungan yang akan terjadi antara Boss besar dari keluarga Miller melawan jawara dari pertarungan tadi.


Mereka ingin menyaksikan sendiri kehebatan Honor Miller yang tiada hari tanpa kesombongan itu.


Pemenang dari pertarungan tadi hanya tertawa sambil merentangkan tangannya sebagai tanda, bahwa dia sangat memandang Honor dengan sebelah mata.


"Come on!" Katanya sambil mengejek.


Melihat lawan yang terlalu menyepelekan dirinya, membuat Honor bertambah berang. Dia lalu menggulung tangan kemejanya, lalu membuka beberapa kancing di baju yang dia kenakan.


Kini kedua lelaki saling berhadapan di atas gelanggang, dengan Honor kini sudah dikuasai oleh dosis yang dia gunakan tadi.


Pemenang dari pertarungan tadi merasa tidak perlu berlama-lama dengan pemuda yang ada di hadapannya itu. Menurutnya, mungkin sekali tendangan saja, pasti Honor akan tergeletak pingsan di kanvas ring.


Kesalahan fatal baginya. Bahwa, yang dia sepelekan itu adalah manusia setengah iblis. Karena, begitu dia mengirim tendangan, Honor sama sekali tidak menghindar.


Wuzzz!


"Heh! Apakah kepala keluarga Miller itu sudah bosan hidup?" Kata mereka dengan mata terbelalak. Tapi, semuanya sungguh di luar dugaan. Karena, sejengkal lagi tendangan itu akan mengenai sisi bagian kiri dari leher Honor, pemuda itu langsung menangkap pergelangan kaki lawannya dan membetotnya kuat-kuat hingga petarung yang menang tadi tertarik ke arah Honor dengan paksa.


Tap!


Tepat ketika jarak antara mereka tinggal sepejangkauan tangan, Honor segera mencekik leher lelaki itu. Dan ini dia lakukan tanpa sedikitpun menggeser posisinya.


Kreeek!


Terdengar suara tulang yang patah.


Lelaki yang berada dalam cengkeraman tangan Honor tampak kelojotan sejenak lalu terkulai dengan nyawa lepas dari raga nya.


Tidak puas sampai di situ, Honor segera mengangkat tubuh tanpa nyawa itu, lalu membantingnya sekuat tenaga kelantai di luar oktagon.


Hening seketika.


Semua orang terbelalak dengan mulut ternganga melihat jawara pada malam ini mati hanya dengan sedikit usaha dari kepala keluarga Miller itu.


Praaaang!


Terdengar suara pintu besi dari oktagon itu ditendang hingga tercabut.


"Aku masih lapar! Apakah ada jagoan mu yang lain?" Lantang teriak Honor kepada penyelenggara pertarungan bebas itu.


Lelaki berbadan tegap tadi berulang kali mengusap keringat pada wajahnya. Dia jelas ketakutan saat ini.


"Jawab!" Bentak Honor.


"Ada, Tuan. Namun, jadwalnya tidak malam ini. Dan, petarung tersebut masih berada di negaranya yaitu Russia." Jawab sang penyelengara.


"Paman! Mari pulang!" Kata Honor. Lalu dia melompat dari atas panggung dan melangkah mendahului Tiger Lee dan Zacky untuk meninggalkan ruangan tempat pertarungan tadi.


Bersambung...