
Villa klasik
Ratusan orang lelaki berbadan tegap tampak bersiap sedia untuk melakukan keberangkatan. Kali ini misi mereka adalah membuat kekacauan di Garden Hill bagian Timur tepatnya di proyek bangunan yang sedang dijalankan oleh perusahaan Arold Holding Company.
Baru saja tadi Joe dan Black tiba di Villa Klasik milik kakeknya dari sebelah Ibu, kini tampak beberapa pentolan tua dalam organisasi itu telah berkumpul di Villa tua namun cukup terawat ini.
Saat ini di ruangan pertemuan itu ada Joe yang duduk di kursi ketua. Ada Daniel yang memang sudah mengatur keberangkatan nya setelah bersandiwara melakukan pertengkaran dengan Jerry di Mountain Lotus.
Di sana juga terlihat Tuan Syam, Drako, Regan, Jeff, Pak Piranha, Herey dan banyak lagi.
Mereka tampak sedang serius membahas segala sesuatu yang akan mereka lakukan ketika aksi di Garden Hill ini akan di mulai.
"Selamat menjelang sore bagi kita semua yang berada di ruangan ini. Terimakasih karena sudah mau hadir dalam pertemuan pertama ku di Villa klasik ini."
"Di sini, aku jelaskan bahwa misi kita kali ini adalah menghilangkan duri penghalang bagi perusahaan Future of Company. Siapa lagi jika bukan perusahaan Arold Holding Company yang ingin menyaingi perusahaan Future of Company secara kasar."
"Saat ini ada berbagai informasi yang aku dapat dari berbagai sumber yang sangat terpercaya. Dari Garden Hill, aku mendapat tau bahwa ternyata proyek yang mereka jalankan itu adalah proyek ilegal. Sementara itu dalam keluarga Miller pula sedang terjadi pergolakan internal yang tak berkesudahan. Hal ini, masih menurut sumber yang sama juga diperparah karena menghilangnya Tuan Paul."
"Informasi yang aku dapatkan dari Leo, bahwa Paul ini telah berselisih dengan Adolf Miller. Bukan hanya itu saja. Paul ini juga mengancam akan membongkar semua kebusukan yang dilakukan oleh Adolf ini. Aku sudah meminta Senior Black untuk menyebarkan orang-orang kita. Tidak butuh waktu lama, Paul ini pasti bisa ditemukan."
"Di sini ingin saya sampaikan bahwa saya membutuhkan kerja sama dari semua orang untuk mengambil bagian dalam misi ini menurut porsi nya masing-masing."
"Yang pertama adalah Kakek Syam. Dengan koneksi yang Kakek Syam miliki, ini tentu akan sangat membantu bagi mengungkapkan kecurangan yang dilakukan oleh keluarga Miller ini. Ini karena mereka telah melakukan penyelewengan serta berani memalsukan izin dari gubernur tentang proyek yang mereka jalankan itu. Mungkin Walikota dan wakil rakyat banyak yang terlibat dalam masalah ini. Kita akan seret mereka semua. Atau setidaknya, pada pemilihan yang akan datang, mereka tidak lagi terpilih."
"Untuk kakek Drako. Aku ingin agar kakek mengawal dan bisa melindungi para demonstran nantinya. Ini karena, kita memiliki keterbatasan tenaga yang di bawa oleh Paman Arslan dan Paman Riko. Target utama kita adalah para anak buah dari keluarga Miller yang ditempatkan dalam kawasan proyek. Aku ingin mereka ini mati semua."
"Untuk Paman Daniel. Aku ingin Paman membawa sebanyak-banyaknya Wartawan dari berbagai media untuk meliput segala apa yang akan terjadi nanti di Gardenhill. Pastikan dunia tau bahwa masyarakat telah bangkit dan menentang adanya proyek ilegal itu."
"Untuk Paman Herey. Undang para Buzzer dan goreng terus berita ini. Bila perlu tiga puluh hari tiga puluh malam nonstop!"
"Untuk kakek Jeff, silahkan kakek kepalai rombongan pertama yang akan berangkat ke Garden Hill. Suruh mereka memakai pakaian layaknya seperti orang kampung biasa. Tunggu gelombang ke dua yang akan dikepalai oleh Kakek Regan. Begitu kalian sudah bergabung, mulai buat kekacauan diikuti oleh tembakan lensa para wartawan. Buatlah anak buah keluarga Miller ini berdarah-darah lalu sebarkan berita bahwa kekacauan itu tercetus karena mereka telah memperlakukan para demonstran secara kasar. Aku tidak perlu terlalu detil menjelaskan apa-apa saja yang harus dilakukan. Karena rencana seperti ini bisa saja berubah sesuai keadaan di lapangan."
"Apakah ada yang merasa kurang jelas? Jika kurang jelas, silahkan kalian bertanya!" Kata Joe mempersilahkan.
"Kami kira semuanya sudah jelas. Mari kita bergerak sekarang juga!" Kata Kakek Jeff.
"Sebaiknya memang begitu. Kakek akan mengepalai rombongan pertama. Turun sekitar satu kilo meter dari lokasi proyek agar tidak menimbulkan kecurigaan atau menarik perhatian mereka. Selalu berhubungan dengan Arslan untuk langkah-langkah yang perlu di ambil." Kata Joe.
"Baiklah. Jika begitu, saya permisi dulu." Kata Kakek Jeff.
"Aku juga harus segera bergerak. Makin cepat tiba di sana, semakin bisa aku mempelajari keadaan." Kata Drako pula. Lalu dia pun berdiri dan meninggalkan ruangan itu menyusul Jeff.
"Aku akan menghubungi beberapa redaksi majalah, koran dan beberapa media di seluruh Metro City ini. Sudah lama mereka tidak mendapatkan bahan. Kali ini kita beri mereka pekerjaan." Kata Tuan Syam pula lalu segera keluar menyusul Drako.
"Aku juga mohon diri dulu. Kau jalani saja hukuman mu." Kata Daniel sambil menepuk pundak pemuda itu yang dibalas dengan senyuman kecut oleh Joe.
Pembahasan mereka kali ini sudah selesai ketika rombongan dari Bukit Metro tiba di depan Villa Klasik itu.
Dari dalam kini tampak seorang lelaki tua dikawal oleh puluhan lelaki berbadan tegap masuki Villa tersebut.
Melihat siapa yang datang, semua orang serentak membungkuk hormat lalu berkata, "selamat datang Tuan besar Smith!"
"Hmmm. Mana anak bandel itu?" Tanya Tuan besar Smith.
"Ketua ada di dalam." Jawab mereka.
Tepat ketika itu Joe pun keluar dari dalam ruangan pertemuan itu sambil didampingi oleh Regan, Pak Piranha dan Black.
Baru saja dia tiba, kini Tuan besar Smith sudah mengulurkan tangannya menjewer telinga pemuda itu.
"Cukup sudah kau berulah. Dengan ku jangan lakukan seperti itu. Kau adalah keturunan ku satu-satunya. Jika terjadi apa-apa dengan mu, aku akan bakar semua aset dan properti milik perusahaan Future of Company itu sampai jadi debu. Percuma kaya raya jika tidak memiliki keturunan. Jadi, aku harap kau bisa menjaga sikap dan tunjukkan kepada dunia bahwa kau adalah seorang calon penguasa tunggal yang memiliki kredibilitas yang tinggi!"
"Iya Kek uyut. Aduh sakit kek."
"Diam kau. Kalau tau sakit, mengapa membuat onar. Malah bersembunyi di sini. Apa kau kita dengan anak buah mu mencapai puluhan ribu orang ini akan membuat ku takut untuk menjatuhkan hukuman? Ku jewer kuping mu ini sampai pagi." Kata Tuan Smith membuat Black, Regan dan Pak Piranha membuang muka menahan tawa.
"Katakan kau mau apa. Mau pulau di Maladewa? Akan kakek belikan untuk mu. Mau mobil? Katakan mobil apa?!"
"Mau kakek belikan pabriknya untuk ku?" Tanya Joe.
"Heh anak sialan. Apa kau kira bisa membeli pabrik mobil sesuka hati mu hah?"
"Berarti kakek masih kalah dengan Ayah ku. Dulu Ayah pernah menawarkan untuk membelikan pabrik mobil untuk ku." Kata Joe dengan sangat bangganya.
"Dasar Ayah dan anak sama saja. Sama-sama bocor halus." Kata Tuan Leon Smith mengomel.
"Kakek Uyut. Apakah di Villa nanti aku akan di kawal juga?" Tanya Joe.
"Mereka yang akan mengawal mu." Kata Tuan Smith sambil menunjuk ke arah luar.
"Siapa kek?" Tanya Joe penasaran lalu berjalan ke arah pintu.
"Heh. Mengapa kalian lagi?" Kata Joe terkejut melihat empat wanita muda yang tadi menjadi pelayanannya di Villa William.
"Joe. Mereka itu kami beli dari organisasi penyedia layanan Bodyguard. Mereka ini sangat setia terhadap tuan mereka. Yang mereka tau, kau adalah Tuan mereka. Karena isi perjanjian itu adalah mereka ini memang khusus untuk melayani diri mu. Jika kau menolak, mereka akan bunuh diri. Karena, untuk kembali ke dalam organisasi mereka sudah tidak mungkin lagi. Mereka juga akan tetap di bunuh karena dianggap telah gagal." Jawab Kakek Smith.
"Hah? Apa iya ada organisasi seperti itu kek?" Tanya Joe heran.
"Begitu lah sumpah setia mereka. Organisasi ini berasal dari Jepang. Mereka masih menganut sumpah para ninja. Jika berkhianat, mereka ini akan di buru seperti hewan buruan dan akhirnya akan di bunuh. Makanya. Jika kau menolak mereka, sebaiknya kau bunuh saja mereka sekarang!" Kata Kakek uyut nya itu sambil memberikan tongkat yang ternyata bisa di cabut dan tampaklah sebilah pedang berwarna kuning keemasan setelah tongkat itu di cabut.
"Ih. Tidak kek. Aku tidak memiliki alasan untuk membunuh mereka. Aku bertindak balas jika sudah di ganggu. Tapi mereka kan tidak."
"Terserah kepada mu saja. Mereka ini sudah di beli dengan harga tinggi. Kau bisa mempekerjakan mereka sebagai apa saja. Asal jangan kau jadikan budak **** mu saja. Itu haram jika tidak kau nikahi."
"Kemari kalian!" Kata Joe memerintahkan agar mereka datang mendekat.
"Apakah ada perintah untuk kami Tuan?" Tanya mereka.
"Belum. Untuk saat ini belum. Tapi aku ingin tau. Siapa nama kalian?!"
"Tuan muda. Kami tidak memiliki nama. Nama saya adalan R1. Yang ini R2. Yang nomor tiga ini R3 dan seterusnya R4." Jawab mereka.
"Wah. Untung aku bisa menyebut huruf R dengan lancar. Andai aku cadel, bisa-bisa aku memanggil kalian dengan sebutan. L1 L2 L3 L4 hahahaha." Kata Joe sambil tertawa.
"Dasar anak,"
"Eit. Jangan katakan setan lagi kek. Atau aku suruh keempat wanita ini menggelitik kakek. Mereka ini kan sudah menjadi milik ku. Benar begitu?" Tanya Joe.
"Benar Tuan muda. Kami tidak mendengar perintah dari siapapun. Perintah mutlak hanya dari anda." Jawab R1.
"Dengar itu kek? Hahaha. Kakek sengaja mencari penyakit dengan membeli manusia tanpa perasaan ini untuk ku." Kata Joe sambil nyengir.
"Celaka sungguh kau ini Joe. Berhadapan dengan mu persis seperti memakan buah simalakama." Rungut Tuan Smith.
"Sekarang ayo kita berangkat. Malam ini kita harus berangkat ke Hotel Mutiara Metro City. Kita akan mengadakan pertemuan di sana sekaligus memperkenalkan kepada seluruh orang-orang elite di kota ini bahwa kau adalah calon pewaris tunggal dari kerajaan bisnis keluarga William dan Smith."
"Termasuk ingin menjodohkan aku?" Tanya Joe.
"Huh. Itu bukan idea ku. Itu idea kakek uyut William mu. Terserah kau saja lah nanti."
"Baiklah."
"Semuanya sudah jelas. Kalian bisa menjalankan rencana kita. Aku pamit dulu untuk menjalani hukuman." Kata Joe sambil memeluk Black, mencium tangan Regan dan Pak Piranha.
"Kami mengerti Tuan muda." Kata mereka serentak.
"Sudah! Mari kita berangkat. Kau harus segera bersiap-siap." Kata Tuan Smith.
Lalu rombongan itu pun berangkat juga meninggalkan Villa Klasik menuju ke Bukit Metro.