Joe William

Joe William
Rencana menyerang perusahaan milik keluarga Clifford



Mobil yang dikendarai oleh Herey dan kedua anak buahnya yang mendapat tugas dari Joe William untuk membawa Aurelie ke Highland Park kini telah tiba di depan sebuah Villa mewah di atas puncak bukit Highland Park ini.


Setelah memarkir mobil tersebut, anak buah Herey pun membukakan pintu untuk atasan mereka ini dan juga untuk Aurelie.


Begitu melihat mereka berhenti di tempat yang benar-benar dalam mimpi pun dia tidak berani membayangkan nya, Aurel pun segera bertanya kepada Herey.


"Tuan tentara. Mengapa Tuan membawa saya ke tempat ini? Bukankah ini adalah Highland Park?" Tanya Aurelie seperti tidak percaya.


"Benar. Ini adalah Highland Park," jawab Herey.


"Lalu, siapa yang menunggu saya di sini, Tuan?" Tanya gadis itu lagi.


"Nona. Nanti anda akan tau. Sekarang, ikuti saya!" Ajak Herey lalu berjalan mendahului.


***


Top Villa no: 12


Dengan diapit oleh kedua lelaki anak buah Herey, Aurelie pun melangkahkan kakinya juga memasuki Villa mewah ini. Ada keraguan dan tanda tanya di dalam hatinya tentang seseorang yang sedang menunggunya sesuai dengan yang dikatakan oleh Herey tadi.


Sambil melirik ke kiri dan ke kanan kepada dua orang lelaki yang mengapit dirinya tadi, Aurelie pun bergumam di dalam hatinya. "Orang-orang ini. Mengapa wajah mereka kaku sekali. Tidak ada senyuman di wajah mereka ini. Apakah mereka ini memang tentara sungguhan?"


Keempat orang itu kini telah tiba di salah satu ruangan di dalam Villa itu. Setelah melewati ruangan tersebut, Herey pun langsung menuju ke arah lift dan mereka pun akhirnya naik ke tingkat paling atas di Villa.


Tiba di lantai paling atas, Herey dan yang lainnya langsung menuju ke sebuah ruangan khusus dan mengetuk pintu ruangan itu setelah mereka tiba di depan pintu.


Tok.., Tok.., Tok!


"Tuan muda, apakah anda ada di dalam?" Tanya Herey.


"Masuk saja, Paman! Pintu itu tidak di kunci," terdengar suara seorang pemuda dari dalam.


Aurelie sedikit mengentikan kening nya karena dia sangat mengenali suara itu. Tapi, dia segera menepis anggapan nya dan mulai mengikuti Herey yang telah terlebih dahulu memasuki ruangan yang tampak sangat mewah itu.


Di dalam ruangan, tampak seorang pemuda mengenakan jas dan celana yang tampak sangat mewah. Dia duduk membelakangi meja menghadap ke luar jendela sambil diapit oleh empat orang wanita, dua di samping kiri dan dua di samping kanannya.


"Saya telah kembali, Tuan muda!" Kata Herey sambil menunduk hormat.


"Bagaimana tugas mu, Paman?" Tanya pemuda yang masih belum membalikkan badannya itu.


"Orang-orang dari Kryptonite itu telah berhasil kami hancurkan. Sementara gadis yang anda suruh untuk kami bawa, saat ini ada bersama kami," jawab Herey.


"Hmmm..," kata pemuda itu lalu memutar kursinya menghadap ke arah Herey.


Ketika pemuda itu berbalik, keempat wanita yang berada di sampingnya juga ikut berbalik.


Alangkah terkejutnya Aurelie ketika melihat siapa pemuda yang sangat dihormati oleh ketiga lelaki tanpa ekspresi itu.


"Kak Joe?" Kata gadis itu seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Tampak dengan pakaian mewah seperti itu, Aurelie sama sekali tidak melihat Joe yang beberapa Minggu ini dia kenal. Yang ada kini adalah seorang pemuda tampan, rapi, bergaya mewah dengan karisma yang luar biasa.


Joe tidak menjawab gumaman yang meluncur begitu saja dari mulut Aurelie. Dia hanya berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada Herey.


"Terimakasih, Paman Herey. Silahkan beristirahat!" Kata Joe sambil menyalami tangan besar lelaki itu.


"Saya, Tuan muda!" Kata Herey pula. Dia lalu mundur beberapa langkah, lalu segera membalikkan badannya meninggalkan ruangan itu.


"Silahkan dudu Aurelie!" Kata Joe sambil mempersilahkan.


Joe lalu menekan satu tombol yang terdapat di mejanya, dan tak lama setelah itu, beberapa pelayan pun memasuki ruangan itu.


"Siapkan makan malam! Malam ini aku akan makan di sini," kata Joe dengan senyuman khasnya.


"Mohon anda menunggu, Tuan muda!" Kata para pelayan itu.


Beberapa orang pelayan itupun langsung berbalik untuk mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Joe.


"Bagaimana, Aurelie. Apakah kau puas dengan balas dendam mu?" Tanya Joe kepada gadis yang masih melongo itu.


"Pu-puas Kak," jawab gadis itu tergagap.


"Hmmm... Kalau begitu, aku ucapkan selamat kepada mu," kata Joe masih saja tersenyum manis.


"Apakah kau ingin kembali ke Quantum Jewelry atau kau mau menemaniku makan malam?" Tanya Joe.


"Hahaha. Mengapa kau kaku sekali, Rel?"


"Se-sebe-sebenarnya siapa Kakak Joe ini?" Tanya Aurelie. Dia ketakutan dan gugup. Tapi, rasa penasarannya mengalahkan semua itu.


"Aku adalah Joe. Joe Will.., eh bukan. Joe Iprit," jawab Joe merasa lucu melihat ekspresi wajah gadis itu.


"Lalu, orang yang dingin itu tadi?" Tanya Aurelie merujuk kepada Herey dan kedua anak buahnya.


"Oh. Itu adalah sahabat ku,"


"Sahabat? Tapi mengapa mereka memanggil mu dengan sebutan Tuan muda?" Tanya Aurelie lagi.


"Kan aku memang muda. Kalau sudah tua kelak, maka aku akan dipanggil dengan sebutan Tuan Tua," kata Joe. Dia lalu tertawa terbahak-bahak.


"Susahnya berbicara dengan kak Joe ini," kata Aurelie. Lalu dia merengut seperti gadis yang sedang merajuk.


"Baiklah. Aku akan jujur kepada mu. Aku adalah Joe William. Tuan muda dari keluarga William. Ayah ku bernama Jerry bin Wilson bin King ibnu William. Sedangkan ibuku adalah Clara binti Drako," jawab Joe panjang lebar.


"Ja-ja-jadi?!"


"Ya jadi-jadian," jawab Joe sambil tertawa.


"Kak. Mungkin saat ini masalah dengan Daren sudah selesai. Tapi, aku mendapat informasi langsung dari Duff Clifford bahwa keluarga Johnson nya Naomi dalam bahaya," kata Aurelie yang kini telah bisa menyesuaikan diri dan tidak kaku lagi.


"Apa maksud mu, Rel?" Tanya Joe mulai serius.


"Duff Clifford mengatakan kepada ku bahwa orang tuanya kini sedang berupaya untuk menekan keluarga Johnson karena pertunangan antara Duff dan Naomi telah batal. Dia mengatakan bahwa ada perjanjian-perjanjian yang andai dilanggar oleh keluarga Johnson, maka keluarga Clifford berhak menuntut hutang keluarga itu walaupun belum jatuh tempo. Andai mereka tidak bisa melunasi hutang, keluarga Clifford akan mengambil alih Globe's University dan setelah itu, terserah mereka apakah mau mempertahankan kampus tersebut atau merobohkan kampus itu dan diganti dengan bangunan hotel berbintang sekaligus pusat hiburan," kata Aurelie menceritakan persis seperti apa yang dia dengar langsung dari mulut Duff Clifford sendiri ketika mereka sedang mengobrol di luar kelas.


Mendengar penjelasan ini, Joe William hanya tersenyum saja. Namun, senyuman itu jelas sangat dingin sekali.


"Mungkin ini sudah menjadi takdir bagi keluarga itu. Takdir bahwa mereka akan hancur ditangan ku,"


"Aku akan menunggu seperti apa selanjutnya. Setelah itu, kita lihat saja. Aku akan menyerang saham milik perusahaan itu hingga anjlok,"


Joe lalu mengeluarkan ponselnya lalu menelepon seseorang.


"Hallo Joe. Setelah sekian lama, kau baru mengingat paman mu ini. Apakah kami sudah tidak berarti lagi buat mu," terdengar suara teguran di seberang sana.


"Ampun paman Ryan. Joe tidak berani melupakan Paman. Ini karena, Joe saat ini sedang giat belajar," kata Joe nyengir.


"Lalu, mengapa kau tiba-tiba mengingat ku?" Tanya suara yang ternyata adalah milik Ryan yang berada di Starhill itu.


"Paman. Saat ini aku memiliki beberapa masalah. Ada orang kaya di kota ini yang sangat berkuasa. Dia ingin merobohkan kampus tempat ku belajar," kata Joe mengadukan semuanya kepada Ryan.


"Wah. Kurang ajar sekali. Lalu, kau mau agar aku melakukan apa?" Tanya Ryan.


"Paman. Nama perusahaan keluarga ini adalah Clifford Kryptonite group. Aku ingin agar Paman mempelajari tentang perusahaan ini. Jika ada perusahaan mitra atau aliansi kita yang melakukan kerja sama dengan perusahaan ini, segera hentikan seluruh kesepakatan kerjasama itu. Kemudian, aku juga ingin agar paman dan yang lainnya mengusahakan agar perusahaan ini di serang dari segala sisi. Aku ingin nilai pasar perusahaan ini hancur sehancur-hancurnya!" Kata Joe lagi.


"Baiklah. Itu bukan pekerjaan yang sulit. Pertama kami akan menyerang bank lokal yang dikelola oleh perusahaan ini. Setelah lumbung padi mereka di serang, keuangan perusahaan ini akan kacau-balau. Kau tenang saja. Belajarlah bersungguh-sungguh. Masalah ini hanya masalah tahi burung saja bagi paman mu ini," kata Ryan.


"Terimakasih, Paman."


"Hmmm... Kau jangan berbuat yang aneh-aneh di sana. Ingat! Saat ini orang-orang dari Hongkong sedang mencari keberadaan mu. Berhati-hatilah!" Kata Ryan mengingatkan.


"Kalau masalah itu, paman tidak perlu khawatir. Aku memiliki cara untuk menarik mereka ke Quantum City ini. Setelah mereka tiba di sini, tangan ku ini yang akan membereskan mereka. Mati tanpa kubur!" Kata Joe geram.


"Baiklah. Paman akhiri dulu panggilan mu ini. Saat ini paman akan melakukan penelusuran terlebih dahulu terhadap perusahaan Clifford Kryptonite ini,"


Tut.., tut.., tut! Panggilan itu pun terputus.


"R4. Kalian tau apa yang harus kalian lakukan untuk menjebak orang-orang yang menginginkan ku," kata Joe berbicara kepada keempat gadis yang berada disampingnya itu.


"Kami akan melakukannya dengan menyebarkan kabar bahwa anda sedang berada di Quantum City ini. Lalu kami akan menyiapkan orang lain untuk menggantikan posisi anda, Tuan!" Jawab R1.


"Bagus."


"Aurelie. Kau pinta kepada Tye atau Sylash untuk mencari tahu di rumah sakit mana Daren di rawat. Kita akan mengunjungi rumah sakit itu. Tapi, sebelum itu, kau harus dipermak seolah-olah kau juga sedang mengalami luka-luka. Ini untuk menghindari adanya dugaan bahwa kau memang sengaja ingin mencelakai mereka,"


"Bai kak!" Jawab gadis itu.


Bersambung....