Joe William

Joe William
Mencegat rombongan Ryan



Pagi itu, tampak satu unit Mini Bus bergerak perlahan meninggalkan kawasan perumahan kelas menengah ke bawah di Starhousing Starhill ini.


Di dalam minibus tersebut tampak tiga orang lelaki setengah baya bersama dengan pasangan dan anak mereka masing-masing.


Ketiga pasangan setengah baya itu adalah Ryan-Jenny. Riko-Rina dan Arslan-Lisa.


Sesuai dengan rencana yang telah mereka sepakati tadi malam, kini mereka mulai bergerak meninggalkan rumah sederhana di Starhousing dengan Tujuan Country home terlebih dahulu untuk mengantarkan Riko ke rumah Tuan Obery. Setelah itu barulah mereka akan mengambil jalan memutar untuk berangkat ke Mountain Slope kampung halaman Ryan.


Di depan halaman, tampak Daniel dengan mata berkaca-kaca langsung melepas kepergian ketiga sahabatnya itu.


Persis seperti yang telah mereka rencanakan, bahwa Daniel harus bersandiwara dan berpura-pura protes kepada Jerry tentang keberangkatan para sahabatnya ini.


Acting Daniel berjalan dengan mulus. Bahkan di liput oleh banyak wartawan sehingga ramai orang ketika ini berpendapat bahwa telah terjadi keretakan yang sangat parah di dalam tubuh perusahaan Future of Company tersebut.


Siapa lagi ujung mata tombak bagi Future of Company jika bukan ke-empat lelaki setengah baya yaitu Ryan, Daniel, Riko dan Arslan. Mereka adalah ujung tombak serta perisai bagi perusahaan Future of Company yang saling melengkapi.


Jika Ryan terkenal sebagai ahli strategi dan marketing, Daniel pula terkenal sebagai sang diplomatik ulung yang ahli dalam negosiasi serta tukang provokasi. Riko pula yang memang mantan petarung bawah tanah adalah orang yang bertindak sebagai pelindung kepada kedua orang yang pertama disebutkan tadi selain bertindak sebagai pengintimidasi bagi mereka yang coba-coba ingin merongrong kewibawaan dalam perusahaan. Sementara itu Arslan pula adalah pentolan di dalam organisasi Dragon Empire yang bertindak sebagai pelindung bagi perusahaan dan proyek-proyek yang sedang mereka jalankan.


Dengan keluarganya tiga orang hebat dan seorang lagi yang sedang berselisih paham dengan pemilik perusahaan Future of Company itu, maka lengkaplah sudah penderitaan perusahaan. Setidaknya itu lah yang ada dalam pikiran para pengusaha-pengusaha lain saat ini termasuk dari keluarga Miller.


Demi mendengar berita tentang keberangkatan tiga serangkai ini meninggalkan Starhill, Adolf Miller yang saat ini sedang sibuk mengurusi tuntutan dari adiknya yaitu Rudolf Miller harus membagi perhatian dan segera mengirim anak buahnya untuk mencegat mereka sebelum tiba di Country home.


Maka, berpuluh-puluh kendaraan super cepat pun bergerak meninggalkan MegaTown untuk bergabung dengan beberapa mata-mata mereka yang berada di Starhill yang sudah terlebih dahulu mendapat perintah untuk mencegat rombongan itu.


Berkat usaha keras dari mereka dibantu dengan rencana yang memang telah difikirkan secara matang oleh Ryan, Riko dan Arslan, maka tidak ada kesulitan yang berarti bagi anak-anak buah keluarga Miller melakukan pengejaran.


Belum lagi Tiba di traffic light Country home, rombongan itu pun sudah berhasil menikung mini bus yang ditumpangi oleh Ryan, Riko dan Arslan beserta keluarga mereka tersebut.


*********


Puluhan kendaraan tampak menyalib satu unit mini bus sebelum mencapai traffic light di Country home city memaksa mini bus tersebut terpaksa meminggir di bahu jalan.


Melihat kendaraan yang super mewah itu, tidak ada diantara pengguna jalan raya yang lain untuk menegur mereka. Mereka berfikir bahwa mereka ini pasti dari keluarga kaya raya ataupun anak buah dari salah satu keluarga kaya di negara ini. Daripada mencari penyakit, lebih baik diam saja dan antre menunggu pengendara lain selesai lewat dari lorong jalan sebelah kiri.


"Maaf juga sebelumnya untuk anda. Ada apakah anda mencegat perjalanan kami ini?" Tanya Ryan mendahului. Dia harus melakukan itu secepat mungkin karena jika Riko yang di tanya, pasti akan timbul perkelahian. Dia tau benar temperamen Riko ini yang tidak suka ada orang yang melemparkan banyak pertanyaan kepada dirinya. Tapi setelah memperhatikan siapa yang bertanya, Ryan mulai merasakan sesuatu yang lucu di dalam hatinya.


"Begini Tuan. Kami mendapat perintah dari Tuan besar kami. Tapi sebelum saya menyampaikan maksud dan tujuannya, bolehkah saya tau siapa nama Tuan ini?" Tanya lelaki tadi.


"Baiklah jika hanya itu saja. Nama saya adalah Ryan Morgan. Sahabat saya ini bernama Riko Obery dan yang satu lagi bernama Arslan. Apakah itu sudah cukup?" Tanya Ryan.


"Oh. Ternyata memang benar itu adalah anda. Maafkan atas ketidaktahuan saya barusan."


"Begini Tuan Ryan, Tuan Riko dan Tuan Arslan. Saya mendapat perintah dari Tuan besar kami yaitu Adolf Miller yang sempat mendengar selentingan kabar bahwa anda bertiga telah dikeluarkan dari perusahaan Future of Company. Tuan kami sangat prihatin terhadap apa yang menimpa anda ber-tiga. Jujur saja! Ketika dia mendengar berita ini, dia tidak dapat tidur dan makan selama beberapa hari sehingga kini dokter nyatakan bahwa dia tidak perlu lagi untuk diet."


Mendengar penjelasan dari orang ini tadi Ryan, Riko maupun Arslan saling pandang. Mereka ingin tertawa karena mereka bertiga sangat mengenal lelaki yang bicara ini. Dia adalah Leo. Mata-mata yang telah lama berada di dalam keluarga Miller.


"Lalu, apa maksud anda dengan mencegat kami seperti ini Tuan?" Tanya Ryan.


"Begini Tuan Ryan. Jika anda ingin kembali ke kampung halaman Anda, sebaiknya tolong di tunda dulu! Ini karena Tuan besar kami sangat ingin sekali bertemu dengan anda. Kemungkinan beliau ingin menarik anda untuk bekerja di perusahaan Arold Holding Company. Lumayan lah daripada anda harus jadi seorang petani di kampung." Kata Leo tadi.


Dia juga setengah mati menahan tawa. Bagaimana tidak? Mereka ini saling kenal dengan sangat baik. Ketika orang yang sudah saling mengenal lalu berpura-pura tidak saling kenal, tentu sangat aneh sekali rasanya. Hal ini lah yang dirasakan baik Leo, Ryan, Riko dan Arslan saat ini.


"Hmmm. Sebenarnya kami sangat ingin untuk bertemu dengan Tuan besar anda itu. Tapi..," kata Ryan berpura-pura jual mahal.


"Tapi apa Tuan? Apakah anda menolak undangan dari Tuan besar saya ini?" Tanya Leo.


"Begini saja Tuan. Kami, walaupun bekas staf tinggi yang terpecat, namun kami memiliki kemampuan yang bisa membawa sebuah perusahaan menjadi semakin maju dan berkembang. Dengan pengalaman yang kami miliki, jelas kami ini sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Jika hanya keroco-keroco saja yang dikirim oleh kepala keluarga Miller itu untuk menarik kami ke dalam perusahaan miliknya, kami rasa ini terlalu sederhana. Kami juga memiliki harga yang pantas sebagai orang-orang yang pernah memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan. Walaupun pada akhirnya ya di pecat juga." Kata Ryan sambil membuang muka.


Dia tidak dapat berlama-lama menatap ekspresi wajah Leo. Khawatir nanti tawa nya akan meledak juga.


"Baiklah Tuan. Begini saja. Saya akan menelepon Tuan besar saya. Anda bisa berbincang dengannya nanti tentang harga diri anda per kilogram nya." Kata Leo sambil mengeluarkan ponselnya.


Beberapa anak buah yang mengikuti Leo untuk mencegat rombongan Ryan tadi hanya bisa saling pandang ketika mendengar bahwa Leo ingin menghargai ketiga orang yang diinginkan oleh Tuan besar mereka ini dengan cara per kilogram.