Joe William

Joe William
Mereka tiba di pelabuhan Quantum City



Kriiiing!


Kriiiing...!


"Hallo, Senior Black!"


"Tuan muda. Ternyata memang benar bahwa orang-orang yang baru saja tiba dari Hongkong itu adalah orang suruhan dari keluarga Miller. Mereka kini telah bergabung dan mungkin akan berangkat malam ini juga ke Quantum City,"


"Hahahaha. Bagus. Aku akan menguburkan orang-orang ini di pinggir laut Quantum City."


"Saya akan mengirimkan foto-foto mereka. Anda akan menerimanya sebentar lagi. Setelah itu, anda tau bagaimana caranya untuk bersenang-senang,"


"Terimakasih, Senior Black,"


"Hahaha. Apalah itu, Tuan muda. Itu adalah tugas saya. Saya akan segera kembali ke sisi Tuan besar. Jika ada sesuatu, segera hubungi saya!"


"Baiklah," kata Joe lalu segera mengakhiri panggilan.


Selesai melakukan panggilan telepon tadi, Joe pun langsung menghubungi Namora dan mengatakan bahwa orang-orang kiriman dari Hongkong sedang menuju ke Quantum City ini. Jika tidak ada halangan, mereka akan sampai di sini besok. Karena jalan yang mereka tempuh adalah jalan laut.


***


Keesokan paginya, Namora Habonaran yang mengendarai mobil Sport milik Joe segera berangkat menuju pelabuhan Quantum City bagi menarik perhatian orang-orang kiriman dari Hongkong tersebut.


Karena mobil itu hanya bisa ditumpangi dua orang saja, maka dia berangkat bersama dengan R1. Sementara Joe dan R3 lainnya segera menyusul dengan titik pertemuan mereka nanti adalah Hotel pinggir laut Quantum City.


Seperti dugaan mereka, bahwa pagi itu sebuah kapal besar baru saja bersandar di dermaga.


Dari dalam, berkeluaran lah para penumpang dan sepuluh orang dari penumpang tersebut jelas sudah ditandai oleh Namora dan R1.


"Pancing perhatian mereka. Kendarai mobil mu dengan perlahan! Lalu kembali ke hotel!" Kata Joe memerintahkan.


Namora segera memasukkan kembali ponselnya dan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Joe.


Benar saja. Kini, sepuluh orang asing itu membelalakkan matanya melihat satu unit mobil Lykan hypersport yang dikendarai oleh Namora.


Salah satu dari sepuluh orang tersebut segera mengeluarkan kamera miliknya lalu mengambil gambar mobil tersebut.


"Sepertinya usaha kita membuahkan hasil," kata salah seorang dari mereka dengan senyum mengembang.


"Benar katamu. Kita baru saja tiba di sini, sudah langsung bisa bertemu dengan Joe William ini. Hanya ada satu unit mobil Lykan hypersport di negara ini. Dan, hanya Joe William lah yang memiliki mobil tersebut,"


"Lihatlah! Mobil itu berhenti di depan sana. Apakah kita akan ke sana?" Tanya yang lainnya.


"Jangan! Kita ini adalah orang asing. Aku khawatir Joe akan mencurigai kita. Bisa bahaya jika dia melakukan persiapan dan akan menjebak kita. Bagaimanapun, kita perhatikan saja terlebih dahulu. Kapan dia siap, maka langsung rekam video atau fotonya. Setelah itu, kita bisa kembali ke Hongkong. Bukankah kita hanya diperintahkan untuk mencari tau siapa Joe ini. Kita tidak diperintahkan untuk membunuhnya,"


"Hey. Coba kau lihat. Pintu mobil itu terbuka. Apakah kau bisa mengambil gambarnya?"


Seorang lelaki yang tadi memegang kamera langsung membidikkan lensa kamera miliknya ke arah Namora yang baru saja keluar dari mobil bersama dengan R1. Tapi karena jarak yang begitu jauh, maka Zoom dari kamera itu tidak mampu mengambil gambar dengan jelas.


"Ah... Sayang sekali. Fotonya tidak jelas. Ayo kita cari dulu tempat penginapan. Setelah itu, barulah kita bergerak menyebar."


"Ya sudah. Ayo!" Ajak salah-seorang dari mereka.


Sambil menenteng tas masing-masing, mereka pun berlalu meninggalkan pelabuhan Quantum City ini untuk mencari penginapan.


Bersambung...