Joe William

Joe William
Hari pertama kuliah



Hari ini para calon mahasiswa yang telah lulus pendaftaran sebagai mahasiswa baru di Globe's University telah memasuki kampus.


Setelah dikerjai habis-habisan oleh para kakak senior di kampus tersebut, salah seorang pemuda yang memakai topi yang memiliki tanduk dengan kertas yang terkalung di lehernya bertuliskan anak Jin mulai melepaskan topi bertanduk tersebut dan menanggalkan sebuah kalung kertas bertuliskan perkataan 'anak jin' itu lalu berjalan menuju ke kelasnya.


Hari ini mereka ada pertemuan dengan dosen di kampus tersebut karena kebetulan hari ini adalah hari pertama para mahasiswa baru memulai kuliahnya.


Tidak ada mata kuliah hari ini. Kelas yang dihadiri oleh mahasiswa baru ini hanya merupakan ajang memperkenalkan diri antara mahasiswa baru, dengan dosen.


Masing-masing mereka memperkenalkan diri lalu kini tibalah giliran pemuda yang tadi memakai topi bertanduk dan kertas yang dikalungkan di lehernya bertuliskan 'anak jin' mulai memperkenalkan diri nya.


"Perkenalkan.., nama saya adalah Joe William. Saya berasal dari Starhill. Alasan saya kuliah di sini, karena di Golden University, saya tidak lulus karena kebandelan saya. Banyak Dosen di sana takut dengan saya. Hahaha. Tentunya itu tidak benar. Baiklah! Saya memilih university ini karena ingin serius belajar dan menemukan sahabat baru. Semoga kita bisa bersahabat!" Kata pemuda bernama Joe William itu lalu kembali duduk di kursi miliknya.


Tampak beberapa lelaki bertepuk tangan, sebagian mencibir dan menyoraki dan sebagian lagi hanya acuh terhadap pemuda itu.


Setelah masing-masing memperkenalkan diri mereka, kini tibalah sang Dosen yang memperkenalkan dirinya.


Setelah acara perkenalan itu selesai, maka kelas hari ini berakhir begitu saja. Dan acara belajar mengajar akan dilanjutkan mulai besok.


***


Di kantin, beberapa mahasiswa senior tampak sedang duduk menikmati minuman mereka masing-masing sambil sesekali membahas tentang mahasiswa baru di kampus mereka ini.


Sebagian dari mereka ada yang memuji sebagian lainnya, ada yang menghina dan lain sebagainya.


Tepat ketika mereka sedang asyik mengobrol mempergunjingkan mahasiswa baru, Joe William yang memang belum sarapan sejak tiba di kampus ini segera berjalan ke arah kantin untuk memesan sesuatu.


"Hei anak jin! Bukankah kau tadi yang bergelar anak jin?" Tanya salah satu mahasiswa senior.


"Oh.., iya kak. Benar!" Jawab pemuda itu malu-malu.


"Sini duduk bersama dengan kami! Sepertinya kau bukan dari kota ini. Dari mana asal mu?" Tanya mahasiswa senior itu.


"Aku berasal dari Starhill, Kak,"


"Wow! Starhill? Bukankah itu adalah kota terbesar nomor dua di negara ini setelah Metro City? Mengapa kau memilih Quantum City dan memilih melanjutkan pendidikan mu di Globe's University ini? Bukankah di sana ada Golden University? Bahkan aku dengar, orang terkaya di negara ini tadinya adalah mahasiswa di Golden University," kata salah satu dari senior itu.


"Hehehe. Tidak apa-apa kak. Tidak ada alasan khusus. Hanya saja, di Golden University, biaya kuliah terlalu mahal. Aku mana sanggup kak," jawab pemuda itu.


"Oh ya. Siapa tadi nama mu?" Tanya yang lainnya.


"Namaku, Joe William kak," jawab pemuda itu.


"Joe.., Joe..," kata mereka berfikir.


"Eh.., em.., anu kak..,"


"Ah sudahlah. Mana mungkin anak dekil seperti ini memiliki hubungan dengan Jerry William. Hahahaha," kata mahasiswa senior itu sambil tertawa.


Melihat sahabatnya tertawa, yang lain pun juga ikut tertawa.


"Joe! Untuk merayakan hari pertama mu kuliah di sini, kau harus membersihkan meja ini. Angkat semua piring dan gelas ini ke belakang! Satu lagi.., kau harus membayar semua yang kami minum dan yang kami makan! Tidak ada alasan. Kau mahasiswa baru. Saatnya kau menghormati kami sebagai senior mu di sini. Ini berkah bagimu!" Kata mereka lalu enak saja mengatakan kepada pelayan di kantin itu bahwa semua tagihan yang mereka makan dibebankan kepada Joe William.


Joe hanya menggaru-garu kepalanya saya seperti orang linglung.


"Hari pertama. Biarkan saja lah. Anggap saja ini salam perkenalan," kata Joe dalam hati, lalu dia pun segera mengemasi meja tersebut dan langsung membayar semua yang mereka makan.


*********


Sore harinya, Joe yang hanya duduk di pinggiran anak tangga menerima telepon dari Ayahnya yang menyuruh bahwa dia harus berangkat ke Quantum entertainment untuk menemui seorang kepercayaan Ayah nya yang menjabat sebagai presiden di perusahaan cabang di Quantum City ini.


Joe yang merasa malas hanya mendengus saja tanpa bisa menolak atas permintaan dari ayahnya itu. Karena, begitu ayahnya mendapat tahu bahwa Joe akan melanjutkan studi nya di Quantum City, maka dengan gerak cepat, sang Ayah telah memindahkan hak kepemilikan perusahaan ke atas nama Putrinya itu. Jadi, perusahaan Quantum entertainment ini kini adalah perusahaan milik Joe seutuhnya.


Tidak ingin membantah perintah dari sang Ayah, Joe pun bergegas menuruni tangga lalu segera bertanya-tanya kepada mahasiswa yang lainnya di mana letaknya Quantum entertainment itu berada.


"Sobat ku Joe William. Untuk apa kau menanyakan Quantum entertainment? Orang seperti kita tidak bisa masuk ke sana. Belum sampai, kau akan diusir oleh para pengawal di pusat hiburan, perbelanjaan, penginapan, dan segalanya ada di sana. Apa kau terlalu nekat?" Tanya seorang mahasiswa yang seangkatan dengan nya.


"Tye. Aku bertanya kepada mu. Ini karena, kau adalah orang asli di Quantum City ini. Kau tinggal tunjukkan saja kepada ku di mana Quantum entertainment itu berada! Tidak perlu mencemaskan ku. Jika aku nanti di usir, berarti nasib ku yang kurang baik," ujar Joe William kepada sahabat barunya yang bernama Tye itu.


"Baiklah, Joe. Aku akan memberitahukan kepada mu alamatnya."


"Kau keluar dari kampus ini, kemudian.., ah! Aku naik taksi saja lah! Mereka pasti akan mengantar mu ke Quantum entertainment," kata Tya yang menyadari kebodohan mereka berdua.


"Hehehe. Alangkah bodohnya aku ini," kata Joe sambil nyengir.


"Baiklah, Tye. Aku akan segera ke sana. Apa kau mau ikut? Aku kan anak baru di sini. Aku ingin melihat-lihat keadaan kota yang katanya syurga dunia ini,"


"Kalau hanya berkeliling kota, aku mau menemani mu. Namun, jika kau mengajak ku ke Quantum entertainment, aku tidak berani, Joe! Di sana bukan kelas orang-orang seperti kita ini. Di sana itu tempat berkumpulnya para elite di kota ini. Apa lagi di pusat hiburan Highland Park. Di sana pusatnya segala macam hiburan. Pasti kita akan di usir bahkan sebelum memasuki salah satu pusat hiburan di sana," ujar Tye menolak.


"Tidak apa-apa. Aku hanya memiliki keperluan saja. Ketika nanti aku berjalan di tempat lain, kita akan bersama-sama. Terimakasih atas penjelasan dari mu. Aku pergi dulu!" Kata Joe lalu segera meninggalkan pemuda yang sebaya dengannya itu.


Tye hanya bisa memandang ke arah Joe dengan tatapan penuh tanda tanya. Ada rasa kasihan dihatinya ketika nanti membayangkan, bagaimana Joe ini nantinya akan di usir oleh petugas keamanan di Highland Park itu nantinya.


Bersambung...