
"Joe, kemari anak ku. Perkenalkan ini adalah ketiga sepupu mu. Yang pertama bernama Keane William. Yang ke dua bernama Clarisa William dan ini adalah sepupu bungsu mu bernama Morela William."
Kini giliran Kenny William yang berbicara kepada Joe sambil memperkenalkan ketiga anaknya yang terdiri dari satu lelaki dan dua anak perempuan.
Joe pun menghampiri mereka lalu menyalami paman sepupunya itu kemudian menyalami ketiga anak-anak pamannya tersebut.
Keane hampir sebaya dengan Namora yaitu belum genap enam belas tahun. Sementara untuk adiknya yang ke dua berusia sekitar sebelas tahun di susul yang bungsu berusia sekitar tujuh tahun.
"Paman tidak memberikan hadiah kepada mu karena kau sama sekali tidak membutuhkan hadiah. Kau bisa memiliki segalanya. Namun hadiah dari paman untukmu adalah sebuah tanggung jawab. Kau berkewajiban untuk memperhatikan ketiga sepupu mu ini. Kelak kalian harus saling bahu membahu dalam menaikkan lagi taraf keluarga besar William kita ke arah yang lebih tinggi lagi dari sekarang." Kata Kenny William.
"Joe akan mengingat semua yang Paman katakan." Jawab Joe dengan hormat.
"Joe. Perkenalkan! Ini adalah sahabat Ayah bernama Ivan Patrik." Kata Jerry.
"Hallo paman Ivan." Kata Joe sambil menyalami lelaki setengah baya itu.
"Hmmm... Ternyata ini si pembuat onar di Tower Mall itu." Kata Ivan membuat semua orang tertawa.
"Hehehe. Aku tidak tau harus berbuat apa paman. Katanya aku berkuasa. Makanya sebelum dikatakan berkuasa, maka harus di uji dulu kebenarannya." Jawab Joe.
"Kau jangan jahil dengan kekuasaan yang kau miliki Joe. Karena itu bisa mempersulit orang lain. Kelak kau harus memiliki timbang rasa terhadap bawahan mu. Bisa mengayomi dan mensejahterakan mereka. Seorang Bos besar itu dinilai dari kearifannya yang mampu membuat bawahannya merasa di lindungi. Bukan hanya karena gaji. Tepi lebih ke arah perasaan. Orang akan bekerja dengan baik tanpa adanya banyak tekanan. Karena sesuatu yang membuat lelah dalam pekerjaan itu bukan karena beratnya suatu pekerjaan. Tetapi karena beratnya beban tekanan perasaan yang mereka terima."
"Sebagai calon orang besar, kau harus bisa menghadapi dirimu sendiri barulah kau bisa menghadapi orang lain. Jika kau ingin menghadapi dirimu sendiri, maka gunakan hati mu. Sebaliknya, pergunakan otak mu untuk menghadapi orang lain. Ada pun otot, itu adalah pilihan yang paling terakhir untuk di ambil." Kata Ivan Patrik memberikan nasehat.
"Terimakasih Paman atas wejangan yang anda berikan. Joe akan mengingat semua yang Paman katakan." Kata Joe pula.
"Anak ku. Ini adalah surat-surat kepemilikan seluruh aset milik Ayah di Garden Hill. Semuanya sudah Ayah pindahkan atas nama mu. Mulai dari Rumah sederhana, Kafe, lalu restoran mini. Selain itu, Ayah juga membeli tanah di sana seluas seribu hektare. Kelak Ayah akan berinvestasi di kota kecil itu. Namun untuk saat ini, Ayah sedang fokus membendung invasi dari perusahaan luar yang ingin menguasai pasar bisnis di negara kita."
"Di hari ulangtahun mu yang ke 17 ini, ayah akan memindahkan 25% dari keseluruhan aset yang Ayah miliki ke atas nama mu. Adapun aset yang akan ayah pindahkan antara lain, Rumah, tanah dan seluruhnya yang berada di Gardenhill. Jewel Star dan Tower Sole propier juga ada Future steel Company di mana Ayah adalah pemegang saham terbesar di perusahaan itu sebanyak 50%. Kau akan dibantu nanti oleh Tuan Hendrix dan Tuan Ibrahim yang kebetulan memang tidak berada di tempat ini."
"Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa aku tidak menyerahkan saja perusahaan Future of Company kepada Joe putra ku. Masalah ini, aku sempat berbincang dengan paman Jeff dan itu cukup membuatku berfikir bahwa Joe ini memang harus diberikan tanggung jawab dengan skala kecil untuk melatih dirinya. Ya ke dua, Future of Company adalah perusahaan gabungan antara Smith Group dan William Group. Selain Joe William, Masih ada Keane William yang juga memiliki hak yang sama atas perusahaan William Group."
"Biarkan mereka dewasa terlebih dahulu dan untuk menghindari persaingan yang bisa menimbulkan perpecahan dalam keluarga William, maka kelak aku akan melepaskan William Group secara bertahap kepada Keane. Bagaimanapun, aku tidak ingin karena persaingan generasi ke empat dalam keluarga ini bisa menyebabkan perusahaan yang dibangun oleh kakek kita hancur begitu saja."
"Adapun perusahaan seperti Future steel Company, Jewel Star dan Tower Sole propier, ini adalah perusahaan yang aku dirikan tanpa adanya kucuran dana dari Future of Company. Seperti Tower Sole propier. Perusahaan ini murni dari uang saku ku pribadi bahkan aku adalah pemilik perusahaan tunggal dengan pemegang saham tunggal. Tidak ada Investment dalam berdirinya perusahaan itu. Oleh karena itu, aku tidak membutuhkan rapat gabungan atau harus melalui persetujuan dari dewan direksi. Berbeda dengan Future steel Company. Aku hanya pemegang saham terbesar di sana. Sementara untuk hal-hal kepengurusan, sudah ditangani oleh Mister Hendrix dan Mister Ibrahim. Anggaplah aku hanya memindahkan mayoritas saham yang aku miliki kepada putra ku." Kata Jerry panjang lebar.
"Jerry. Apa ini tidak terlalu dini bagi Putra mu?" Tanya Drako.
"Tidak Ayah. Setiap orang yang terlahir ke dunia ini, sudah ditunggu oleh sebuah tanggung jawab. Tidak ada kata dini untuk bekerja. Ikan di laut sana tidak ada yang mengajarkan kepada mereka cara berenang. Tapi mengapa mereka bisa berenang? Itu karena berenang adalah salah satu tuntutan hidup bagi mereka. Begitu juga dengan manusia." Kata Jerry dengan Tegas.
"Arold Holding Company sudah mulai bermain kasar. Aku khawatir tidak bisa membendung invasi dari mereka. Lagi pula aku tidak memiliki wewenang untuk mengerahkan kekuatan penuh dari Dragon Empire karena cap kuasa dan lambang kepemimpinan organisasi itu berada di tangan Joe ini. Perintah penuh hanya bisa dikeluarkan oleh pemegang cap itu." Kata Jerry lagi.
"Jadi maksud mu?" Tanya Drako.
"Hmmm... tampaknya akan ada perang besar tak lama lagi. Sembunyikan dirimu Joe!" Kata Ryan yang ikut nimbrung.
"Apakah aku harus lari paman?" Tanya Joe tidak mengerti.
"Bukan lari. Ada istilah Gerilya dalam perang. Jika kau ingin menggerogoti kekuatan musuh, berarti pekerjaan ini adalah pekerjaan yang memerlukan gerak cepat dan tersembunyi. Kami sudah melakukan langkah besar di Garden Hill. Tapi yang aku dengar, Arold Holding Company telah mengambil jalan paksa untuk memasuki Garden Hill melalui perusahaan lokal bernama Garden Company Inc. Saat ini perusahaan itu sedang di lilit hutang. Aku khawatir mereka akan mengakuisisi perusahaan ini untuk menduduki Garden Hill." Kata Ryan.
"Celaka jika begini. Bukankah terakhir kali aku mendengar bahwa perusahaan ini sedang baik-baik saja." Kata Jerry.
"Itu dia masalahnya Jerry. Mereka memutus aliran dana dari Bank tempat perusahaan itu melakukan pinjaman. Lalu memblokir jalan investor ke perusahaan itu dengan kekuasaan yang mereka miliki. Saat ini, perusahaan itu sedang kebingungan mencari investor yang bisa menyuntikkan dana dalam perusahaan itu. Ini adalah langkah awal bagi mereka untuk menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan itu dan memegang kendali penuh untuk bersaing dengan Future of Company namun menggunakan nama perusahaan Garden Company Inc itu." Kata Ryan menjelaskan.
"Aku akan menghubungi Albert junior dan Roberto. Jika hanya dana yang mereka butuhkan, aku akan menyuntikkan dana ke dalam perusahaan itu. Semuanya harus bergerak cepat."
"Paman Austin, hubungi Tuan Barry dan Ronald sekarang juga. Suruh kedua orang itu berangkat pagi nanti ke Garden Hill. Mereka harus bisa menyelesaikan masalah dalam perusahaan Garden Company ini sebelum Paul dan Frank bertindak lebih jauh." Kata Jerry.
"Akan saya laksanakan Tuan besar." Kata Austin sambil mengeluarkan ponselnya.
"Kalian ini. Tidak di kantor, tidak di rumah dan tidak pula di sini. Selalu yang ada dalam otak kalian itu hanya bisnis, bisnis dan bisnis. Padahal ini adalah hari ulang tahun cucu ku." Kata Roxana membuat semua mereka terdiam dan saling melempar senyum dalam keadaan tertunduk.
"Lain kali kita bahas lagi. Joe, kami tidak boleh berada lama-lama di sini. Nanti sore kami harus sudah kembali. Kau bisa pulang kapan saja dan berusaha sendiri. Ayah tidak akan menyediakan pengawal untuk mu. Mengerti?" Tanya Jerry.
"Joe juga tidak butuh pengawal, Ayah. Joe lebih senang berduaan saja dengan Tiara." Kata Joe sambil melirik ke arah seorang gadis yang duduk paling belakang.
"Kau itu. Masih kecil sudah gatal. Prestasi dulu baru memikirkan anak gadis orang." Bentak Drako.
"Kau tau mengapa lampu Aladin itu tidak memiliki jin lagi?" Tanya Tengku Mahmud kepada Joe.
"Mengapa kek?" Tanya Joe dengan lugunya.
"Karena jin nya sudah keluar dan menjelma menjadi diri mu." Kata Tengku Mahmud sambil menjewer kuping Joe.
"Sakit. Kek sakit kek. Kakek gemblung. Aduh sakiiiit...." Pekik Joe. Membuat semua orang kembali tertawa karena ketika membahas masalah bisnis tadi, wajah mereka tampak begitu tegang.
"Joe. Ayah tidak melarang kau mau berteman dengan siapa saja. Hanya saja, sebaiknya jangan terlalu akrab dulu. Jika kau sayang dengan Tiara itu, jauhi dia untuk sementara waktu." Kata Jerry.
"Hah? Mengapa begitu Ayah?" Tanya Joe tidak mengerti.
"Itulah alasannya mengapa aku menyuruh mu untuk menyembunyikan wajah mu di balik masker ketika kau berada di luar. Saat ini musuh ayah sedang menyusun kekuatan dan rencana. Mereka akan merekrut siapa saja yang pernah memiliki silang sengketa dengan ayah. Mereka juga sedang menjejaki keberadaan dirimu. Hindarilah sesuatu yang bisa menimbulkan perhatian umum. Kelak jika mereka mengetahui keberadaan dirimu, mereka akan mengganggu orang-orang yang kau sayangi sebagai usaha mereka untuk melemahkan kekuatan mu. Ingat itu!" Kata Jerry.
"Dengar itu Tiara. Jika aku menjauhi mu, berarti tandanya aku sayang kepada mu!" Kata Joe membuat semua orang kembali tertawa melihat kepolosan Joe ini.