
Pagi ini, di sekitar kampus kembali heboh oleh kedatangan satu unit mobil super sport Lykan hypersport yang konon hanya ada satu unit saja di negara Abjad ini.
Setelah kemarin mereka dikejutkan dengan kedatangan tiga unit mobil mewah yaitu Lexus LC 500, Aston Martin DB11 dan Porsche Taycan, pagi ini mereka kembali dikejutkan dengan kehadiran satu lagi mobil super sport edisi terbatas tersebut.
Puluhan bahkan ratusan mahasiswa dan mahasiswi tak kuasa lagi membendung gengsi mereka dan mulai mengerumuni mobil berwarna hitam metalik tersebut.
Ada yang ingin tau siapa pemilik mobil itu, ada pula yang sekedar mengambil foto Selfi.
Beberapa mahasiswa tampak merekam video untuk insta story mereka yang langsung di serbu ratusan tanggapan oleh pengguna media sosial tersebut.
Menyadari bahwa keadaan tidak akan terkendali, Joe segera memakai masker miliknya, kemudian mengenakan jaket Hoodie. Setelah dia rasa bahwa dirinya akan sulit untuk dikenali, barulah pemuda itu keluar dari mobilnya dan segera menyeruak diantara kerumunan mahasiswa itu untuk segera meninggalkan area parkir tersebut.
Beberapa mahasiswa berusaha untuk mencegahnya dari pergi. Namun, Namora berhasil menghalangi mereka sehingga Tuan muda nya itu berhasil kabur tanpa ketahuan identitasnya.
Tidak jauh dari kampus tersebut, tampak ratusan orang berbadan tegap sedang berjalan perlahan lalu menyebar ke berbagai tempat. Ada yang duduk di kafe sambil menikmati kopi, ada yang duduk di restoran, ada yang menyamar sebagai gelandang dan lain sebagainya. Entah apa maksud dan tujuan mereka seperti itu. Tapi yang jelas, sesuatu tampaknya akan segera terjadi di Globe's University ini.
Sementara itu, Dari arah gerbang, kini tampak satu unit mobil BMW X7 berwarna silver memasuki pelataran kampus kemudian meluncur dengan mulus menuju area parkir.
Dari dalam mobil tersebut, keluar lah seorang lelaki berusia 45 tahunan yang didampingi oleh seorang gadis yang dikenal oleh seluruh mahasiswa di kampus ini bernama Naomi.
Sekali lagi mereka melongo karena tidak biasanya Tuan Johnson, sang pemilik Globe's University ini datang ke kampus mereka jika tidak ada hal yang begitu penting.
Biasanya, Tuan Johnson ini akan datang jika akan utusan dari kementerian pendidikan ataupun dari instansi terkait untuk melakukan peninjauan di kampus tersebut. Namun kali ini sepertinya tidak demikian. Ini terlihat dari ekspresi wajah lelaki paruh baya itu yang tampak sangat tegang.
Bisik-bisik pun kini terdengar bagaikan suara ribuan tawon diantara para mahasiswa. Seketika itu pula mereka seperti melupakan keberadaan mobil super sport yang tadi sempat membuat heboh dikalangan mereka.
Tuan Johnson tidak menggubris tentang bisik-bisik diantara anak-anak mahasiswa itu. Bersama dengan Naomi putrinya, mereka berdua bergegas menuju ke kantor milik kepala yayasan dan segera memasukinya.
Setengah jam berjarak, dari arah Quantum entertainment, kini datang lagi dua unit mobil Rolls-Royce phantom yang langsung memasuki area parkir di kampus tersebut.
Dari dalam kedua mobil itu, keluar lah beberapa orang lelaki yang dikenal di kota ini. Namun, ada beberapa orang yang tidak mereka kenal. Orang ini tak lain adalah Tuan Baron, Xavier, Eagle, Riko, Daniel dan Herey.
Ke-enam lelaki paruh baya itu pun segera melangkah meninggalkan area parkir dan langsung menuju ke kantor ketua yayasan.
"Tuan Baron, Xavier dan Eagle. Untuk apa mereka datang kemari?" Tanya salah satu dari mereka yang merasa heran melihat orang-orang terhormat itu menyambangi kampus mereka.
"Entahlah, Sobat. Aku merasa bahwa ada sesuatu yang akan terjadi," jawab sahabatnya yang lain.
"Siapa ya, yang tiga orang lelaki itu? Sepertinya Tuan Baron sangat menghormati mereka,"
"Apa mungkin kampus kita ini akan kembali mengadakan event bea siswa? Tapi mustahil. Ini kan baru sekitar sebulan saja penerimaan mahasiswa baru. Aku tidak percaya,"
Sementara itu di dalam ruangan kepala yayasan, Tuan Johnson yakni pemilik Globe's University itupun terkejut dengan kedatangan Tuan Baron dan ke-lima lelaki lainnya.
Memang dia ada mendapat kabar baik dari Naomi bahwa mereka akan menerima bantuan dari seorang Tuan muda di keluarga William. Hanya saja, dia tidak menyangka bahwa Tuan Ini akan tiba sepagi ini di kampus ini. Ini sedikit membuat Tuan Johnson percaya bahwa apa yang disampaikan oleh Naomi tadi malam itu bukanlah isapan jempol belaka.
Karena kedatangan Tamu terhormat tersebut, Tuan Johnson yang baru saja duduk itu segera berdiri kembali untuk menyambut kedatangan mereka.
"Wah. Selamat datang di Globe's University ini, Tuan Baron, Tuan Xavier, Tuan Eagle dan ketiga tuan ini. Maaf jika saya tidak mengenal anda," kata Tuan Johnson berbasa-basi.
"Terimakasih, Tuan Johnson. Oh ya. Perkenalkan. Ketiga orang ini adalah utusan dari Starhill. Mereka adalah Tuan Daniel, Tuan Riko dan Tuan Herey," kata Tuan Baron memperkenalkan ketiga orang yang tidak dikenali oleh Tuan Johnson tersebut.
Begitu mendengar dua nama dari tiga serangkai tersebut, kembali Tuan Johnson terkejut. Dia tidak menyangka bahwa kampus miliknya tersebut akan kedatangan legenda bisnis tiga serangkai dari Starhill.
Siapa yang tidak pernah mendengar nama Ryan, Daniel dan Riko? Walaupun tidak mengenal wajahnya, namun sepak terjang ketiga orang ini dalam perusahaan Future of Company sekitar dua puluh tahun ini cukup menggetarkan hati. Kini, bagaikan mimpi bisa bertemu dan berjabat tangan langsung dengan dua dari tiga orang hebat ini saja merupakan sebuah kehormatan yang tiada tara.
"Mimpi apa saya tadi malam sampai harus bertemu dengan orang yang sangat saya kagumi?" Tanya Tuan Johnson seakan tidak percaya.
Dia langsung menjabat tangan ketiga orang itu dengan sangat hangat sebelum mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Tuan Johnson. Bagaimana jika kita langsung saja ke inti pembicaraan?!" Kata Tuan Baron mengawali maksud dari kedatangan mereka itu.
"Dipersilahkan!" Kata Tuan Johnson dengan antusias.
"Silahkan Tuan Daniel!" Kata Tuan Baron memberikan ruang kepada Daniel untuk langsung saja kepada intinya.
"Begini, Tuan Johnson. Kami mendapat perintah dari Tuan muda kami yang juga adalah salah satu dari mahasiswa di Globe's University ini bahwa, saat ini keluarga anda mendapat tekanan dari keluarga Clifford yang berdampak terhadap berdirinya kampus ini. Dengan begitu, Tuan muda kami mengutus kami untuk membantu anda guna menghadapi ancaman dari keluarga Clifford dan berusaha menyelesaikan segala permasalahan yang ada," kata Daniel menjelaskan kedatangan mereka.
"Memang benar apa yang anda katakan itu, Tuan Daniel. Sebenarnya, itu jugalah yang membuat saya menyempatkan diri mengunjungi Globe's University ini. Sesuai dengan ancaman yang diberikan oleh keluarga Clifford, bahwa mereka bersama dengan orang-orang dari Kryptonite Club akan mendatangi kampus ini dan memaksa untuk segera mengosongkannya. Karena mereka berencana untuk menyita kampus ini. Setelah itu, kemungkinan mereka akan merobohkan seluruh bangunan di sini untuk di ganti dengan bangunan hotel dan pusat hiburan," jawab Tuan Johnson dengan riak wajah penuh kesedihan.
Mendengar penjelasan dari Tuan Johnson ini, Riko dan Herey hanya tertawa. Hal ini membuat Tuan Johnson mengernyitkan dahinya.
"Tuan Johnson. Apa itu Kryptonite Club? Apakah anda mendengar tentang pemukulan terhadap dua belas orang anak buah kelompok itu di depan bangunan pusat hiburan di Quantum City seminggu yang lalu?" Tanya Herey masih terus tersenyum.
"Ya. Iya. Saya ada mendengar nya. Lalu...,"
"Semua itu adalah perbuatan saya. Saya lah orang yang menghajar mereka sampai babak belur karena menggangu seorang gadis sahabat Tuan muda kami bernama Aurelie. Intinya begini! Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan orang-orang dari Kryptonite Club itu. Kami telah mempersiapkan sesuatu untuk menyambut mereka. Percaya atau tidak, hari ini adalah hari terakhir bagi berdirinya keluarga Clifford. Karena setelah matahari terbenam, keluarga itu pasti akan hancur," kata Herey yang membuat Tuan Johnson sekali lagi membelalakkan matanya.
Bersambung...