
Daren menatap tajam ke arah Sylash yang sedang mencengkram tangannya dengan kuat.
Saat ini dia berfikir apakah pemuda kampungan ini memiliki nyawa lebih dari satu untuk mencari masalah dengannya.
Dia ingin membentak. Namun, dia mengurungkan niatnya setelah merasakan remasan tangan Sylash keatas tangannya terasa semakin kuat.
"Hei orang kampung! Apakah kau memiliki seribu nyawa untuk mencari masalah dengan ku? Apakah kau belum tau siapa aku ini hah?" Bentak Daren dengan dingin.
"Aku tidak perlu tau siapa dirimu. Dan, persetan dengan semua itu. Bagiku, ketika sahabatku sedang diperlakukan seperti sampah di hadapanku, maka dengan senang hati aku akan mencelakai orang itu. Walaupun kau anak seorang presiden, aku tidak takut. Lepaskan tangan mu dari kerah baju sahabat ku, atau kau memilih tangan mu ini patah?!" Ancam Sylash. Hilang sudah kelucuan yang tadi ada padanya. Saat ini, dia seperti seekor kucing yang kebelet mau kawin.
"Baik. Baiklah. Aku akan melepaskan sahabat mu ini. Tapi, kau harus janji untuk melepaskan terlebih dahulu tangan mu dari tangan ku!" Kata Daren mencoba untuk mengalah.
Sebelum melepaskan cengkraman tangannya di tangan Daren, Sylash terlebih dahulu memandang ke arah Joe.
Begitu dia melihat bahwa sahabatnya itu mengangguk, dia pun langsung melepaskan remasan tangannya di atas tangan Daren.
Wuzzz!
"Hap!"
Begitu tangan Sylash lepas, Daren langsung menyentak 'kan tangannya di kerah baju Tye.
Joe yang sejak tadi sudah tau akan gelagat segera melesat dan menahan deras tubuh Tye yang hampir menyentuh lantai.
"Bangsat kau, Daren!" Geram Sylash yang langsung ingin menyerang pemuda itu bernama Daren itu. Beruntung Joe cepat menahan. Jika tidak, mungkin acara pesta ulang tahun Ruby akan berantakan oleh perkelahian mereka.
"Lepaskan, Joe! Biar aku hajar bangsat curang ini. Tidak ada angin, tidak ada hujan, malah mencari masalah. Bapak mu panggil ke sini biar ku injak-injak kepalanya. Mengapa punya anak seperti setan," kata Sylash yang sudah benar-benar marah.
"Ingat apa pesan ku tadi, Sylash? Jangan buat masalah yang akan membuat kita malu!" Kata Joe memperingatkan sahabatnya itu.
"Benar. Sudahlah! Aku tidak apa-apa," kata Tye yang memang tidak mengalami apa-apa. Hanya lehernya saja yang sedikit sakit akibat sentakan pada kerah bajunya oleh Daren tadi.
Berbeda dengan Joe yang berusaha menenangkan Sylash, Daren pun segera mengumbar ancamannya kepada Sylash, Tye dan Joe bahwa dia tidak akan berhenti sampai di situ.
Keberanian Daren bertambah berkali-kali lipat ketika dari kejauhan tampak beberapa unit mobil mengarah ke rumah Ruby.
Mobil itu adalah mobil Lamborghini milik Duff Clifford, mobil Jaguar sport milik Dilon dan kedua sahabatnya yang lain.
Begitu keluar dari mobil, Duff Clifford langsung menghampiri Daren. Dia merasa heran mengapa wajah sahabatnya itu merah padam.
"Ada apa dengan mu, Daren?" Tanya Duff Clifford.
"Kau lihat tiga gembel ini? Dia mencari masalah dengan ku. Aku pasti akan menghajarnya," jawab Daren yang mulai bersiap-siap untuk melakukan serangan.
"Itu semua tidka benar. Sahabat mu itu yang menghina kami duluan," jawab Sylash tak kalah garangnya.
"Hentikan dan jauhkan tangan mu itu! Apakah kau tidak bisa sedikit saja bersikap santai? Ini adalah acara ulang tahun sahabatku. Kau jangan membuat kekacauan di sini. Atau sebaiknya, aku pulang saja. Lebih baik tidak berada di sini daripada aku harus malu melihat ulah mu,"
Duff Clifford berpaling ke arah datangnya suara wanita dan dia melihat bahwa Naomi Johnson telah berada di belakangnya.
"Hei. Kita bertemu lagi," kata Joe pula menyapa gadis itu tanpa dia sadar bahwa perbuatannya ini telah menyiramkan minyak ke dalam api yang sedang berkobar.
"Kau mengenal gembel ini?" Tanya Duff dengan tatapan dingin ke arah gadis itu.
"Tidak. Namun, tadi siang tanpa sengaja aku bertabrakan dengannya. Dia telah meminta maaf. Sebaiknya lupakan saja!" Kata Naomi berusaha untuk meredakan emosi di hati Duff Clifford. Karena, dia khawatir bahwa pemuda yang menabraknya tadi siang itu akan dihajar habis-habisan oleh Duff.
"Tidak ku sangka ternyata kalian ini benar-benar telah mencari masalah dengan ku,"
"Maaf kak. Aku tadi itu tidak sengaja. Mohon dimaafkan!" Kata Joe memelas.
Plak!
Terdengar suara tamparan di susul dengan memerahnya pipi Joe akibat tamparan yang tiba-tiba dari pemuda yang telah dikuasai oleh api cemburu itu.
Kreeetek!
Terdengar suara tulang-tulang jari jemari Joe berkeretakan ketika pemuda itu mengepalkan tinjunya. Namun dia buru-buru sadar bahwa dia saat ini sedang menjadi tamu undangan di rumah sahabat Tye.
"Aku peringatkan kepada mu bahwa jangan pernah merasa kenal dengan orang-orang yang berada di sekitar ku. Kau memang layaknya hanya berteman dengan gembel seperti Tye ini. Jadi, jangan lakukan lagi kesalahan yang bisa mempersulit dirimu di Quantum City ini," dingin terdengar suara peringatan dari Duff Clifford.
"Baiklah kak. Aku sudah meminta maaf kepada mu. Mengapa terlalu kasar. Aku tidak akan mengulangi lagi kesalahan. Apakah ini sudah selesai?" Tanya Joe. Saat ini dia sudah siap. Apa bila Duff Clifford ini kembali menampar pipinya, maka dia akan memastikan bahwa keluarga Clifford akan menjadi pengemis malam ini juga.
Baru saja Duff Clifford ingin melanjutkan pelampiasan kekesalannya terhadap Joe, dari arah aula di sebuah panggung kecil yang sedikit jauh dari mereka, terdengar suara dengan kata-kata sambutan yang membuat Duff Clifford mengurungkan niatnya untuk melanjutkan masalah.
"Teman-teman sekalian, terimakasih karena telah sudi menghadiri acara ulang tahun ku ini. Terimakasih kepada Kakak Duff Clifford, Nona Naomi Johnson, Kakak Daren brownson, Dilon Brownson, Tye Moralez, Reynold Law, Bernard Shawn, dan semua yang hadir tanpa bisa saya sebutkan namanya satu persatu. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih."
Gemuruh suara tepuk tangan pun memenuhi aula itu.
Kini tampak Duff Clifford melangkah menuju aula sambil menggandeng tangan Naomi dengan diikuti oleh Daren Brownson, Dilon Brownson, Reynold Law, Bernard Shawn.
Beberapa tamu yang lain pun tampak sangat mengelu-elukan kedatangan rombongan Duff Clifford ini dengan tepuk tangan yang bergemuruh.
Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Clifford. Keluarga terkaya di Quantum City ini. Bisa bersahabat dengannya, berarti bisa meningkatkan level mereka diantara kalangan mahasiswa lainnya di Globe's University.
Jangan lupa like nya ya!
Bersambung...