
"Eagle.., Turunkan aku!" Pinta Joe William ketika mereka tiba di sebuah ruangan besar di lantai dasar bangunan Luxury Clubs ini.
"Tuan muda, silahkan anda duduk di kursi khusus ini!" Kata Tuan Baron mempersilahkan.
"Baiklah. Terimakasih Tuan Baron!" Kata Joe lalu dia pun duduk di kursi yang telah disediakan untuknya.
"Sekarang, coba anda katakan kepada ku apa maksud dari perkataan anda tadi yang mengatakan bahwa Quantum City ini tampak tenang dipermukaan, tapi bergejolak di dalam? Apakah ada kekuatan besar yang bersembunyi di kota kecil ini?" Tanya Joe William meminta penjelasan dari yang dikatakan oleh Tuan Baron di luar tadi.
"Begini, Tuan muda. Ada satu keluarga yang sangat ingin menguasai kota ini. Mereka dari keluarga Clifford. Sebenarnya saya, Xavier, Queiroz, Neck dan Winisky dulu adalah para pengusaha di kota ini yang berhasil ditumbangkan oleh keluarga Clifford ini. Bisa dikatakan bahwa kami berlima secara tidak langsung menjadi bangkrut oleh mereka. Ada banyak penipuan, pemaksaan dan banyak lagi masalah yang mereka lakukan. Salah satu contoh adalah Xavier. Perusahaan miliknya di rampas di meja judi yang dia kelola. Sedangkan saya, terpaksa terlilit hutang dengan perusahaan miliknya yang tadinya adalah partner dari Quantum entertainment. Namun dia mengkhianati kerjasama kami lalu melakukan sabotase untuk membuat perusahaan saya ketikan itu mengalami kerugian. Walaupun tidak sampai kehilangan perusahaan seperti Xavier, namun tidak ada lagi yang bisa saya lakukan di perusahaan akibat kendala keuangan untuk biaya pengoperasian."
"Dengan diiming-imingi uang 150 juta Dollar, dia ingin mengambil alih seluruh aset dan properti milik perusahaan Quantum entertainment ini. Namun saya tidak bodoh. Daripada perusahaan jatuh ke tangannya, maka jelas dia akan menjadi penguasa tunggal di kota ini. Maka dari itu, saya langsung menghubungi kenalan di Metro City bernama Tuan Samsons untuk menjual perusahaan kepada Walker Group Company. Namun, mereka juga ketika itu sedang terlilit masalah karena harus membendung invasi dari perusahaan Arold Holding Company. Maka dari itu, Tuan Samson ini merekomendasikan nama perusahaan Future of Company. Jadilah kami bertemu dengan Tuan besar di Mountain Lotus," kata Tuan Baron menjelaskan.
"Lalu, apa tanggapan dari Keluarga Clifford ini ketika mengetahui bahwa anda menjual perusahaan milik anda ini kepada FOC?" Tanya Joe.
"Tentu saja dia marah. Tapi karena itu adalah perusahaan raksasa, maka dia tidak berani. Lalu antara saya dan dia menjalin kesepakatan bahwa saya hanya boleh mengembangkan perusahaan di Quantum entertainment, Highland Park, dan sekitarnya. Jika tidak, maka dia berjanji akan memerangi saya. Saya bukanlah orang yang penakut. Namun, untuk melawan kekuatan milik mereka, saya rasa bahwa saya belum cukup kuat walaupun di Quantum City ini saya sangat dihormati dan ditakuti. Sementara perusahaan induk, Tuan besar sendiri tidak memiliki waktu untuk melirik kami di sini. Jadilah saya yang menjalankan perusahaan ini dengan kesepakatan yang telah kami tetapkan,"
"Hmmm... Lalu, apa gunanya anda menumpuk orang-orang berbadan besar seperti badak bunting yang ditinggal mati oleh suaminya ini?" Tanya Joe sambil menunjuk ke arah Eagle.
"Oh. Itu.., itu.., begini, Tuan muda. Mereka-mereka ini adalah orang-orang kuat yang siap bertarung kapan saja. Namun, untuk membuat perkara dengan Clifford Inc bukanlah keputusan yang baik. Seperti kata saya tadi. Kami hanya menjaga perbatasan milik kami sesuai dengan kesepakatan. Sisanya, ya andai ada yang mencoba membuat onar, maka kami akan melawan," kata Tuan Baron menjelaskan.
"Sepertinya harus ada satu cabang di sini bagi Dragon Empire. Tapi biarlah. Sama dengan ayah ku. Aku juga kurang tertarik berinvestasi di Quantum City ini. Biarkan saja apa yang ada sekarang ini. Nikmati saja itu. Tapi awas kalau mereka mengusik ketika kita tidak mengusik mereka, akan aku ratakan keluarga Clifford ini dengan tanah," ancam Joe sambil mengepalkan tinjunya.
Sesaat saja wajahnya terlihat serius. Lalu dia kembali tertawa.
"Hehehe. Apakah acting ku tadi bagus, Tuan Baron?" Tanya Joe sambil menoel hidungnya.
"Bagus. Sangat bagus sekali. Oh ya, Tuan muda. Apakah anda ingin mengunjungi Highland Park untuk sekedar melihat-lihat properti milik perusahaan yang ada di sana? Atau, apakah anda menginginkan sebuah Villa untuk anda tempati? Anda. Isa mengatakan apa saja yang anda butuhkan. Kami di sini akan dengan sangat senang hati untuk melayani anda," kata Tuan Baron.
"Tidak, Tuan Baron. Aku tidak menginginkan Villa atau sebagainya. Tapi, Bolehlah jika hanya sekedar melihat-lihat," kata Joe.
*********
Highland Park.
Saat ini, Rombongan yang dipimpin oleh Tuan Baron telah tiba di sebuah bangunan yang merupakan kantor besar perusahaan, anak dari perusahaan Future of Company yang berada di Quantum City ini. Ketika tiba di tempat itu, mereka semua menunduk hormat kecuali kepada Joe. Mungkin mereka mengira bahwa Joe ini adalah salah satu mahasiswa yang beruntung diterima bekerja paruh waktu di salah satu pusat hiburan atau menjadi tukang kebun atau mungkin jadi tukang penjaga parkir. Ini karena, dari penampilannya, Joe ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia adalah seorang Tuan muda. Bahkan, penampilan tukang parkir pun tidak separah penampilan Joe ini.
Tuan Baron ingin menegur para staf yang dianggap kurang ajar terhadap seorang Tuan muda. Namun, Joe segera mencegah.
"Tuan.., aku bukanlah orang yang gila hormat. Bagiku sama saja. Yang terpenting, aku tidak di usik,"
"Baiklah, Tuan muda. Apakah anda ingin melihat-lihat kantor besar ini?" Tanya Tuan Baron.
"Apakah aku masih punya banyak waktu?" Tanya Joe sambil melihat ke arah jam di ponselnya.
"Apakah anda memiliki kelas di sore ini?"
"Ah, tidak juga. Ayo kita lihat-lihat dulu bangunan di atas bukit ini. Aku ingin tau apa-apa saja fungsi dari bangunan yang tampak sangat luar biasa ini," kata Joe.
"Silahkan, Tuan muda!" Tuan Baron pun langsung mendahului berjalan di depan. Sementara itu, Xavier, Eagle, dan yang lainnya segera berjalan di belakang Tuan muda mereka itu.
"Tuan muda..! Ini adalah Klasik Mansion. Di sebelahnya adalah Villa top Quantum entertainment. Mari silahkan jalan lagi, Tuan muda!" Tuan Baron mempersilahkan Joe untuk mengikutinya setelah dia menjelaskan kepada Joe tentang hotel dan sedikit lebih jauh, tampak berdiri beberapa Villa mewah yang pastinya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menempati Villa itu.
Joe tampak tidak begitu tertarik dengan semua itu. Dia pun kembali berjalan mengikuti Tuan Baron yang telah mendahului di depan untuk kembali menunjukkan bangunan-bangunan lainnya yang sejak kedatangannya ke Quantum City ini, maka semua aset dan seluruh properti di perusahaan itu kini adalah miliknya setelah dilakukan pengalihan saham oleh Ayahnya kepadanya.
Jangan lupa like setelah selesai baca!
Bersambung...