
Victoria peak
Sore baru saja digantikan oleh malam yang kini mulai menyelimuti bumi bagian asia.
Di salah satu kursi di ruang tamu, tampak Honor Miller sedang memain-mainkan kunci mobil di tangannya sambil sesekali melemparkan kunci tersebut ke atas lalu menangkapnya.
Sejenak dia tampak seperti orang yang sedang bingung, dengan berulang kali menghela nafas berat. Dia saat ini benar-benar merasa dilema.
Tadi siang dia mendapat undangan dari salah satu pengusaha di Hongkong ini yang bernama Tuan Liu.
Tuan Liu adalah salah satu pengusaha ternama di Hongkong. Perusahaan yang dia miliki adalah berbagai bisnis online termasuk judi online yang sudah merambah ke beberapa negara Asia termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam dan banyak lagi dengan laba bersih pertahunnya mencapai miliaran dolar Hongkong.
Mendengar bahwa putusnya hubungan antara Adolf Miller dan Rudolf Miller, serta musibah yang menimpa keluarga Miller yang pernah menanam jasa kepada keluarga Liu, di tambah lagi bahwa Honor kini tinggal sendiri dan hanya satu-satunya yang tersisa dari keluarga yang tadinya memiliki cukup ramai generasi penerus itu, hal ini membuat Tuan Liu mau tidak mau merasa prihatin juga terhadap nasib Honor.
Dia yang memiliki anak perempuan yang sebaya dengan Honor bernama Margareth, berinisiatif untuk mengundang pemuda itu ke acara jamuan makan malam keluarga. Ini juga sekaligus untuk memperkenalkan putrinya dengan satu-satunya pewaris dari keluarga Miller tersebut.
Mungkin Tuan Liu ini merasa sangat kasihan dan prihatin terhadap Honor Miller saat ini. Tapi yang tidak dia ketahui adalah, keluarga Miller tidaklah benar-benar diambang kebangkrutan. Malah, semakin kuat. Hanya saja, mereka tidak menunjukkannya di permukaan.
Dengan niat memperkenalkan Margareth dengan Honor Miller ini, Tuan Liu berharap agar ada benih-benih cinta yang akan tumbuh kelak di hati kedua pemuda beda jenis tersebut. Dengan begitu, maka dia akan dapat membalas hutang budi keluarganya kepada mendiang Arold Miller.
Masih di Villa mewah dalam kawasan Victoria peak, Honor ketika ini sedang menimbang-nimbang apakah dia akan memenuhi undangan tersebut atau mengabaikan.
Menurut penuturan dari Tiger Lee dan Zacky, bahwa acara makan malam itu pasti tidak sederhana. Ini karena, Tuan Liu memiliki seorang anak gadis. Bisa jadi undangan itu hanya kedok semata. Sesuatu yang terselubung di balik undangan itu pastilah ingin memperkenalkan Honor dan Putrinya. Hal ini mau tidak mau memaksa Honor untuk berfikir keras.
Andai Tuan Liu tidak memiliki anak gadis, sudah pasti Honor tidak akan mengalami dilema seperti ini, dan akan dengan senang hati memenuhi undangan tersebut.
"Apa sebenarnya yang diinginkan oleh Tuan Liu ini? Apakah dia akan mengenalkan aku kepada putrinya, atau hanya sekedar makan malam saja?" batin pemuda itu dalam hati.
Honor kembali memainkan kunci mobilnya. Dia masih terus dilema, apakah harus berpura-pura tidak ingat saja akan undangan itu?
Baginya, untuk saat ini mencapai tujuannya adalah hak yang terpenting daripada harus berkenalan dengan seorang wanita. Apa lagi perkenalan itu akan dibumbui dengan harapan dan harapan yang akan membuat kedua belah pihak merasa saling tidak enak jika salah satu maksud tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.
"Biarkan aku pergi saja. Jika terus seperti ini, maka aku tidak akan mengetahui apa maksud dari undangan itu," kata Honor Miller dalam hatinya. Dia lalu berdiri dan melangkahkan meninggalkan ruang tengah Villa besar miliknya itu menuju ke garasi.
Sementara itu, di luar sudah ada dua puluh orang lelaki yang tampak seperti praktisi beladiri dengan hormat membungkuk ketika Honor melewati mereka.
"Apakah Tuan akan bepergian?" Tanya salah satu dari dua puluh orang tersebut.
"He'em. Aku akan pergi. Kalian bisa bersiap-siap!" Jawab Honor sembari memerintah.
Tak lama setelah itu, satu unit mobil Rolls-Royce Sweptail bergerak meninggalkan pelataran luas Villa tersebut menuju ke Kowloon Bay.
*********
Acara makan malam keluarga Liu yang terletak di Distrik Kowloon ternyata sangat meriah. Dan semua itu di luar dugaan Honor.
Tadinya dia mengira bahwa acara makan malam tersebut hanya akan dihadiri oleh beberapa orang terdekat saja di keluarga tersebut. Rupanya, dia keliru. Bukan hanya keluarga Liu saja yang menghadiri acara jamuan makan malam tersebut. Keluarga kenalan pun juga turut di undang oleh Tuan Liu.
Melihat bahwa acara ini tidak sesederhana yang dia bayangkan, maka untuk menjaga Wibawanya, Honor segera menelepon Tiger Lee, Zacky, Tuan Kim, Tuan Liem Guan, dan juga paman Cheung.
Jelas dia tidak ingin dianggap seperti anak yatim yang hanya datang sendirian.
Dia tidak ingin orang-orang akan meremehkan dirinya yang hanya di kawal oleh dua puluh orang pengawal yang sama sekali tidak masuk ke dalam hitungan.
Singkat cerita, Honor Miller ini ingin terlihat seperti pangeran yang di dampingi oleh orang-orang besar seperti Tiger Lee, Tuan Kim dan Liem Guan. Dengan begitu, barulah levelnya sebagai raja di keluarga besar Miller akan terlihat.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya rombongan Tuan Kim, Tuan Liem Guan, Paman Cheung, Tiger Lee dan Zacky tiba juga.
Rombongan seramai dua puluh mobil tersebut langsung berhenti apabila mereka melihat mobil milik Honor bergerak perlahan dan langsung berhenti.
"Honor. Apakah kau ragu untuk datang ke acara makan malam yang diadakan oleh Tuan Liu itu?" Tanya Tiger.
"Sama sekali tidak, Paman. Aku hanya tidak ingin orang-orang melihat rendah kepada ku hanya karena aku datang sendirian. Tidak ada yang boleh menatap rendah ke arah Honor. Atau mereka akan aku jadikan penghuni rumah sakit," jawab Honor. Pemuda itu langsung menaikkan kaca mobil miliknya lalu bergerak perlahan menuju ke rumah besar dan mewah milik keluarga Liu tersebut.
Nyaris empat puluh Unit mobil memasuki pekarangan rumah besar milik keluarga Liu tersebut. Sehingga area parkir pun menjadi sesak.
Puluhan pasang mata tampak sangat serius melihat kedatangan rombongan itu.
Kini dari dalam, keluar lah Tuan Liu dengan senyuman mengembang di wajahnya. Jelas dia tau rombongan siapa itu. Hal ini karena, Tuan Liu sangat mengenal Tiger Lee. Sedangkan Tiger Lee yang dia kenal malah membukakan pintu untuk mobil Rolls-Royce Sweptail dan mempersilahkan seorang pemuda keluar dengan sangat hormat.
Jika bukan kepala keluarga Miller, sudah pasti Tiger Lee tidak akan melakukan hal seperti itu.
Ratusan orang berbaris sambil membungkukkan badan mereka katika Honor dengan gayanya bagaikan seorang pangeran itu melewati barisan tersebut sambil di apit oleh Tiger Lee dan yang lainnya.
Bersambung..