Joe William

Joe William
Pembentangan butiran kerjasama



Beberapa lelaki berbadan tegap tampak menarik beberapa meja dan kursi lalu menatanya tepat di tengah-tengah ruangan tempat acara itu berlangsung. Sementara itu, dua orang lelaki yang berpenampilan seperti bodyguard yang membawa koper tadi perlahan meletakkan koper tersebut di atas meja lalu membukanya.


"Silahkan Tuan Barry!" Kata salah seorang dari lelaki tadi mempersilahkan Tuan Barry untuk duduk.


"Tidak sopan. Sebaiknya Tuan muda duduk terlebih dahulu!" Kata Tuan Barry mengalah.


"Lupakan peristiadatan! Aku hanya ingin tau isi kesepakatan antara kerjasama yang anda tanda-tangani dengan Moreno ini." Kata Joe sambil mempersilahkan Tuan Barry untuk duduk.


"Baiklah. Sekarang saya akan membentangkan butiran kerjasama dengan Tuan Moreno beberapa bulan yang lalu."


"Adapun butiran kesepakatan kerjasama itu meliputi, renovasi Villa top bukit landai Garden Hill. Pembangunan hotel di dekat bukit landai. Pembangunan restoran Garden serta beberapa Kafe dan pusat hiburan di bagian barat Garden Hill ini."


"Adapun perusahaan Future of Company telah mengucurkan dana dalam investasi ke perusahaan Garden Company ialah bernilai tiga ratus lima puluh juta Dollar dengan perjanjian, apabila Villa gagal diselesaikan dalam tempoh empat bulan, maka Future of Company bisa menuntut tanggung jawab dari Garden Company. Karena antara kerja-kerja yang seharusnya tidak terlalu memakan waktu lama hanya renovasi Villa tersebut." Kata Tuan Barry.


"Sebentar Tuan Barry! Izinkan saya memotong ucapan anda." Kata Joe sambil merentangkan tangannya meminta Tuan Barry berhenti sejenak.


"Poin pertama dalam kesepakatan kerjasama antara Future of Company dengan perusahaan Garden Company adalah tentang renovasi Villa milik ku di bukit landai. Sekarang aku ingin bertanya. Apakah anda ada menerima laporan tentang hasil dari renovasi Villa tersebut?" Tanya Joe sambil menatap ke arah Tuan Barry.


"Menurut laporan yang saya terima dari Ryan yang telah menugaskan Charles dan Milner sebagai pelaksana lapangan, bahwa Villa top milik anda di Bukit landai telah selesai sepenuhnya sekitar sebulan yang lalu. Kemudian untuk serah terimanya sendiri akan dilakukan setelah anda kembali dari Indonesia." Kata Tuan Barry menjelaskan.


"Baiklah Tuan. Sekarang aku ingin bertanya kepada Charles dan Milner. Apakah Villa milik ku itu sudah benar-benar selesai atau kau hanya melaporkan saja bahwa renovasi itu sudah selesai?" Tanya Joe sambil mengalihkan pandangannya kearah Charles dan Milner yang tampak sangat pucat.


Plak!


"Apa yang kalian tunggu? Ayo segera jawab pertanyaan dari Tuan muda!" Bentak Ryan sambil melayangkan tamparan keras sekali lagi kearah pipi Charles.


"Ampuni kami Tuan muda!" Kata Charles langsung jatuh berlutut diikuti oleh Milner.


"Baiklah. Dengan begini, aku menganggap bahwa pekerjaan renovasi itu tidak benar-benar dijalankan." Kata Joe sambil tersenyum jahat.


"Sekarang ini aku ingin bertanya kepada Tuan Moreno."


"Begini Tuan. Apakah dalam surat perjanjian kerjasama itu, ada butiran yang membenarkan bahwa siapa saja bebas mengadakan pesta di Villa milik ku itu?" Tanya Joe sembari memandang ke arah Tuan Moreno yang masih berlutut.


"Tuan muda. Maksud anda?" Tanya Moreno masih berpura-pura bodoh.


"Harvey! Putar video yang berhasil kita rekam ini!" Kata Joe memerintahkan sambil mengulurkan ponsel ditangannya kepada sahabatnya itu.


"Tuan muda. Kami sudah menyiapkan projektor di sini. Anda bisa menyalin video tersebut ke dalam memory card dan kita akan memutar video tersebut di layar lebar yang ada di atas panggung sana." Kata salah seorang dari panitia pelaksana acara peresmian kantor baru itu.


"Oh. Itu idea yang bagus. Lakukan Harvey!" Pinta Joe.


Tidak butuh waktu yang lama. Kini mereka telah selesai menyalin video tersebut dan kini tampak lampu di atas panggung itu dimatikan.


Kini semua mata tertuju ke arah layar di belakang panggung itu yang mulai memutar video acara pesta mabuk-mabukan di Villa milik Joe di bukit landai Garden Hill itu.


Di layar kini terlihat Charles, Milner, Mario dengan beberapa orang lainnya serta gadis-gadis sebaya dengan mereka melakukan pesta dengan tingkah seperti orang yang tidak beradab dan terkesan seperti binatang.


Berkali-kali Tuan Barry, Ronald, Austin, Ryan dan yang lainnya membuang muka melihat perangai ketiga pemuda itu yang sesekali menenggak minuman beralkohol kemudian menari sambil enak saya memeluk para gadis itu dengan tangan mereka kadang masuk ke dalam baju para wanita itu.


"Binatang. Ini benar-benar binatang. Aku juga pernah muda seperti kalian. Tapi aku tidak pernah melakukan tindakan rendah seperti itu." Kata Ryan dengan wajah bersemu merah.


Dia berjalan ke arah beberapa pengawal, mengambil pentungan dari tangan salah satu pengawal itu dan kembali menghampiri Charles dan Milner.


"Kurang ajar kalian ini. Membuat aku malu!" Kata Ryan, lalu..,


Bugh!


Plak!


Bugh!


"Ku bunuh kalian!" Kata Ryan seperti orang kesurupan sambil terus memukuli Charles dan Milner.


"Ampuni kami Paman."


"Tolong Paman. Jangan pukul lagi!" Rintih Charles sambil terbaring di lantai.


"Mati saja kalian daripada membuat aku malu!" Bentak Ryan yang saat ini tidak dapat mengendalikan amarahnya.


Melihat kejadian ini, Joe segera menjentikkan jari tangannya memberi isyarat agar beberapa orang dari mereka segera menenangkan Ryan.


"Sudah Ryan! Bisa mati mereka jika kau seperti itu." Kata Arslan yang segera menarik Ryan agak menjauh.


"Biarkan kak. Dia memang harus mati. Dari kecil di sayang-sayang. Sudah besar malah membuat aku malu. Aku berjuang dari 0 bersama dengan Jerry. Aku tau betapa sakitnya menjadi orang yang tidak mampu. Tapi mereka ini. Mereka ini jenis anjing kurap yang tidak tau diri." Kata Ryan sambil kembali mengejar ke arah Milner. Beruntung Arslan cepat mencegah. Jika tidak, sekali lagi mereka akan dibelasah oleh Ryan.


"Paman. Hukuman akan tetap ada. Tapi tidak begitu. Jika mereka cacat, insaf juga percuma. Ingat Paman!" Kata Joe sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Ryan, Riko dan Arslan.


Mereka tau maksud dari kedipan mata Joe ini. Makanya kini Ryan sedikit lebih tenang dan mulai bisa menguasai kemarahannya.


"Ok. Kembali pada topik!" Kata Joe.


"Tuan Moreno. Bagaimana tanggapan anda tentang video tersebut?"


"I-it-itu. Itu."


"Itu itu apa? Sekarang aku bertanya kepada anda. Apakah mengadakan pesta di Villa milikku ada tercantum dalam surat perjanjian kerjasama?" Bentak Joe.


"Saya mengaku salah Tuan muda."


Moreno kini hanya tertunduk saja dan tidak bisa lagi berkata apa-apa selain hanya pasrah terhadap hukuman yang akan dia terima. Ini adalah konsekuensi dari ketololan nya sendiri.


"Mengaku salah? Hahaha. Bagus!" Kata Joe.


"Kau lihat bagaimana cara ku mengaduk air kolam." Kata Joe dalam hati.


"Tuan Barry. Apakah ada pinalti jika kontraktor melanggar kesepakatan kerja sama?" Tanya Joe.


"Benar Tuan muda. Di sini kami telah menyepakati kerja sama dan di sini juga ada tanda tangan serta stempel dari perusahaan Garden Company bahwa jika salah satu dari kami melanggar kesepakatan kerja, maka salah satu pihak boleh menuntut. Bahkan sampai ke pengadilan. Andai pihak dari Future of Company memutuskan kesepakatan kerja sama secara sepihak, maka semua dana yang dikucurkan oleh Future of Company di anggap hangus. Namun jika ternyata Garden Hill lah yang melanggar kesepakatan kerja sama tersebut, maka pihak dari Future of Company bisa menuntut bahkan dengan denda mencapai 50% dari jumlah dana yang telah dikucurkan." Jawab Tuan Barry.


Prok prok prok.


"Anda sudah dengar itu Tuan Moreno?" Tanya Joe sambil tersenyum.


"Sekarang aku akan mengurus segala sesuatunya untuk menarik anda ke meja pengadilan. Persiapkan diri anda Tuan Moreno!" Kata Joe.


Mendadak Tuan Moreno ingin mati saja malam ini. Bagaimana mungkin dia bisa menyelesaikan semua tuntutan itu sedangkan dia hanya seorang CEO di perusahaan dan hanya memegang saham minoritas dalam perusahaan tersebut. Kini, dia harus mempertanggungjawabkan semua kesalahan yang telah dilakukan oleh putranya yaitu Mario.


Seratus tujuh puluh lima juta USD harga yang harus dia bayar apabila Joe benar-benar menuntut dan membawa masalah ini ke jalur hukum. Darimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Oleh karena itulah dia berdoa semoga malaikat maut mencabut saja nyawanya malam ini juga.


Selesai baca, jangan lupa LIKE!


Bersambung...