
Sebelas orang lelaki anak buah Zarco kini telah bersiap untuk menyerang lelaki bertubuh kekar berotot yang tidak lain adalah Herey adanya.
Dengan mengelilingi lawannya, mereka kini langsung mengirim tendangan dan pukulan yang dengan muda bisa dihindari oleh Herey.
Keasyikan menyerang, membuat mereka tidak memperhatikan keadaan di sekeliling mereka.
Mereka baru menyadari ada serangan yang datang dari arah belakang ketika empat orang dari mereka telah jatuh dengan kepala pecah.
Plak.., plak.., plak.., plak..,
"Wadaw....!'
Ketika ini, mereka melihat dua orang yang baik baju dan celana mereka serta bentuk tubuhnya sama persis dengan lelaki yang sedang mereka keroyok.
"Heh.., dia tidak sendiri. Tapi bertiga!" Kata Ruben mendadak pucat.
Bagaimana dia tidak pucat? Untuk menjatuhkan seorang saja, sampai saat ini mereka yang unggul jumlah saja tidak mampu. Apa lagi kini lawan bertambah dua orang. Dan celakanya, kedatangan dua orang itu membuat empat orang diantara mereka pingsan dengan kepala pecah mengeluarkan darah.
"Hahaha. Hanya ini kemampuan kalian?" Tanya Herey mengejek.
"Ayo kita selesaikan mereka ini!" Kata Herey lalu seger mencabut ikat pinggang kulit miliknya lalu melibaskan secara acak.
Plak!
"Aduh maaaak. Wajah ku. Wajah kuuuu!" Kata Ruben berteriak memegangi wajahnya yang berhasil disambar oleh libasan ikat pinggang milik Herey tadi.
Warna merah kebiruan melintang di wajah Ruben akibat lecutan tali pinggang tersebut.
Tidak sampai sepuluh menit, tujuh orang yang tersisa itu ambruk mencium aspal di area parkir itu.
Sambil tersenyum mengejek, Herey pun berjalan santai menghampiri Zarco yang saat ini pucat ketakutan.
Beginikah kekuatan orang-orang dari Kryptonite Club'?" Tanya Herey dengan tangannya menepuk-nepuk pundak Zarco.
"Ampun. Ampuni kami," pinta Zarco memelas.
Serrrr....
Cairan hangat berwarna kekuningan kini telah membasahi celana berwarna coklat miliknya.
"Menyedihkan. Kau seperti kembali ke masa kanak-kanak mu," kata Herey masih dengan senyum dingin nya.
"Kau ini memang pantas mendapatkan ini!"
Tinju Herey sekali lagi menghantam bagian bawah dagu milik Zarco.
Kembali lelaki bertubuh besar itu meraung kesakitan dengan beberapa giginya copot sekali lagi.
"Ampun, Tuan. Ampuni saya!" Kata Zarco yang saat ini sudah bersandar di body mobilnya.
"Sekarang, benturkan kepala mu tiga kali di jalan ini dan katakan, 'Cucu minta ampun kek?' baru lah aku akan mengampuni mu," kata Herey memberi isyarat agar kedua anak buahnya merekam kejadian itu.
Tidak ada pilihan bagi Zarco selain menuruti keinginan dari Herey jika tidak ingin lebih celaka lagi.
Dengan bersusah payah, Zarco pun beringsut untuk berlutut lalu membenturkan keningnya di aspal sampai berdarah.
"Ampuni cucu mu yang kurang ajar ini kek!"
"Ampuni cucu mu yang kurang ajar ini kek!"
"Ampuni cucu mu yang kurang ajar ini kek!"
Dengan suara yang tidak jelas, berulang kali Zarco memohon ampun kepada Herey.
Herey pun tersenyum dengan menunjukkan senyuman yang dia setting se-arif mungkin.
"Hmmm. Lain kali jadi cucu jangan nakal! Pulang lah ke rumah! Jangan lupa cuci kaki, cuci tangan, gosok gusi karena kau tidak lagi punya gigi, minum obat cacing lalu tidur! Jangan lagi berkeliaran sehingga membuat kakek mu ini murka!" Kata Herey sambil mengusap-usap kepala Zarco.
"Cucu menuruti perintah dari Kakek!" Kata Zarco dengan suaranya yang sudah tidak jelas.
"Pungut patahan gigi mu itu, lalu simpan! Kelak jika kau sakit perut, rendam patahan gigi mu itu ke dalam air hangat, lalu minum. Semoga bermanfaat!" Kata Herey lalu segera meminta kepada Aurelie untuk pergi meninggalkan tempat itu.
***
"Mau kemana kita, Tuan?" Tanya Aurelie ketika sudah berada di dalam mobil.
"Ikut saja, Nona! Kami tidak akan mencelakai mu. Kami akan membawa mu ke Highland Park. Seseorang telah menunggu anda di sana," jawab Herey yang duduk di sebelah gadis itu.
Aurelie hanya pasrah saja dan tidak bertanya lagi. Baginya, tidak mungkin orang seperti Herey ini jahat. Jika mau berbuat jahat, pastilah di depan gedung hiburan tadi, dia sudah di celakai. Tidak sulit. Sekali tampar saja mungkin Aurelie ini sudah tercabut nyawanya.
"Ayo jalan!" Kata Herey memberi perintah kepada anak buahnya.
Mobil itu pun kini berangkat menuju ke Quantum entertainment untuk menemui Joe yang sudah menunggu di sana.
Bersambung...