
Dua orang lelaki berjalan beriringan memasuki pintu salah satu rumah besar bagaikan istana di bagian Utara kompleks elite.
Kedua lelaki paruh baya berkulit kuning langsat bermata sipit itu adalah Zacky dan Tiger Lee.
Seperti diceritakan pada bab sebelumnya, bahwa Honor dengan tegas memerintahkan agar Zacky harus berhasil menemukan keberadaan Tiger Lee. Dan dengan usaha yang keras, akhirnya Zacky berhasil juga melacak keberadaan Tiger Lee yang ternyata berada di Macau.
Setelah bertemu dengan Albern, ternyata Tiger Lee tidak langsung kembali ke Hongkong untuk menyertai Honor berangkat ke Indonesia. Melainkan, dia memilih untuk tinggal di sebuah kondominium di sekitar Macau.
Setelah berhasil menelepon Tiger Lee, akhirnya Zacky dengan dibantu oleh pakar IT, berhasil melacak lokasi keberadaan Tiger Lee.
Gerak cepat pun langsung diambil oleh Zacky yang langsung berangkat ke Macau.
Dengan berbekalkan kata-kata bahwa kepala keluarga Miller menginginkan agar dia segera kembali ke sisi Honor, akhirnya Tiger Lee pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengikuti saja permintaan dari majikannya tersebut.
"Kau temui saja Honor! Katakan bahwa aku sudah di sini. Jika dia butuh, maka biarkan dia menemui ku di sini!" Kata Tiger Lee yang langsung duduk di sofa empuk. Lalu, tanpa memperdulikan bahwa ruangan itu ber-AC, dia langsung menyulut sebatang rokok, menyalakan dan menghembuskan asapnya dengan keras. Beberapa orang yang berada di tempat itu tidak ada yang berani melarang. Berani melarang, berarti siap-siap menjemput penyakit.
Sebelum berlalu, Zacky hanya tersenyum kecut melihat tingkah Tiger Lee ini. Sambil geleng-geleng kepala, dia pun melangkah menuju ruangan kerja milik Honor Miller.
Tok tok tok..!
"Siapa?"
"Ini saya. Zacky!" Jawab Zacky dari luar.
Tak lama setelah itu, satu orang lelaki berbadan tegap tampak membukakan pintu.
"Bagaimana pekerjaan yang aku berikan kepada mu?" Tanya Honor tanpa memandang ke arah lelaki paruh baya itu.
"Saya berhasil, Tuan. Saat ini Tiger Lee berada di ruang tengah. Anda boleh menemuinya sebelum dia berbuat sesukanya dan akan menghancurkan ruangan itu!" Kata Zacky memperingatkan.
"Hahaha. Biarkan dia berbuat sesukanya. Daripada dia kembali merajuk dan meninggalkan aku," jawab Honor sambil tertawa.
"Apakah anda tidak ingin menemuinya sekarang?"
"Baiklah.., mari!" Kata Honor yang langsung bangun dari kursinya.
Honor kemudian berjalan dengan diikuti oleh Zacky dan seorang lagi lelaki berbadan tegap yang membukakan pintu untuk Zacky tadi.
Ketika Honor tiba di ruang tengah rumah besar seperti Mansion tersebut, dia sedikit terkejut ketika melihat beberapa puntung rokok tergeletak di lantai.
"Selamat datang, Paman! Aku telah lama menunggu kedatangan mu!" Kata Honor sambil tersenyum.
"Hahaha. Ternyata tenaga tua ku ini masih kau butuhkan rupanya. Katakan kepada ku tugas apa yang ingin aku kerjakan?!"
"Tuan besar Arold Miller sangat menyayangi ku. Bahkan Ayah mu pun tidak berani terlalu banyak bicara kepada ku. Kau.., anak bau minyak kayu putih, berani sungguh untuk tidak sopan kepada ku. Besar sungguh nyali mu. Apakah cairan eliksir mu itu yang membuat mu berani kurang ajar kepadaku?"
"Maafkan aku, Paman! Aku tidak berani!" Jawab Honor Miller tersenyum sumbing.
"Berikan perintah. Aku akan melakukan semampuku! Jangan buang waktu mu yang berharga dengan berbicara omong kosong seperti ini! Siapa target yang kau inginkan untuk aku singkirkan?"
"Gang Kumuh!" Jawab Honor lalu segera duduk berhadapan dengan Tiger Lee. "Aku menginginkan agar Paman mengacaukan Gang Kumuh! Tepatnya, pusat hiburan elite Tower Sole propier. Semua orang-orang kita sudah berada di sini. Anda akan dibantu oleh orang-orang dari geng kucing hitam. Aku ingin menguasai tempat itu! Usir Tower Sole propier dari Tasik Putri ini. Aku tidak ingin ada dua raja dalam satu kerajaan! Paman mengerti?"
Tiger Lee mengangguk samar sebelum menatap ke arah Zacky. "Kau mau ikut?" Tanya nya.
"Brother Lee. Aku akan selalu mengikuti mu. Kita sudah seperti saudara. Mungkin kita bisa sedikit bersenang-senang di Gang Kumuh!" Jawab Zacky yang menegaskan bahwa dia ingin ambil bagian dalam tugas yang diberikan oleh Honor Miller.
Honor Miller tersenyum mendengar kesediaan dari dua orang bawahan yang paling dia andalkan tersebut. Terlebih lagi, Tiger Lee sudah kembali. Dia merasa bahwa Gang Kumuh sebentar lagi pasti akan mampu untuk mereka rebut dari Tower Sole propier. Baginya, Jika dia mampu menguasai dan menyatukan Kota Tasik Putri dan Kota Batu, sudah pasti hal ini akan mempersempit kekuasaan milik Joe William. Namun sebelum itu, Gang Kumuh harus mereka rebut terlebih dahulu. Karena, Gang Kumuh adalah pintu masuk menuju ke kota Batu.
"Baiklah! Aku akan segera mengirim orang suruhan untuk menemui Marven, supaya dia segera mengirim orang-orangnya untuk membantu membuat kekacauan di pusat hiburan, restoran, hotel dan kafe-kafe di kawasan itu. Lebih ramai, kesempatan untuk mengalahkan mereka lebih terbuka lebar. Aku tidak ingin kehilangan orang-orang lagi. Kali ini, harus berhasil!"
"Tunggu! Apa maksud mu dengan perkataan tidak ingin kehilangan orang-orang lagi?" Tanya Tiger Lee spontan. Ini karena dia memang tidak mengetahui bahwa Honor telah mengirim lebih dari dua puluh orang untuk mencelakai Albern. Dan, orang-orang yang dia kirim tersebut hanya selamat satu orang saja sebelum mati ditangannya sendiri.
"Aku akan menjelaskan nanti kepada mu, Brother Lee. Mari kita keluar dulu!" Ajak Zacky sambil mendahului meninggalkan ruangan itu.
Dengan menahan rasa penasaran, Tiger Lee segera bangkit dan langsung menyusul Zacky yang telah mendahuluinya.
"Apa maksudnya? Coba kau ceritakan!" Pinta Tiger Lee.
Zacky pun menceritakan semuanya kepada Tiger Lee tentang orang-orang yang dia kirim atas perintah Honor untuk membunuh Albern.
"Apa..?" Mata Tiger Lee terbelalak begitu mengetahui cerita yang dituturkan oleh Zacky.
"Bagaimana dengan keadaan Albern? Apakah dia baik-baik saja?"
"Albern tidak kurang satu apapun. Dia berada dalam perlindungan Joe William!" Jawab Zacky.
Ada rasa lega begitu mendengar bahwa Albern dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimanapun, dia merasa bersalah kepada pemuda itu karena telah menuruti kemahuan Honor. Akibatnya, Rudolf Miller, yaitu Ayah dari Albern tewas oleh mereka.
"Ini tidak sederhana. Albern akan berusaha untuk merebut posisi kepala keluarga Miller dengan bantuan keluarga William. Jika itu terjadi, bagaimana denganmu?" Tanya Tiger Lee.
"Entahlah. Aku malas untuk berfikir ke sana. Saat ini, majikan kita adalah Honor. Andai Albern berhasil merebut posisi kepala keluarga Miller, mungkin aku akan mengasingkan diri. Aku tidak sanggup menatap wajahnya," jawab Zacky.
"Mungkin juga dia akan membunuhmu!" Pintas Tiger Lee kemudian berlalu meninggalkan Zacky yang mendadak pucat.
Bersambung...