
"katakan kepada ku di mana alamat rumah orang yang mengirim mu kepada ku!" Kata Joe memaksa.
"Komunitas elite real estate MegaTown Tuan." Jawab lelaki itu.
"Untuk apa dia menyuruh mu memata-matai aku?" Tanya Joe.
"Sebenarnya Tuan kami ingin mengetahui seperti apa diri anda ini. Makanya dia meminta kami untuk mencari tau tentang anda."
"Sebenarnya kami sudah berangkat ke Starhill. Namun berita yang kami dapat bahwa anda berada di Metro City. Makanya kami langsung berangkat ke Metro City. Kebetulan sedang ada acara di hotel teratai. Jadilah kami ke hotel itu untuk mengetahui siapa Anda."
"Akhirnya kau tau kan siapa aku?" Tanya Joe sambil fokus mengemudi.
"Awalnya kami tidak tau. Sampailah akhirnya seorang gadis kecil tadi memanggil nama anda." Jawabnya lagi.
"Keluarkan kamera mu!" Pinta Joe.
"Untuk apa Tuan?" Tanya lelaki itu.
"Keluarkan kataku!" Bentak Joe.
"Ba-baiklah. Ini Tuan." Kata lelaki itu sambil menyerahkan kamera kecil mirrorles nya.
Ckrek ckrek ckrek.
"Nah. Serahkan kepada Tuan mu. Katakan kepadanya bahwa aku menunggu setiap tindakan yang akan dia lakukan kepada ku. Sampaikan tantangan ku itu. Jangan lupa sampaikan juga kepadanya untuk mengirim orang yang lebih terlatih lagi untuk memata-matai ku!"
"Sekarang, keluar kalian dari mobil ku ini! Cepat sebelum aku membunuh salah satu dari kalian!" Bentak Joe dengan senyum yang sangat dingin.
"Ba-baik. Baik Tuan." Kata mereka lalu keluar dari mobil BMW warna abu-abu itu kemudian lari terbirit-birit.
"Aku Joe. Bukanlah makanan yang empuk. Kalian tunggu saja tanggal mainnya!" Kata Joe dalam hati. Lalu mengeluarkan ponselnya.
"Senior Black. Hubungi Leo! Katakan kepadanya untuk menyusupkan orang-orang kita lebih ramai lagi ke MegaTown!"
Sekitar dua menit kemudian balasan dari pesan suara itu pun sampai juga.
"Baik Tuan muda. Saya akan segera menghubungi Leo agar mengumpulkan orang-orang kita yang berada di sekitar MegaTown untuk berkumpul di Komunitas elite Real estate MegaTown,"
"Bagus. Besok tunggu kabar dari ku! Begitu orang-orang kita di Garden Hill melakukan kerja nya, segera kepung rumah milik keluarga Miller dari jarak tertentu. Susupkan juga orang-orang kita di bawah komando Leo. Aku tidak ingin melakukan pekerjaan yang tanggung. Sekali perahu di dayung, harus sampai ke pulau tujuan."
"Di mengerti Tuan muda!"
Kini Joe segera memutar mobilnya untuk kembali ke arah Jembatan penghubung antara Metro City dan MegaTown lalu langsung tancap gas untuk menemui kedua pengawal hotel dan empat orang wanita pengawal miliknya.
Tiba di Jembatan, Joe langsung menyuruh ke-empat wanita itu untuk memasuki mobil kemudian langsung berangkat menuju ke Bukit Metro, tepatnya Villa milik Tuan Smith.
Saat melewati Hotel mutiara, keadaan sudah mulai sepi dan kendaraan yang tadi memenuhi area parkir sudah bisa di hitung dengan jari.
*********
"Tidak kemana-mana Kek uyut. Hanya jalan-jalan saja membawa pengawal tanpa perasaan ini keliling Metro City lalu nyasar." Jawab Joe berbohong.
"Kau ingin berbohong kepada ku Joe? Aku ini sudah hidup di dunia ini lebih 80 tahun. Jangan bohongi aku!" Kata Tuan Smith sambil menatap tajam ke arah Joe William.
"Eh. Ini. Maksud ku, kami..,"
"Memukuli dua orang itu kau katakan jalan-jalan lalu nyasar?"
"Aih. Dari mana kakek bisa tau?" Tanya Joe penasaran.
"Aku melihatnya sendiri tadi."
"Siapa mereka itu?" Tanya Tuan Smith.
"Mata-mata yang dikirim oleh keluarga Miller kek." Jawab Joe William.
"Mata-mata? Untuk apa?" Tanya Tuan Smith.
"Pertanyaan apa lagi ini?" Kata Joe dalam hati.
Sebagai pebisnis yang memiliki saingan di sana-sini, sungguh sangat mengherankan bagi Joe jika pertanyaan Tuan Smith ini seperti itu. Padahal dia jelas tau bahwa keluarga empat naga dari Metro City ini tidak pernah akur dengan keluarga Miller. Makanya dia merasa bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat bodoh.
"Untuk apa lagi kek? Ya untuk mencelakai aku lah. Sebagai Tuan muda yang membuat beberapa keonaran di Starhill dan Garden hill kemarin, sudah jelas banyak orang-orang yang penasaran seperti apa diriku ini. Seperti apa bentuk tubuhku. Berapa usia ku dan warna kulit ku. Ambil tuh kulit hitam legam ku ini! Hahaha..." Kata Joe tertawa.
"Lalu, kemana kau bawa dua orang lelaki itu? Apakah aku membunuh mereka?" Tanya Tuan besar Smith.
"Tidak kek. Aku sengaja mengirim mereka kembali ke MegaTown. Biar mereka menyampaikan pesan ku kepada Adolf Miller itu." Jawab Joe.
"Berani sekali kau ini Joe. Mengapa tidak kau akhiri saja mereka itu hah? Anak ini benar-benar mencari penyakit." Kata Tuan besar Smith dengan marah.
"Kakek akan tau seperti apa permainan Joe sebentar lagi. Usia boleh saja masih muda kek. Tapi aku ini sudah dipersiapkan dengan didikan yang keras. Segala kelicikan musuh bisa ku baca. Bahkan ketika aku memejamkan mata pun aku bisa membaca isi dari segala rencana kotor mereka."
"Jika kakek dulu berempat mampu mengusir mereka dari negara kita ini, sekarang ceritanya sudah berbeda. Cukup aku sendirian saja. Aku lah otak dari pengusiran mereka dari negara ini. Mereka akan kembali ke daratan sana dengan hina. Hina yang terlalu hina." Kata Joe.
"Aku tau apa rencana mu itu anak manis. Tapi alangkah baiknya kau bermain di balik layar saja. Mengapa kau harus turun tangan sendiri hah?" Bentak kakek uyut nya itu.
Lama-lama jengkel juga dia karena Joe ini terlalu terbuka dalam melawan musuh-musuh nya itu.
"Hahaha. Ini lah alasannya mengapa kulit ku hitam legam seperti ini kek. Tentu saja bukan tanpa alasan mengapa guru ku kakek Tengku Mahmud mengubah penampilan ku ini."
"Aku tidak punya banyak waktu dengan penampilan ku ini. Ketika sudah sembilan puluh hari, semuanya akan kembali normal. Oleh karena itu, aku harus bergerak cepat. Hanya dengan begini saja baru aku bisa bergerak dengan leluasa. Orang-orang kelak akan menganggap bahwa Tuan muda dari keluarga William itu berkulit hitam legam. Hahaha." Kata Joe sambil tertawa.
"Oh. Jadi, kau sengaja merubah penampilan mu seperti ini hah?"
"Awalnya aku juga tidak tau apa maksud dari guru ku itu kek. Butuh waktu hampir sepuluh hari untuk aku agar bisa mencerna semua ini. Tapi sekarang, aku baru faham mengapa kakek Tengku Mahmud mengubah kulit tubuhku menjadi seperti ini. Pokoknya kakek uyut tunggu saja kabar baiknya. Begitu genderang perang telah di tabuh, maka di situ lah mereka akan terusir dari negara kita ini." Kata Joe dengan sangat optimis.
Bersambung...