
Malam itu, seperti malam-malam biasanya di pelabuhan Quantum City memang selalu ramai. Bahkan, semakin malam, semakin ramai orang-orang yang mengunjungi sekitar pelabuhan tersebut. Ini karena, selain hiburan di sana yang biayanya sangat terjangkau dibandingkan dengan Kryptonite Club maupun Quantum entertainment. Jadi, bagi orang kelas bawah, maka di sini adalah tempat mereka mencari hiburan.
Dari lobi hotel murah berlantai empat yang memang menargetkan bagi mereka para pendatang yang bermodal tidak besar, tampak sepuluh orang lelaki yang tampaknya bukan warga negara tampak berjalan keluar. Tiba di luar hotel, mereka segera menyebar ke berbagai arah. Sepertinya ada yang ingin mereka cari
Sementara itu, dua orang pemuda dan empat orang wanita muda yang cantik memperhatikan saja dari kejauhan dengan apa yang dilakukan oleh sepuluh orang asing tersebut. Mereka adalah Joe, Namora, dan keempat pengawal wanita milik Joe.
"Namora. Kau bawa mobil ku lalu pergi ke area di ujung pantai sana! Berhentilah di sana bersama dengan R1. Aku ingin mereka mengejar mu. Bantai di sana dan sisakan satu orang untuk mengirim kabar ke Hongkong!" Kata Joe memerintahkan.
Namora langsung mengangguk kemudian segera berjalan pelan ke arah parkiran sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan seolah-olah dia sedang terserang flu.
Tak lama kemudian, mobil Lykan hypersport berwarna hitam metalik itu pun bergerak perlahan menuju ujung pantai lalu berhenti di ujung jalan. Hanya saja, tidak ada seorangpun yang keluar dari mobil tersebut.
Orang-orang suruhan dari keluarga Miller yang melihat bahwa mobil milik incaran mereka telah berhenti di ujung jalan, mereka pun bersembunyi di lorong-lorong gelap sambil memegang kamera di tangan masing-masing untuk membidik ke arah orang yang mereka duga akan segera keluar dari mobil setelah tadi mereka gagal mengambil gambar karena Namora menutupi hidungnya dengan tangan seperti orang yang sedang flu.
Dari jauh, mereka melihat pintu mobil tersebut perlahan terangkat membuka. Namun sialnya, mobil Lykan hypersport ini berbeda, pintu mobil Lykan hypersport itu terbuka bukan ke depan tapi ke belakang. Ini yang membuat mereka berusaha untuk bergerak mengubah posisi mereka yang tadinya di belakang mobil, berusaha untuk memutar dengan posisi saling berhadapan dengan mobil tersebut.
Baru saja beberapa orang itu akan bergerak, kini mereka dikagetkan dengan kemunculan seorang pemuda berpakaian serba hitam.
"Siapa kau?" Tanya salah seorang dari keempat orang asing itu.
Sebagai jawaban...,
Sret..!
Sat... Wuzzzz!
"Argh...!"
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut sosok serba hitam itu. Namun, salah seorang diantara mereka sudah memegangi lehernya yang sudah hampir putus terkena sabetan senjata tajam.
Ketiga orang lainnya setelah mati menahan keterkejutan mereka karena tiba-tiba saja mendapatkan serangan. Bukan tanggung-tanggung, sekali serang saja teman mereka sudah ambruk dengan leher sobek.
Sebentar mereka berhasil menguasai keterkejutannya, kini seorang lagi memegangi dada yang terkena tikaman senjata berbentuk pisau di tangan sosok hitam tersebut.
Seketika lelaki tadi ambruk tanpa suara.
"Kurang ajar. Ada masalah apa kau ini hah?" Bentak lelaki yang tunggal berdua itu. Namun, sosok yang bertopeng tersebut sepertinya tidak ingin membuang waktu. Dia segera menyerang kedua lelaki yang tersisa. Dan hasil nya, kedua orang itu terdesak hebat di samping lorong gang tanpa bisa melakukan serangan balasan.
Seeet...!
Seorang lagi tergeletak sambil memegangi lehernya.
"Ampuni aku. Aku mohon. Aku tidak memiliki masalah dengan mu. Tapi, mengapa kau menyerang kami?"
"Hahaha. Meminta ampun lah kepada hantu!"
Bret!
"Akkhhhh....!"
Sekali saja senjata di tangan sosok hitam itu melakukan tebasan cepat, tanpa memberikan kesempatan kepada lelaki asing itu berkedip.
Brug!
Terdengar suara sosok yang memiliki bobot berat terhempas di tanah. Dan itu adalah sosok lelaki terakhir dari keempat lelaki asing tadi yang meregang nyawa.
Selesai dengan keempat lelaki asing tadi, kini sosok berpakaian hitam itu kembali bergerak mengitari lorong dan berhenti di sebuah kafe. Setelah itu...,
Cusss...!
Plek!
Sosok bertopeng hitam itu mengeluarkan sesuatu dari mulutnya kemudian menjentikkan benda tersebut ke arah kamera pengintai di kafe tersebut. Lalu dia berjalan memasuki kafe dan di sana dia melihat dua orang lelaki asing sedang berpura-pura duduk di salah satu kursi berhadap-hadapan dengan rekannya.
Tanpa menunggu lama-lama lagi, sosok hitam tersebut lalu mendekati orang itu kemudian menutup mata orang itu dari belakang. Sedangkan senjata yang berada di tangannya dengan cepat mengiris tenggorokan orang tersebut.
Kejadian itu sangat cepat sehingga tidak ada yang menyadari.
Selesai dengan aksinya, sosok hitam itu berlari sambil mencapai sendok di atas gelas dan melemparkannya ke arah lelaki yang terbengong.
Jleb!
Sendok melesat dan menikam tepat di kerongkongan lelaki tersebut membuat matanya terbelalak.
Tidak terlalu ada yang menyadari kejadian itu. Setelah kedua orang tadi ambruk, barulah para pengunjung yang berada di dalam menyadari sesuatu telah terjadi.
Bersambung...