
Siang ini, beberapa jam setelah kejadian pembantaian di Garden Hill, tampak satu unit mobil mewah Rolls-Royce berhenti di salah satu rumah besar tiga tingkat yang di ketahui oleh orang-orang di sekitar kawasan perumahan elite di sekitar sini adalah rumah milik keluarga Regnar.
Melihat mobil edisi khusus yang hanya ada beberapa unit saja di negara ini serta nomor plat nya, para penjaga di rumah besar itu sudah tau bahwa mobil tersebut adalah mobil milik Tuan besar Leon Smith. Salah satu dari empat naga di Metro City ini.
Hal ini yang membuat sebagian dari mereka tanpa di komandoi langsung bergegas ke arah pintu rumah dan mengabarkan kepada kepala pelayan bahwa Tuan besar Smith berada di luar pagar.
Mendadak seluruh isi rumah mewah itu gempar.
Siapa yang tidak kenal Tuan Smith. Ketika masa mudanya dulu, hanya ada dua kemungkinan ketika dia berkunjung ke rumah milik orang lain. Yang pertama, Drajat mereka akan terangkat, dan yang kedua, kemungkinan akan di benamkan hingga menjadi sampah masyarakat.
Karena kebiasaan yang seperti ini lah membuat seisi rumah itu mendadak menjadi gempar.
Saat ini, para penjaga tadi langsung membuka pintu pagar rumah besar tersebut ketika terlihat seorang lelaki berusia 60-an dan seorang wanita berusia 50-an tampak tergopoh-gopoh menyambut di depan pintu rumah tersebut.
Mereka berharap semoga saja kedatangan Tuan besar Smith ini membawa berkah bagi mereka dan bukan sebaliknya.
Keadaan hening seketika ketika pintu mobil di bagian sopir terbuka dan tampak lelaki setengah baya berkulit hitam keluar kemudian disusul dengan keluarganya empat orang wanita muda yang sangat cantik berkulit kuning langsat berdiri membuat dia barisan di depan pintu mobil bagian penumpang tersebut.
Begitu pintu di bagian tengah itu terbuka, kini tampak seorang pemuda berkulit hitam legam yang memiliki usia di sekitar delapan belas tahunan turun dari mobil sambil di pandu layaknya seorang pangeran oleh ke-empat pengawal wanita tadi.
Kedua lelaki 60-an dan wanita 50-an tadi sedikit merasa kecewa ketika melihat siapa yang keluar dari dalam mobil Rolls-Royce tersebut.
Tadinya mereka mengira bahwa yang datang itu adalah Tuan besar Smith. Namun, begitu melihat seorang pemuda berkulit hitam legam yang turun, mereka langsung bertanya-tanya dalam hati siapakah pemuda ini sebenarnya. Dan apa hubungan pemuda ini dengan Tuan besar Leon Smith.
"Salam dari saya untuk kakek Frank dan Oma Diana Regnar." Kata pemuda itu membungkuk hormat.
"Salam juga untuk anda anak muda. Tapi maaf. Jika saya boleh tahu, siapakah anda ini?" Tanya Frank Regnar yang memang belum mengetahui siapa adanya pemuda itu.
Dia memang pernah mendengar dari segelintir orang tentang warna kulit dari putra Jerry ini. Namun yang tidak dia bayangkan adalah kulit pemuda ini sedemikian hitam nya. Ini yang membuat Frank dan Diana Regnar merasa bertanya-tanya dalam hati.
"Perkenalkan. Nama saya adalah Joe William. Putra dari Jerry William, cucu dari Wilson William dan Drako, serta cicit dari William King dan Leon Smith. Mungkin anda mengenal semua nama-nama yang saya sebutkan tadi." Kata Joe menjawab pertanyaan dari tuan rumah dengan tetap hormat.
"Oh. I-i-iya. Silahkan masuk dulu ke dalam!" Kata Frank menawarkan.
"Terimakasih atas sambutan dari anda Kakek Frank. Tapi kedatangan saya kemari bukan untuk beramah tamah. Melainkan, untuk memberi peringatan kepada anda."
"Mulai hari ini, jauhi keluarga Miller! Karena keluarga itu akan kehilangan tempatnya di MegaTown. Bahkan berkemungkinan akan terusir dari negara ini dengan cara yang sangat terhina." Kata Joe sambil tetap tersenyum.
Perkataan dari Joe ini mau tidak mau membuat kedua kakak beradik itu mengernyitkan kening nya.
"Joe William. Maaf kalau aku boleh tau. Mengapa kau berkata seperti itu?" Tanya Frank.
"Benar Joe. Kau datang kemari untuk mengunjungi kami yang lebih tua, atau ingin mengancam kami? Jika itu tujuan mu datang ke rumah kami ini, sebaiknya lekas pergi dari sini!" Bentak Diana yang mulai tidak senang dengan peringatan yang diberikan oleh Joe William tadi.
"Hmmmm... Begitu? Apakah anda yakin ingin mengusir saya Kek?" Tanya Joe dengan senyuman yang sangat dingin.
"Apa maksudnya dari pertanyaan mu ini Joe? Lekaslah beri tahu sebelum aku mengusir mu dari depan rumah ku ini!" Bentak Diana.
"Oma Diana. Anda sudah terlalu tua untuk membentak saya. Saran dari saya, sebaiknya anda hemat energi saja. Karena itu akan anda butuhkan sebentar lagi."
"Begini saja Oma. Aku tau bahwa keluarga Regnar sangat membenci Ayah ku. Tapi ketahuilah bahwa Ayah ku tidak pernah membenci kalian."
"Sudah banyak yang kalian lakukan untuk mengusik perusahaan baik itu perusahaan Future of Company, maupun William Group. Aku peringatkan satu hal kepada anda Kakek Frank dan Oma Diana! Sekali lagi aku katakan bahwa itu adalah Ayah ku. Ayah ku mungkin masih menjaga wajah Paman Kenny untuk tidak menindak anda walaupun terbukti anda selalu bekerjasama dengan perusahaan lain untuk menjatuhkan perusahaan Ayah ku."
"Aku mendengar bahwa anda dulu bekerjasama dengan Robin, dengan Ramendra, dengan Fardy dan yang terakhir adalah dengan Arold Holding Company milik keluarga Miller. Semuanya itu anda lakukan untuk menentang ayah ku. Selama ini ayah ku selalu bersabar dan tidak ingin mempersulit kalian. Tapi tidak bagi ku, Joe William. Aku akan menindak tegas siapa saja yang berkomplot dengan Arold Holding Company. Dan, jangan kalian pikir bahwa aku tidak mengetahui kalau proyek yang sedang kalian jalankan di Garden Hill itu bukanlah proyek yang legal. Proyek itu adalah proyek haram yang didirikan di atas penderitaan masyarakat setempat."
"Fikirkan itu baik-baik Kakek Frank!" Kata Joe sambil menunjuk tepat-tepat ke arah Frank dan Diana.
"Kau. Apakah kau sedang mengancam ku hah? Aku tidak pernah takut dengan Ayah mu. Aku juga tidak pernah takut dengan Future of Company. Sedangkan kepada mereka saja aku tidak takut, apa lagi dengan anak yang masih bau pesing seperti diri mu ini." Kata Dia Diana Regnar yang tetap tidak mau mengalah.
Wuss...
Wuss...
Wuss..!
Tampak Joe menjentikkan jari telunjuknya tiga kali berturut-turut kiri dan kanan membuat Diana dan Frank terlonjak ketakutan.
Bagaimana tidak takut? Saat ini Joe sedang mengeluarkan jurus jari hantu nya dan tampak lantai marmer di ujung sepatu Frank dan Diana pecah berserakan dihantam bola-bola besi bulat sebesar isi kacang tanah.
"Aku, Joe William tidak pernah main-main dengan ancaman ku. Apakah kalian mendapat kabar dari Sean beserta puluhan orang anak buahnya? Aku lah yang membantai mereka semua di Indonesia. Jadi, jangan buat aku marah!" Kata Joe dengan tatapan mata penuh kebengisan.
"Jika Ayah ku masih memberi kalian wajah, maka aku akan memberikan kalian lubang kuburan. Ingat itu! Dan jangan lupa untuk menonton berita hari ini!" Kata Joe lalu segera memasuki mobil dan memerintahkan kepada Black untuk segera meninggalkan halaman rumah besar milik keluarga Regnar itu.
Begitu mobil yang dikendarai oleh Joe dan ke-lima anak buahnya itu berlalu, tampak Frank dan Diana jatuh terduduk di lantai dengan keringat dingin bercucuran dari dahi mereka.
"Anak ini. Benar kabar yang aku dapat. Dia bukan manusia. Tapi anak setan." Kata Diana.
"Kak. Bagaimana ini?"
"Aku sudah mengatakan kepada mu Diana. Jerry itu tidak pernah mengusik kita. Tapi kau masih saja keras kepala. Begini lah jadinya." Kata Frank mengungkit tentang nasehatnya kepada Diana beberapa waktu yang lalu.
"Sebaiknya kita lihat saja perkembangannya. Jangan dulu ambil keputusan sebelum semuanya jelas. Apa kau tidak ingat tadi anak itu berkata bahwa kita harus menonton berita. Mari kita masuk dulu ke dalam." Kata Frank sambil meminta pelayan untuk membantunya bangkit berdiri.
Setelah mereka berdua dapat menguasai ketakutan, barulah mereka masuk ke dalam sambil sesekali melirik ke arah jalan di depan pintu pagar rumah milik mereka itu.
Bersambung...