Joe William

Joe William
Ferdy segera dibawa ke kota Kemuning



Joe yang sudah tidak memiliki semangat lagi untuk belajar segera menuju ke area parkir.


Dengan tergesa-gesa dia segera mengenakan helm nya. Dia sudah sangat muak berada terlalu lama di kampus ini.


Sejenak dia memperhatikan ke arah sekelompok mahasiswa dan mahasiswi di depan sana. Semuanya dia kenal dan yang satunya lagi sangat spesial dihatinya. Gadis itu adalah Tiara.


Dulu, Tiara ini sama sekali tidak dianggap di kampus ini. Tapi, setelah orang-orang tau siapa Joe yang sebenarnya, mereka mulai menaruh hormat. Padahal, tidak ada yang tau bahwa Joe dan Tiara saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Sambil mendengus kesal, Joe segera menekan tombol start pada motornya, lalu mulai menarik gas membuat sepeda motor BMW itu terangkat pada bagian depannya sebelum melesat meninggalkan kampus.


Dia tidak memperdulikan lagi tatapan dari Tiara yang terus memandanginya sampai sosoknya menghilang di balik tikungan.


Ketika dia tiba di lampu merah, kini Joe memperhatikan banyak kendaraan menuju ke arah yang sama dengan yang akan dia lalui. Dan ini menurutnya tidak biasa.


Walaupun jalanan itu tidak pernah sepi, akan tetapi pemandangan seperti ini belum pernah dia lihat sebelumnya.


Entah apa yang menggerakkan hatinya, sehingga Joe pun menguntit rombongan kendaraan mewah itu yang pada akhirnya menuju ke komunitas Villa mewah yang berada tepat di dataran paling tinggi di bukit batu ini.


"Hmmm. Villa ini bukankah milik Birong, menurut apa yang dikatakan oleh Paman Ucok dan Jabat?"


Berpikir sampai disitu, Joe segera mengeluarkan ponselnya, kemudian dia menjepret beberapa gambar menggunakan kamera ponsel miliknya, dan mengirim gambar tersebut kepada Tigor melalui pesan WhatsApp.


Setelah gambar tersebut bertanda centang dua berwarna biru, Joe kini mengirim pesan suara kepada Tigor yang berbunyi, "paman ingat villa milik siapa yang baru aku kirim? Tampaknya ada sesuatu yang bisa menyebabkan masalah kepada kita!"


"Ya. Aku ingat itu. Itu adalah Villa milik Birong yang telah lama kosong. Bagaimana anda bisa berada di sana?" Tanya Tigor melalui pesan suara balasan.


"Sekarang villa itu tidak lagi kosong, Paman! Ada banyak mobil-mobil mewah yang terparkir di depan Villa itu. Beberapa pengawal juga tampak berjaga-jaga. Sepertinya sedang ada pertemuan yang berlangsung di sana!"


"Ketua. Anda jangan berlama-lama di sana. Aku akan mengirim beberapa orang-orang kita untuk menyelidiki kegiatan mereka di Villa itu!"


Joe segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, kemudian segera berlalu meninggalkan komunitas Villa mewah bukit batu menuju ke apartemennya.


Di perjalanan, tidak henti-hentinya dia memutar kembali cerita-cerita dulu, lalu menghubungkan antara cerita satu ke cerita lainnya.


"Apa mungkin geng tengkorak masih ada? Bukankah Marven telah mengumpulkan mereka ke dalam organisasi kucing hitam? Lalu, untuk apa lagi mereka melakukan pertemuan di villa bukit batu ini?" Joe terus memutar otak mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya.


Belum lagi Joe mempercepat laju sepeda motornya, di depannya kini melintas mobil warna hitam yang sangat dia kenal, melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke apartemen miliknya.


"Hmmm... Apakah mereka berhasil?" Batin Joe yang segera memulas gas membuat sepeda motornya mengeluarkan suara mesin mengaung.


Kini, mobil yang dibuntuti oleh Joe berhenti tepat di area parkir di apartemen miliknya. Tak lama setelah itu, Joe pun sampai dan memberi arahan agar mobil itu terus masuk ke area parkir bawah tanah.


Tanpa membantah, lelaki yang baru keluar tadi segera masuk kembali ke dalam mobil dan langsung menuju ke area parkir yang diperintahkan oleh Joe.


"Salam untuk anda, Ketua. Tugas yang anda berikan sudah kami kerjakan!"


"Bagus. Sekarang bagaimana dengan keadaan orang yang kalian sekap itu?" Tanya Joe.


"Jangan tambahkan lagi dosisnya! Dia bisa mati jika kalian terus menambahkan!"


"Kami mengerti, Ketua!"


"Sebentar lagi helikopter akan tiba. Kau bisa membawa orang itu ke kota Kemuning. Dan kau, Bent! Kau tinggal di sini. Aku membutuhkanmu untuk suatu pekerjaan!" Kata Joe memberi perintah.


"Saya siap menerima perintah!"


"Heh. Apakah gaji kalian sudah diberikan oleh ayah ku?" Tanya Joe becanda.


"Sudah, Ketua. Kami sudah menerima. Bahkan sebelum bekerja," jawab lelaki bernama Bent tadi.


"Syukur lah. Aku tidak punya uang untuk membayar kalian!" Kata Joe sambil mengelus dada.


Kedua lelaki dari organisasi tentara bayaran Tiger Syam itu tersenyum canggung mendengar perkataan dari Joe ini.


Sebenarnya, dalam organisasi Tiger Syam, mereka sering mendapatkan misi. Apalagi dalam sebuah negara yang bergejolak. Karena, tidak mustahil jasa mereka sangat dibutuhkan baik itu bagi pemerintah, maupun pemberontak. Semakin banyak negara-negara yang bergejolak, semakin luas lapangan kerja untuk mereka, dan semakin banyak lah pundi-pundi uang yang masuk ke dalam kas organisasi. Dan, Jerry juga menginvestasikan sejumlah uang ke dalam organisasi ini untuk membeli seluruh persediaan barang-barang yang diperlukan.


Tiger Syam ini berbeda dengan Dragon Empire.


Jika Dragon Empire itu berkutat didalam dunia bisnis, mafia dan Gengster, maka Tiger Syam adalah organisasi tentara bayaran yang siap kapan saja jika harus diterjunkan ke setiap arena dan medan tempur. Dan setiap oligarki yang mengambil keuntungan politik dari setiap kerusuhan, pasti akan meminta bantuan dari organisasi semacamnya demi kepentingan dan keuntungan masing-masing individu ataupun kelompok.


Joe, sebagai ketua dari organisasi ini pun sama sekali belum mengetahui seperti apa cara mainnya organisasi Tiger Syam ini. Pemikiran remajanya belum sampai pada tahap itu. Joe ini bisa dikatakan adalah ketua abal-abal. Karena, organisasi ini masih dimotori oleh Tuan Syam dan Herey. Namun, jika Joe tidak menyetujui ataupun ada sesuatu kepentingan yang bertabrakan dengan kepentingan Joe, maka yang harus didahulukan adalah kepentingan untuk Joe. Misal, ada 10 orang anggota dari Tiger Syam yang harus diberangkatkan, tapi kemudian, Joe menginginkan jasa sepuluh orang ini untuk kepentingannya. Maka, tidak ada penolakan untuk Joe. Dan keputusan akhir berada di tangan anak jin ini.


Sementara itu, suara deru helikopter terdengar memekakkan telinga dan mendarat tepat di area parkir.


Dengan cekatan, Kedua orang itu segera memanggul kantong hitam berukuran besar, lalu enak saja melemparnya ke dalam helikopter.


Dengan anggukan penuh wibawa dari Joe, satu dari kedua orang Tiger Syam tadi berangkat bersama dengan pilot menuju ke kota Kemuning.


"Beres sudah!" Kata Joe yang terus mendongak melihat helikopter itu terus bergerak naik ke atas.


"Bent. Aku menginginkan agar kau menyamar menjadi apa saja, lalu segera menyelinap dalam kelompok orang-orang di villa mewah bukit batu ini. Aku memberimu tugas ini karena kau belum di kenal oleh orang-orang sini. Apa kau sanggup?" Tanya Joe.


"Saya menyanggupi, Ketua!"


"Bagus! Segera berangkat. Dan ini uang saku mu!" Kata Joe sambil memberikan amplop tebal kepada lelaki itu.


"Ini terlalu banyak, Ketua!"


"Itu rupiah. Bukan Dollar!" Jawab Joe yang langsung melenggang meninggalkan lelaki bernama Bent tadi.


...Selesai baca, wajib like!...


Bersambung...