Joe William

Joe William
Runtuhnya keluarga Clifford



Tiga unit mobil dam truk kini memasuki halaman kampus dengan bagian belakang terdapat terlebih dahulu.


Setelah beberapa orang yang memberikan aba-aba kepada masing-masing truk tersebut untuk berhenti, para anggota Tiger Syam pun langsung melemparkan mayat-mayat dari anggota Kryptonite Club ke dalam gerobak truk tersebut.


Kerja cepat pun dilakukan dengan masing-masing orang kini mengambil bagiannya.


Setelah kerja-kerja selesai dan truk tersebut berlalu meninggalkan kampus itu, kini kerja pembersihan pun dilakukan.


Joe yang saat itu sudah selesai dengan Huge Rhinoceros segera memerintahkan kepada Herey untuk melakukan apa saja sesuka hatinya kepada lelaki berbadan boros tersebut. Setelah itu, dia lalu mengajak Tuan Johnson, Naomi, Tuan Baron, Daniel, Riko serta Xavier untuk segera berangkat menuju ke perumahan elite Quantum city.


Empat unit mobil mewah pun segera berlalu meninggalkan area parkir Globe's University dan melaju di jalan raya.


Ketika tiba di rumah besar berbentuk Castel di perumahan elite Quantum City ini, didahului oleh Mobil yang dikendarai Tuan Johnson, mereka kini memasuki halaman rumah mewah tersebut kemudian berhenti secara serampangan.


Beberapa pengawal di depan segera bertanya kepada Joe apa tujuan pemuda itu memasuki rumah tersebut. Namun, sebagai jawaban, Joe malah membungkam mereka dengan bola-bola besi yang dia jentikkan menggunakan jari tangannya.


"Silahkan anda mendahului, Tuan Johnson!" Kata Joe mempersilahkan.


Tuan Johnson pun langsung memasuki rumah tersebut bersama dengan Naomi yang langsung disambut dengan suara tawa terbahak-bahak dari Tuan Clifford.


Joe yang masih berada di luar kini mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Ryan.


"Paman. Serangan sudah boleh dilakukan!"


"Baik. Kau tunggu saja!" Kata Ryan membalas pesan tersebut.


Sementara itu di dalam rumah, Tuan Clifford dan Duff merasa sangat senang dengan kedatangan Tuan Johnson dan Naomi.


Kedua anak dan ayah itu merasa bahwa mereka telah memenangkan pertarungan ini. Jika tidak, mana mungkin Tuan Johnson sendiri yang mengantarkan Naomi kerumahnya.


"Hahaha. Ternyata, harus dengan cara kekerasan agar kau mau tunduk terhadap ku, Johnson!. Asal kau tau. Andai saja kau mendengar perkataan ku, semua ini tidak akan terjadi. Setelah terjepit, baru kau tau bahwa aku lah Raja yang sesungguhnya di Quantum City ini," kata Tuan Clifford dengan lagak pongahnya.


"Huh. Untuk apa lagi wanita seperti ini? Bagiku, Naomi ini tidak lebih baik dari wanita ****** dipinggir jalan sana. Kau pikir kau itu siapa? Lagak mu terlalu jual mahal kepada ku. Apa kau kira kau sudah terlalu cantik?" Kata Duff Clifford pula seakan memberi tekanan kepada Naomi.


"Ah. Putraku. Jangan terlalu kasar dengan wanita!" Tuan Clifford berpura-pura membela Naomi. Namun dia hanya bersandiwara saja.


"Ayah. Bagi ku, apalah cantiknya seorang Naomi ini. Cuih. Sekarang kau baru tau siapa aku. Merangkak dan cium ujung jari kaki ku ini! Mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menjadikan mu pembantu di rumah ku," menghina sekali Duff ini. Dia sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Tuan Johnson dan Naomi untuk berbicara.


Mungkin karena tidak terbiasa mengalami kekalahan atau karena tau bahwa Tuan Johnson ini bukanlah lawan yang sepadan dengan keluarga Clifford, makanya dia mengira bahwa kemenangan itu telah nyata. Dan bentuk pengakuan dari kekalahan yang di derita oleh keluarga Johnson lah yang membuat mereka datang kemari sekaligus menyerahkan Naomi kepada Duff.


"Heh betina ******! Mengapa kau hanya diam saja? Apakah kau mendadak berubah jadi tolol? Cepat datang dengan cara merangkak dan cium kaki ku ini!" Bentak Duff Clifford sambil mendelikkan matanya.


"Apa kau yakin bahwa kau akan memenangkan pertarungan ini, Duff Clifford yang terhormat?" Tanya Joe yang tiba-tiba saja telah memasuki rumah besar tersebut.


"Kadas kurap kau! Berani sekali kau datang kemari untuk mengantar nyawa?!"


"Pengawal!" Teriak Duff memanggil pengawalnya. Dia tidak tau saat ini para pengawal di rumah itu telah tidur nyenyak oleh serangan bola-bola besi dari Joe William.


"Panggil saja sampai mulut mu berbusa. Seluruh pengawal mu yang berada di luar telah aku bantai bersama dengan Paman Riko ku. Kau sudah tidak memiliki apa-apa lagi, Duff!" Ejek Joe dengan sinis.


"Kau..., Ayah. Bangsat ini lah sahabatnya Naomi. Entah-entah mereka ini telah tidur bersama,"


"Tutup mulut mu itu Duff! Sekali lagi kau mengatakan bahwa putri ku seperti itu, ku sumbat mulut mu dengan ujung sepatu ku ini," ancam Tuan Johnson.


"Orang tua panuan. Sudah tidak memiliki apa-apa lagi, malah berlagak sombong," maki Duff berang.


"Hahaha. Saat ini, kalian lah yang tidak lagi memiliki apa-apa. Beri aku waktu lima menit lagi! Kalian pasti akan mendapat panggilan telepon dari berbagai pihak," kata Joe dengan tersenyum mencibir.


"Apa maksud mu anak muda?" Tanya Tuan Clifford.


"Panggil aku kakek! Ingat! Nama kakek mu ini adalah Joe William. Putra dari Jerry William dari Starhill," kata Joe. Pemuda itu lalu enak saja duduk di atas sofa dengan keki diletakkan di atas meja.


"Apa? Hahaha. Kau ini persis seperti anak kurang ajar yang tidak memiliki tata Krama di rumah orang. Aku pasti akan membunuh mu!" Ancam Tuan Clifford semakin berang.


"Paman... Silahkan masuk!" Kata Joe.


Kini dari luar, bermunculan orang-orang yang sangat dikenal oleh Tuan Clifford.


"Kau Baron. Dan kau Xavier. Untuk apa kau datang kemari? Apa kau lupa bahwa aku pernah mengusir mu dengan cara merangkak meninggalkan rumah ku ini?" Tanya Tuan Clifford sambil menunjuk ke arah wajah Tuan Baron.


"Ya. Aku ingat. Oleh karena itu lah aku datang kemari. Roda itu berputar wahai Tuan Clifford yang terhormat. Kemarin aku, besok adalah giliran mu. Kau, kau pasti akan merangkak keluar dari rumah mu ini. Kita tunggu saja,"


"Nah. Silahkan angkat pesawat telepon mu. Kau akan tau seperti apa kakek mu ini bekerja," kata Joe tersenyum jahat.


Tuan Clifford pun segera menuju ke arah meja di mana pesawat telepon berada. Dengan penasaran, dia lalu berkata. "Hallo. Siapa ini dan ada apa?"


"Tuan besar. Ini adalah April. Sekretaris anda di kantor besar Clifford Kryptonite group. Celaka kita Tuan. Beberapa perusahaan baik itu di dalam kota, maupun dari luar kota berbondong-bondong melakukan pembatalan kesepakatan kerjasama dengan perusahaan kita," kata satu suara di seberang sana melaporkan. Terdengar suara itu bergetar seperti ketakutan.


"Apa? Kau jangan main-main, April!" Bentak Tuan Clifford dengan gusar.


"Sama sekali tidak, Tuan. Semuanya adalah benar."


Kring! Kring! Kring!


Kini, ponsel milik Tuan Clifford pula yang berdering.


Belum lagi panggilan di telepon berakhir, dia segera menjawab pula panggilan di ponselnya.


"Tuan. Bangunan Kryptonite Club milik anda telah terbakar!" Kata satu suara di ponsel tersebut.


"Apa? Oh Tuhan. Kemana semua orang-orang kita?"


"Mereka masih belum kembali dari Globe's University. Bukankah Anda memerintahkan mereka untuk memaksa agar kampus itu dikosongkan?"


"Hah? Mengapa hanya mengerjakan urusan sepele itu saja memakan waktu yang sangat lama?" Tanya Tuan Clifford.


"Ucapkan selamat tinggal kepada anak buah mu, Tuan Clifford!" Kata Joe lalu segera menunjukkan rekaman video pembantaian orang-orang dari Kryptonite Club oleh orang-orang dari Tiger Syam.


Prak!


Ponsel di tangan Tuan Clifford kini terbanting di lantai ruangan itu.


Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang-orangnya dari Kryptonite Club seperti tilam yang sedang dijemur. Digebuki oleh orang-orang yang mengenakan baju hitam dan celana loreng ala tentara tersebut.s


Belum lagi keterkejutannya mereda, kini dari tingkat atas, kembali terdengar suara deringan telepon.


Kini dari tangga, tampak seorang wanita membawakan pesawat telepon nirkabel itu lalu menyerahkannya kepada Tuannya itu.


Dengan tangan gemetaran, Tuan Clifford pun mengangkat gagang telepon tersebut lalu berkata. "Hallo. Clifford di sini,"


"Tuan. Kami adalah perwakilan dari perusahaan Union Chemical terpaksa harus menyetop pemasukan stok barang ke perusahaan anda. Ini karena, perusahaan anda sedang bermasalah dengan perusahaan Future of Company. Jujur saja Tuan, bahwa kami tidak berani bekerjasama dengan perusahaan yang telah masuk kedalam daftar hitam oleh perusahaan Future of Company. Untuk semua kesepakatan kerjasama kita, saya selaku perwakilan harus mengatakan dengan tegas bahwa mulai hari ini, perusahaan akan memutuskan kesepakatan kerjasama dengan perusahaan Clifford Kryptonite group serta merta!"


"Oh Tuhan ku. Apa yang telah terjadi ini?" Ratap Tuan Clifford sambil menjambak rambutnya.


Puluhan kali telepon berdering, puluhan kali pula Tuan Clifford menjawab panggilan tersebut, dan isinya adalah, semua tentang pembatalan kerjasama.


"Ayah. Bagaimana?" Tanya Duff kepada ayahnya yang saat ini seperti terkena stroke.


"Diam kau! Semua ini adalah ulah mu. Kita bangkrut sekarang!" Bentak Tuan Clifford.


"Bagaimana, Tuan Clifford? Kau sudah tau sekarang siapa lawan mu kan? Aku peringatkan kepada mu untuk segera lari dari Quantum city ini. Atau, kau akan dikejar-kejar oleh para karyawan mu dan juga pihak Bank," kata Tuan Baron pula.


"Lain kali. Jangan terlalu cepat berbangga diri. Percaya atau tidak, bahwa di atas kekuatan, masih ada kekuatan yang lebih besar lagi," kata Daniel lalu mengajak Riko untuk pergi meninggalkan rumah itu.


"Naomi. Tolong aku, Naomi! Pinta lah kepada sahabat mu bernama Joe William ini untuk mengampuni keluarga ku!" Kata Duff penuh ratapan.


"Ini untuk mu!"


Bugh!


"Aaaaaargh!"


Sebelum pergi, Naomi segera mengirimkan tendangannya ke arah kantong menyan warisan leluhur milik Duff membuat pemuda itu menggeliat di lantai ruangan itu dengan mata mendelik besar.


"Mari cucu ku. Kakek pamit dulu!" Kata Joe lalu segera berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Kini tinggallah ayah dan anak itu meratapi nasib mereka.


Entah apa lagi bencana yang akan menghampiri mereka di keesokan harinya. Ini karena, sebagai perusahaan yang telah bangkrut, tentu saja mereka akan menanggung beban hutang yang sangat besar.


Bersambung...