Joe William

Joe William
Bab selingan



"Bang. Umpan telah dimakan!" Begitulah isi dari pesan singkat yang dikirim ke ponsel milik Tigor.


Dengan cekatan, lelaki paruh baya itu mengetik pesan balasan. "Ulur tarik!"


"Siap bang!"


***


Kompleks elite Tasik Putri


Siang itu, empat orang lelaki yang diutus oleh Marven untuk melacak keberadaan Carmen Bond 070 telah kembali untuk menyampaikan berita bahwa mereka telah berhasil menemukan dimana keberadaan mantan orang kanan dalam kelompok geng kucing hitam tersebut.


Dikatakan orang kanan, ini adalah pengakuan Karman sendiri. Padahal ketika itu, tidak ada siapapun yang menganggap dia sebagai orang kanan dalam organisasi kucing hitam. Dasar Karman!


Kembalinya para utusan yang dikirim oleh Marven dengan membawa kabar baik itu tentu saja sangat menggembirakan hati Marven.


Dia sangat antusias mendengar penuturan dari salah seorang dari empat utusan tersebut. Sampailah kepada cerita bahwa Karman kecewa dengan cara Marven.


"Begitulah ceritanya, Bang. Mr. Carmen Bond bilang, apakah begini cara Abang sama kawan lama?"


"Hmmm. Tidak masalah. Tidak masalah. Besok kita akan berangkat ke tanjung karang. Kita akan menjemput Mr. Carmen Bond itu. Kalian akan menjadi penunjuk jalan!" Kata Marven sambil tersenyum senang.


"Siap bang!" Jawab keempat orang itu serentak.


"Nah. Kalian pergilah ke pusat hiburan Gemerlap malam! Kalian bertugas sebagai penjaga keamanan di sana. Besok pagi-pagi sekali, kalian harus sudah berada di sini!"


"Kami mengerti bang. Kalau begitu, kami permisi dulu!" Kata mereka yang langsung meninggalkan ruangan besar milik Marven.


Kini, tinggallah Marven duduk dengan kaki naik di atas meja sambil mengisap sebatang rokok cerutu.


"Bagaimana Bang?" Tanya Irfan yang baru saja tiba di ruangan itu.


Ada rasa tidak senang di wajah Irfan mendengar jawaban dari Abang tirinya itu.


Perasaan tidak senang karena sebentar lagi dia akan memiliki saingan.


Dia khawatir kehadiran Karman nantinya akan berujung kepada kehancuran geng kucing hitam seperti ketika Tigor masuk ke dalam organisasi itu sekitar 23 tahun yang lalu.


"Mengapa wajah mu terlihat seperti orang yang sedang menahan buang air besar?" Tanya Marven.


"Tidak apa-apa bang. Aku hanya memikirkan, apakah Carmen Bond ini nantinya tidak akan menjadi Tigor ke dua dalam organisasi?"


"Kau tau Tigor kan? Kau juga tau Carmen ini. Mereka adalah dua orang yang berbeda. Jika Tigor sangat berambisi untuk menjadi pemimpin, tapi Carmen Bond ini tidak seperti itu. Dia selalu memberikan sumbangan fikiran yang selalu menguntungkan. Sudahlah! Tidak seharusnya kau seperti itu!"


"Iya bang!" Jawab Irfan pasrah. Tidak ada gunanya dia berdebat dengan Marven. Jangankan menang, buat draw saja susah.


*********


Victoria peak


Berita yang didapat dari Douglas dan Bruno bahwa Marven telah bebas dari penjara membuat Honor secara berangsur-angsur memberangkatkan orang-orangnya ke kota Tasik Putri.


Terhitung, lebih dari dua ribu orang yang telah diberangkatkan dalam beberapa gelombang.


Gelombang pertama di pimpin oleh Tuan Liem Guan dibawah perusahaan Aglonima Company. Sedangkan gelombang kedua berada di bawah perusahaan Union Chemical.


Hampir seminggu ini Honor sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengurus keberangkatan ke Indonesia. Dan semuanya sampai hari ini berjalan dengan sangat lancar tanpa mereka sadari bahwa orang-orang dari Dragon Empire yang dikirim oleh Tigor untuk memata-matai pergerakan mereka terus mengirimkan informasi kepada Tigor.


Bersambung...


Maaf ya manteman pembaca semua. Author sedang sibuk bekerja di dunia nyata.