Joe William

Joe William
Kryptonite Club'



Kryptonite Club'


Kryptonite Club' ada sebuah tempat hiburan malam yang tidak jauh dari kawasan perumahan elit di Quantum City ini.


Di Kryptonite Club ini lah tempat nongkrong nya orang-orang yang menamakan diri mereka adalah kelompok geng Krypton, atau kepanjangannya adalah Kryptonite.


Joe, yang telah mendapat laporan dari orang-orang suruhan Tuan Baron untuk mengintai pergerakan kelompok preman ini hanya tinggal menunggu malam saja untuk keluar dari asrama dan membuat perhitungan dengan anggota kelompok ini.


Dia telah merasa diganggu. Asalkan itu adalah kelompok Krypton, maka dia akan membantainya.


Setelah memasukkan beberapa butir bola besi ke dalam saku celana dan senjata Rencong pusaka pemberian kakek Tengku Mahmud di pinggangnya, Joe pun langsung keluar dari asrama dengan cara menyelinap.


Setelah memanjat tembok asrama, Joe pun akhirnya tiba di luar tembok bangunan itu.


Sejenak dia berhenti, lalu memakai penutup wajahnya dengan masker bergambar kucing.


"Eagle! Aku sudah berada di pinggir tembok asrama. Segera jemput aku!" Perintah Joe melalui pesan suara di aplikasi WhatsApp.


"Segera, Tuan muda!" Jawab Eagle yang memang telah standby tidak jauh dari asrama tersebut.


Tak lama setelah itu, satu unit mobil pun berhenti di pinggir jalan dan seorang lelaki berbadan tegap tinggi tampak keluar dan membukakan pintu bagian penumpang.


Entah kapan tepatnya, hanya ada suara angin bersiur, tahu-tahu, Joe sudah berada dibelakang lelaki besar itu.


"Heh...,"


Eagle berseru sambil mengusap dadanya menahan keterkejutan.


"Mengapa, Eagle? Kau terkejut?" Tanya Joe.


"Nyaris saja jantung ku copot, Tuan muda," ujar Eagle pucat.


"Pantas kalian disini selalu di tekan oleh keluarga Clifford. Ternyata badan saja kalian ini yang besar. Ketika aku berada di sini, jangan tunjukkan sifat penakut kalian! Aku tidak suka itu," kata Joe lalu memasuki mobil dan duduk di kursi bagian penumpang.


"Apakah kita akan berangkat ke Kryptonite Club' itu, Tuan muda?" Tanya Eagle meyakinkan dirinya sendiri. Dia jelas tau maksud dan tujuan Joe menyuruh dirinya untuk mengantar pemuda itu ke Club elit di bagian kawasan perumahan elite di Quantum City ini. Pasti, Joe ini akan membuat keributan. Yang dia sangsikan adalah, mereka hanya berdua. Sedangkan yang akan didatangi adalah sarang macan.


"Jalan saja, Eagle! Jika kau takut, biar aku yang akan maju sendirian,"


"Tapi, Tuan muda. Mengapa hanya berdua. Kita memiliki ratusan orang. Apa lagi, pasukan Tiger Syam telah tiba sore tadi di Highland Park. Kita bisa memberantas mereka sampai ke akar-akarnya," kata Eagle memberikan usulan.


"Jalan saja, Eagle! Apakah kau masih sayang dengan pekerjaan mu di Luxury Clubs?"


"Ba-ba-baik.., baiklah, Tuan muda!" Mendadak kerongkongan Eagle panas mendengar ancaman bernada dingin dari Tuan mudanya itu.


Tanpa banyak berkata-kata lagi, Eagle langsung saja melajukan kendaraannya menuju Quantum Housing area. Tiba di sana, dia langsung berbelok ke kanan menuju sebuah pemukiman elite.


Tidak sampai enam puluh menit, mereka telah tiba dipinggiran kawasan perumahan elite itu. Lalu, Eagle pun memperlahankan laju mobilnya.


"Tuan muda, ini adalah kawasan perumahan elite di Quantum City ini. Ada beberapa keluarga besar yang menetap di sini. Para pejabat dan orang-orang berpangkat juga menetap di sini," kata Eagle menjelaskan.


"Eagle.., dimana letak Kryptonite Club' itu?" Tanya Joe kemudian.


"Lima ratus meter dari sini, Tuan muda,"


"Apa kau yakin bahwa para penjaga di pintu Club itu adalah anggota geng itu?" Tanya Joe. Dia harus memastikan agar tidak salah dalam menjatuhkan tangan kasar nya.


"Seribu persen benar, Tuan muda. Walaupun tidak pernah bergabung dan seperti ada batas antara kami dengan mereka, namun, saya tau jelas tentang mereka itu. Mereka memiliki seorang ketua bernama Huge Rhinoceros," jawab Eagle.


"Harusnya kau yang menyandang nama itu!" Kata Joe sambil tersenyum. Namun, karena dia memakai masker, Eagle tidak tau bahwa tuan mudanya itu sedang tersenyum.


"Hehehe. Dia bahkan lebih besar dari saya, Tuan muda,"


"Wah. Pasti kekuatannya besar sekali?" Tanya Joe.


"Begitu lah. Ketika dia sudah turun tangan, maka segala cara akan dia lakukan untuk mengintimidasi target nya. Huge Rhinoceros ini lah andalah Tuan Clifford untuk memerangi lawan-lawan bisnisnya. Salah dua korbannya adalah Tuan Baron dan Xavier,"


"Hmmm. Kita lihat saja. Apakah dia bisa mengintimidasi ku selama berada di Quantum City ini?" Ujar Joe. Dia tidak perduli seperti apa pun lawannya. Ketika dia sudah di ganggu, tunggu saja pembalasannya.


Dua ratus meter menuju gedung yang tampak gemerlapan oleh lampu-lampu beraneka warna, Joe pun meminta Eagle untuk berhenti di tempat yang agak sunyi serta berpesan agar Eagle bersiap-siap.


"Putar mobil ini menuju jalan kembali! Kau jangan kemana-mana dan tunggu aku. Jangan tertidur! Karena, ketika aku nanti melarikan diri, kau harus sudah siap dengan mobil mu. Lalu, kita akan kembali ke Quantum entertainment!"


"Baik, Tuan muda!" Kata Eagle. Saat ini dia sungguh sangat ketakutan. Bukan takut terhadap dirinya andai terjadi apa-apa. Melainkan, yang dia takutkan adalah, Joe William ini yang kenapa-napa. Bisa dipancung batang lehernya oleh Tuan Baron. Apa lagi di Highland Park kini telah hadir seorang yang dia takuti yaitu, Herey.


Joe, dengan tenang berjalan menuju ke pintu masuk bangunan megah dan gemerlap itu. Tiba di pintu, dia segera dicegat oleh empat orang pengawal yang memang bertugas berjaga-jaga di depan.


"Hallo anak muda. Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya lelaki hitam berbadan tegap itu.


"Aku kemari ingin mencari masalah!" Ujar Joe sedikitpun tidak bergeming.


"Anak muda. Di sini bukan tempat bercanda. Pulang lah nak. Kau harus belajar agar menjadi orang yang berguna. Tempat ini tidak menerima kedatangan orang yang berusia dibawah dua puluh lima tahun,"


"Sudah aku katakan bahwa aku kemari ingin mencari masalah. Karena, semalam ada orang-orang kalian yang dikirim oleh Duff Clifford untuk mencegat mobil tiga orang pemuda yang baru kembali dari menghadiri acara ulang tahun sahabatnya. Mereka mengaku bahwa mereka beralas dari Kryptonite. Jadi, aku sengaja datang kemari untuk mencari orang itu," kata Joe tanpa menyembunyikan maksud kedatangannya.


"Hahahaha. Orang-orang yang telah menjadi target oleh kelompok kami biasanya tidak akan memiliki keberanian untuk membalas..,"


"Itu bukan aku!" Bentak Joe memotong perkataan lelaki tadi.


"Kurang ajar sekali kau akan muda!" Kata lelaki itu sambil mengayunkan tangannya dengan maksud hendak menampar kepala Joe.


Kraaak!


"Awuuuuuuuu..,"


Terdengar suara tulang patah diiringi suara teriakan seperti seekor serigala dari lelaki yang mencoba memberikan tamparan kepada Joe barusan.


Bersambung...