Joe William

Joe William
Kabar dari sahabat



...Martins Hotel...


Kriiing...


Kriiing..!


Baru saja Joe ingin memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan adanya panggilan masuk.


Sambil menguap karena menahan kantuk, Joe pun akhirnya meraih ponselnya lalu melihat ke arah layar.


"Harvey. Hmm... Ada apa dia menelepon malam-malam begini?" Kata Joe dalam hati.


Dengan dibalut rasa penasaran, akhirnya Joe pun menjawab Juga penggilan itu.


"Halo Harvey. Kau menelepon ku larut malam begini. Aku baru saja mau tidur." Kata Joe.


"Mana aku tau di sana larut malam. Di sini masih pukul delapan." Jawab Harvey.


"Em. Ada apa Harvey?" Tanya Joe.


"Joe. Kau telepon balik ya. Pulsa ku hanya sedikit ini." Kata Harvey lalu mengakhiri panggilan.


"Sialan. Belum sempat aku mengatakan iya atau tidak, langsung dimatikan saja." Kata Joe dalam hati lalu menelepon kembali ke nomor milik Harvey tadi.


"Halo Joe."


"Ya. Ada apa Vey?" Tanya Joe penasaran. Karena tidak biasanya Harvey seperti ini.


"Joe. Aku bertemu dengan Lilian. Saat ini dia ada bersama ku. Baru tadi pagi dia datang." Kata Harvey.


"Ha? Lilian ada bersama mu sekarang? Mana dia?" Kata Joe langsung duduk di pinggir tempat tidur nya.


"Ini. Kau bicara saja sama dia ya. Kalian kan saling rindu." Kata Harvey.


"Baik. Mana dia?!"


"Hallo Joe."


"Woy Lilian. Hahaha. Bagaimana kabar mu sekarang?" Tanya Joe sangat antusias karena terlalu rindu terhadap sahabatnya itu.


"Aku baik-baik saja Joe. Bagaimana dengan kabarmu?" Tanya Lilian.


"Baik. Aku baik-baik saja."


"Sudah lama sekali aku menanyakan kepada Harvey tentang keberadaan mu. Tidak ku sangka hari ini kau menelepon ku." Kata Joe.


"Joe. Kapan kau kembali? Saat ini aku sangat membutuhkan bantuan mu." Kata Lilian.


"Aku bisa kembali kapan saja. Tapi, bantuan seperti apa yang kau inginkan? Bukankah Harvey mengatakan bahwa kau dan keluarga mu pindah ke Garden Hill dan membuka usaha di sana?" Tanya Joe William.


"Ini dia masalahnya Joe. Usaha ayah ku bangkrut. Dan kini kami sedang di lilit hutang." Kata Lilian mendadak lemas nada suaranya.


"Inilah masalahnya Joe. Awalnya usaha Ayah ku baik-baik saja. Namun beberapa waktu yang lalu, Ayah ku mendapat tawaran kerja sama dengan perusahaan Arold Holding Company. Awalnya semuanya berjalan dengan sangat baik. Namun tiba-tiba saja entah bagaimana kejadiannya, perusahaan kecil milik ayah ku mendadak mengalami kerugian sehingga harus berhutang dengan perusahaan Arold Holding Company ini."


"Awalnya mereka berjanji hanya memberikan 5% bunga dari hutang kami. Namun ayah ku telah di tipu oleh mereka. Yang tadinya 5% menjadi 15% hingga kami kesulitan untuk melunasi hutang tersebut." Kata Lilian menceritakan.


"Lalu?" Tanya Joe.


"Atas saran dari sahabat Ayah ku, kami mulai mengajukan permohonan kepada Garden Company karena sebelumnya perusahaan ini mendapat kucuran dana dari perusahaan raksasa Future of Company. Mereka menyetujui kerjasama dan membantu menutupi hutang kami. Tapi yang jadi permasalahan adalah, anak dari pemilik perusahaan itu bernama Mario berkomplot dengan Charles dan Milner malah menginginkan kakak ku untuk menjadi pemuas nafsu mereka." Kata Lilian.


"Apa? Brengsek sekali mereka. Lalu bagaimana?" Tanya Joe dengan dada berdebar-debar.


"Awalnya Ayah masih bisa mengelak. Namun Mario ini datang ke rumah bersama dengan Charles dan Milner serta beberapa anggota dari Dragon Empire mengancam jika dalam Minggu depan kakak ku tidak hadir dalam acara peresmian kantor baru milik perusahaan Future of Company cabang Garden Hill bagian barat, mereka akan membatalkan kesepakatan kerja sama dengan kami dan memaksa kami untuk melunasi semua hutang. Jika tidak, mereka akan menyita seluruh perusahaan, aset serta properti milik ayah ku. Hanya ada satu Minggu lagi waktu untuk melunasi hutang itu jika tidak ingin kakak ku dijadikan budak nafsu oleh Mario ini." Kata Lilian mengadukan semuanya kepada Joe.


Ser...!


Terasa aliran darah di tubuh Joe mendadak mengalir cepat. Degup jantungnya pun kali ini serasa tidak normal.


Dengan perasaan marah, Joe langsung bangkit dari duduknya lalu menendang meja yang ada di hadapannya hingga terbang. Dan parahnya lagi, mentalan meja itu langsung menghantam TV hingga mengakibatkan layar pada pesawat televisi itu retak di beberapa bagian.


"Joe. Apa kau mendengarkan aku?" Tanya Lilian.


"Iya. Aku mendengarnya. Lanjutkan!" Kata Joe dengan tubuh bergetar.


Bagaimana dia tidak geram. Dengan menggunakan nama besar perusahaan milik ayahnya, Charles dan Milner mulai membuat keributan dengan memeras pemilik perusahaan kecil. Ini belum lagi si Mario anak dari Moreno yang di bantu oleh perusahaan milik ayahnya ketika di ambang kebangkrutan. Apa lagi sekarang mereka malah menggunakan anak-anak dari Dragon Empire pula. Andai saat ini Charles dan Milner ada di hadapan Joe, kemungkinan terbesarnya adalah, mereka berdua pasti mati.


"Aku bingung Joe. Kepada siapa harus meminta bantuan. Karena saat ini hutang perusahaan milik ayah ku sudah mencapai dua juta USD." Kata Lilian.


"Lilian. Kapan acara peresmian kantor perusahaan Future of Company cabang Garden Hill itu akan diadakan?" Tanya Joe.


"Sabtu malam Minggu yang akan datang. Tolong lah kami Joe. Hanya kau yang bisa menolong kami. Aku sudah mencoba menghubungi Paman Ryan. Tapi beberapa anggota dari Dragon Empire selalu mengancam ku. Aku ketakutan. Makanya aku kembali ke Mountain Slope. Bersyukur karena ternyata Harvey memiliki informasi kontak mu." Kata Lilian yang mulai menangis.


"Pantas saja orang-orang yang di kirim paman Arslan tidak dapat menemukan keberadaan Lilian. Ternyata ada orang dalam yang menghalang-halangi. Awas kalian!" Kata Joe dalam hati.


"Lilian. Aku akan menolong mu. Aku tidak butuh bantuan dari siapapun. Kau tenang saja. Katakan kepada Paman Riot untuk tetap tenang. Ikuti saja kemahuan mereka. Mungkin tiga hari lagi aku akan segera tiba di Starhill. Ingatlah untuk tidak mengatakan kepada siapapun bahwa kau menghubungi ku. Karena jika ada yang tau, sia-sialah kepulangan ku ke Starhill." Kata Joe dengan nada suara yang sangat dingin.


"Baiklah Joe. Aku akan menunggu kedatangan mu." Kata Lilian sedikit merasa lega.


"Lilian. Kita sudahi dulu ya. Aku punya hal yang harus aku kerjakan di sini." Kata Joe.


"Baiklah Joe. Selamat beristirahat." Kata Lilian kemudian mengakhiri panggilan.


"Mana ada waktu lagi untuk istirahat." Kata Joe langsung mengemas semua barang-barang nya lalu mengirim pesan kepada Tigor.


"Paman. Aku ada masalah mendadak. Tolong antar aku ke Kuala Nipah malam ini juga agar besok pagi bisa tiba di sana." Kata Joe mengirim pesan suara kepada Tigor.


"Kalian akan membayar mahal untuk ini. Lihatlah seperti apa aku akan memberikan hukuman kepada kalian." Kata Joe dalam hati dengan tangan terkepal penuh kemarahan.


...Jangan lupa like nya ya!...


BERSAMBUNG...